Apakah Bisa Penis di Perbesar Menurut Medis dan Kedokteran?

Sudah menjadi keyakinan umum bahwa bagi pria, “ukuran adalah segalanya” termasuk ukuran penis. Saya yakin bahwa setiap laki-laki pernah berkhayal “bagaimana ya kalau ukuran saya bertambah 2 inchi?” – karena kebanyakan laki-laki yakin bahwa ukuran penis adalah ukuran kejantanan. Padahal banyak penelitian menjelaskan bahwa kepuasan berhubungan intim dari sisi wanita tidak melulu soal ukuran “sijhon”.

Kembali ke topik awal soal apa bisa penis diperbesar yang diakui ilmu medis atau kedokteran. Sebab Banyak klaim diluar yang bilang bahwa ukuran penis bisa ditambah tanpa operasi bahkan hanya dengan bantuan alat, minum ramuan, dan oles-oles krim khusus.

Sisi medis tentu memandang segala hal berdasarkan disiplin ilmu, serta perlu adanya pembuktian melalui study yang bisa menjelaskan soal temuan. Dan keputusan harus bisa dipertanggung-jawabkan, setidaknya dari sisi etika jadi harus jelas dan berdasar. memperbesar penis menurut kedokteran ” Percayalah, jika saya tahu cara yang aman dan efektif untuk meningkatkan ukuran penis, maka saya akan jadi miliarder”, kata O’Leary MD, profesor bedah urologi di Harvard Medical School kepada webMD.

Professor O’leary bilang terkendala “tahu cara yang aman dan efektif” untuk bisa menjadi miliarder. Apakah itu artinya memperbesar penis itu bisa meskipun tidak aman dan efektif?… Lanjutkan membaca !

Lebih dari satu abad orang masih meragukan tentang upaya pembesaran penis, masih belum banyak yang dapat di lakukan. Memang ada banyak solusi yang digaungkan diluar sana, mulai dari pil penambah ukuran penis, krim, latihan peregangan ekstrim, hingga operasi penis. Tapi sayang hampir semua tidak ada yang menunjukkan hasil memuaskan. Beberapa pendekatan ada yang berhasil, namun hanya memberikan manfaat yang kecil, tapi dengan  efek samping yang serius – dalam beberapa kasus seperti disfungsi ereksi.

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Baca juga : Tips agar Ereksi lebih Kuat dan Tahan Lama

Seberapa kecil ukuran penis Anda?

Ukuran panjang penis dalam keadaan ereksi umumnya 5 sampai 6 inci, dengan diameter 3- 4 sampai 5 inci. Ada banyak macam dan variasi ukuran penis, yang bisa dipengaruhi oleh ras dan keturunan. Namun ada beberapa orang memiliki penis yang benar-benar lebih kecil.

Dalam kasus yang jarang terjadi, genetika dan masalah hormon adalah hal yang menyebabkan mikropenis – penis yang ketika sedang ereksi masih di bawah 3 inci. Kadang-kadang penyakit seperti Peyronie atau operasi kanker prostat dapat mengurangi ukuran penis.

Tapi studi menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang berburu cara untuk memperbesar penis nya hanya karena merasa ukuran mereka masih di bawah rata-rata. Mengapa? karena itu adalah bagian dari perspektif. Sangat sulit untuk mengukur ukuran penis Anda sendiri bukan?.

Psikologi juga memiliki peran. Beberapa orang yang memiliki ukuran penis standard menjadi terobsesi dengan ide bahwa milik mereka itu terlalu kecil.

Bahkan ada diagnosis psikiatri: gangguan dismorfik penis. Ini mirip dengan distorsi persepsi pada penderita anoreksia, dimana yang berpikir mereka masih gemuk padahal sebenarnya sudah sangat ramping. Menurut sebuah penelitian, sebagian besar orang-orang yang mendapatkan operasi pembesaran penis mengalami kondisi ini.

Faktanya: Wanita bisa mencapai orgasme tanpa melihat berapa besar penis pasangannya

Berikut berbagai cara pembesaran penis yang belum terbukti bisa memperbesar penis. Waspadai efek sampingnya yang lebih besar daripada hasilnya! :

Cara Memanjangkan penis melalui operasi

Menggunakan Pompa Vakum.

Pompa vakum berbentuk sebuah silinder yang mengisap udara. Dengan alat ini diharapakan penis mengembang karena ada aliran darah ekstra ke dalamnya, sehingga membuatnya tegak dan sedikit lebih besar. Memang bisa bekerja, tapi efeknya hanya berlangsung selama Anda masih menggunakan ring yang digunakan untuk mencegah darah kembali.

Menggunakannya lebih dari 20 sampai 30 menit dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Kadang-kadang alat ini digunakan sebagai pengobatan disfungsi ereksi, namun belum terbukti bisa benar-benar meningkatkan ukuran penis.

Baca juga : Kenapa beberapa wanita tidak bisa mencapai orgasme?

Melakukan Latihan Peregangan dengan Beban

Hal ini seolah melatih penis dengan cara angkat beban, layaknya binaragawan yang melatih otot lengan mereka. Tapi  latihan peregangan seperti ini tidak akan memperbesar penis karena penis bukan otot seperti lengan atau kaki. Konyol bukan?…  Anda mungkin harus memakai alat beban yang diikat ke penis Anda selama delapan jam sehari selama enam bulan,  jika sedikit beruntung mungkin bisa mendapatkan penambahan panjang penis sekitar setengah inci. Namun riisikonya bisa berat termasuk robeknya jaringan, pembuluh darah pecah, dan masalah lainnya.

Penggunaan Pil suplemen, salep, krim

Pil, suplemen , salep, dan krim semuanya tidak ada efek manfaat yang diinginkan.

Bagaimana dengan operasi bedah, apakah bisa berhasil menurut kedokteran?

operasi memperbesar penis

Ada dua dasar operasi pembesaran penis:

Memperpanjang penis. Prosedur bedah yang paling umum adalah memotong ligamen yang menghubungkan penis ke tulang panggul. Hal ini memungkinkan sedikit lebih panjang, rata-rata masih kurang dari satu inci. Cara ini tidak benar-benar memperpanjang penis, tapi memunculkan lebih banyak dari bagian batang penis yang tersembunyi. Namun seorang pria masih akan membutuhkan beban atau perangkat peregangan setiap hari selama sekitar enam bulan.

Meningkatkan diameter penis. bagi pria yang berpikir penis mereka terlalu kecil, prosedur operasi yang lebih kontroversial  menggunakan implan cangkok lemak, silikon, atau penambahan jaringan. American Urologic Association menyatakan bahwa prosedur ini belum terbukti aman atau efektif untuk meningkatkan diameter atau panjang penis pada orang dewasa.

Ada teknik bedah pembesaran penis yang lebih baru, yang mungkin memiliki risiko lebih rendah. Prosedur ini dapat bekerja bagi orang-orang tertentu (biasanya orang gemuk) yang dalam beberapa kasus skrotum menempel tinggi di batang penis. Melepaskan skrotum dapat menonjolkan lebih banyak pangkal penis, sehingga membuat penis terlihat lebih panjang. Operasi ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit dan dapat dilakukan secara rawat jalan.

Risiko dari prosedur Bedah Pembesaran Penis

Sebelum Anda mengambil keputusan pembesaran penis melalui prosedur bedah penis, ada baiknya mempertimbangkan risikonya. Tidak ada organisasi medis utama di AS yang menyetujui operasi pembesaran penis ini. Saatnya untuk bicara terus terang dengan dokter Anda tentang apa risiko apa yang bisa Anda hadapi.

Baca juga : Fakta tentang Vagina yang perlu Anda ketahui

Efek samping memperpanjang operasi termasuk infeksi, kerusakan saraf, mengurangi  sensitivitas penis, hingga kesulitan ereksi. Mungkin akan meninggalkan jaringan parut, bahkan penis justru menjadi lebih pendek dari sebelumnya.

Beberapa studi menjelaskan bahwa pembesaran penis yang telah dilakukan tidak menunjukkan hasil yang menggembirakan. The European Urology meneliti  42 orang pria yang  memperpanjang penis mereka dengan cara operasi memotong ligamen suspensori ; dan study menemukan bahwa hanya 35% pria yang merasa puas dengan hasilnya. Setengahnya lagi melanjutkan untuk mendapatkan lebih banyak lagi operasi.

Baca juga : Makanan untuk Hubungan seksual agar bisa bertahan lebih lama

Kesimpulan:

Secara medis pembesaran penis mungkin dapat dilakukan dengan berbagai prosedur operasi bedah. Namun sejauh ini hasilnya masih belum memuaskan, bahkan ada efek samping yang jauh lebih buruk daripada hanya sekedar memiliki ukuran penis “standard”. Masihkah berfikir untuk memperbesar penis?..