Tips Membeli Rumah

Tips Membeli RumahTak sedikit orang membeli rumah dan merasa tertipu karena rumah yang mereka beli ternyata bermasalah. Tentu ini anti akan sangat merepotkan, dan bahkan bisa-bisa Anda akan kehilangan banyak uang. Untuk itu, membeli rumah bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan cara cepat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dilakukan pembayaran.

 

Berikut ini adalah tips membeli rumah supaya aman dan tidak salah pilih :

#1.Memeriksa keadaan rumah

  • Anda harus mengetahui dan memastikan siapakah pemilik rumah yang sebenarnya. Juga apakah rumah yang Akan Anda beli adalah rumah warisan atau bukan.
  • Pastikan tidak ada sengketa mengenai rumah yang dijual tersebut. Ini dapat dibuktikan dengan adanya Surat Keterangan Tanah (SKT). Jadi, sebelum anda beli rumah pastikan bahwa rumah tersebut benar-benar clear and clean.
  • Pastikan bahwa rumah yang akan Anda beli tidak berada di daerah / kawasan rawan banjir. Membeli rumah di lokasi rawan banjir tentu akanmembuat tidak nyaman, selain itu juga sangat merugikan karena akan sulit ketika akan dijual.
  • Pastikan PDAM, PLN telah dibayar dengan tertib sepanjang tahun. Jangan ada tunggakan, karena jika ada pemutusan, maka biaya pasang kembali sangat mahal dan merepotkan.
  • Pastikan PBB juga tertib dibayar setiap tahunnya, dan ada tunggakan. Karena syarat untuk balik nama adalah sertifikat PBB yang telah dibayar lunas.

 

Selain tips diatas, memeriksa legalitas kepemilikan rumah juga harus dilakukan, sebelum rumah dijual benar-benar Anda bayar.

#2.Tips mengecek legalitas rumah dijual yang akan Anda beli:

  • Datang langsung ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, dengan membawa fotocopy sertifikat, sertifikat asli, fotocopy KTP pemilik dan pemohon.
  • Datang ke Notaris / PPAT , dan mintalah bantuan untuk melakukan cek/validasi ke BPN setempat dengan membawa fotocopy sertifikat, sertifikat asli, fotocopy KTP pemilik dan pemohon.
  • Kantor BPN akan menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang menerangkan bahwa persil telah terdaftar dalam buku register pertanahan dan bebas dari sengketa hukum.
  • Pada sertifikat yang asli akan dibubuhkan validasi dan tandatangan/paraf dari pejabat yang berwenang bahwa telah dilakukan pengecekan legalitas nya.
  • Masa berlaku terbatas, untuk keperluan tertentu akan dimintakan SKT yang baru untuk menghindari terjadinya perubahan kepemilikan dan pembebanan/pengikatan sertifikat.

Terimakasih telah membaca artikel Tips Membeli Rumah. Bantulah mereka yang mungkin sangat membutuhkan informasi ini melalui tombol SHARE FB/twitt/G+ dibawah ini:


This entry was posted in Tips Umum and tagged .

Komentar: