Wanita yang disukai Allah


Wanita yang disukai AllahWanita yang disukai Allah – Bagaimana sifat wanita yang dicintai oleh Allah?,,Wanita yang disukai oleh Allah, sudah tentu menjadi wanita dambaan para Pria sebagai pendamping hidup.Wanita yang disukai oleh Allah tentunya dia akan menjadi ahli surga.
Sesuai dengan Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam,dicontohkan ada lima wanita ahli surga :

Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:
Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim. (HR. Ahmad)

Bagi wanita yang ingin disukai oleh Allah, sebaiknya meniru sikap baik dari ke Lima Wanita Ahli surga berikut.

Siti Khadijah

Siti Khadijah tumbuh di lingkungan keluarga terhormat, sehingga beliau mendapat tempaan akhlak yang mulia,mewarisi sifat yang tegas, memiliki penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji. Sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan sebutan ath thahirah , yang artinya wanita yang suci.
Beliau merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa oleh Rasulullah tanpa banyak membantah dan mendebat.Bahkan beliau tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau.
Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga Rasulullah selalu menyebut-nyebut kebaikan beliau walaupun Khadijah telah wafat.

Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata:
Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga beliau menyebut-nyebut kebaikan tentang Khadijah dan memuji-mujinya setiap hari sehingga aku menjadi cemburu maka aku berkata: Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah meng-gantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau??
Maka beliau marah sampai berkerut dahinya kemudian bersabda: Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya. Sungguh ia telah beriman di saat manusia mendustakanku, dan menolongku dengan harta di saat manusia menjauhiku, dan dengannya Allah mengaruniakan anak padaku dan tidak dengan wanita (istri) yang lain. Aisyah berkata: Maka aku berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.

Lihat Juga :  Resep membuat Manisan Salak Pedas

Fatimah

Dia adalah Putri belahan jiwa Rasulullah, seorang wanita terpandang yang sungguh mantap agamanya.Fatimah adalah istri dari laki-laki ahli surga, yaitu Ali bin Abi Thalib.
Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.
Fatimah rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami. Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.

Maryam binti Imran

Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Allah. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

Asiyah binti Muzahim

Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Firaun laknatullah alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya.
Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan ke-mewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Firaun

Berikan komentar Anda: