Tingkatan/urutan kecerdasan dilihat dari Nilai IQ

Tingkatan urutan IQ anak atau seseorang

Tingkatan/urutan kecerdasan dilihat dari Nilai IQ – Urutan tingkat kecerdasan berdasarkan IQ yang digunakan berdasarkan metode apa yang dipakai oleh para ahli.Jadi Berapa tingkat IQ anak atau seseorang itu tergantung dari metode apa yang  dipergunakan.

IQ yang atau kpendekan dari Intellegent Quotient telah diklasifikasi berdasarkan metode apa yang dipergunakan untuk mengambil test. Berikut tiga metode test yang bisa diterapkan untuk mengetahui IQ anak/seseorang:

  • Stanford-Binet mengklasifikasikan nilai IQ normal yang berkisar diantara 85 “ 115.
  • Lewis Terman mengklasifikasikan nilai IQ normal pada kisaran 90 “ 109.
  • Wechsler mengklasifikasikan IQ normal pada angka 100 dengan nilai toleransi 15 (berarti 85 “ 115).

Namun, pada umumnya test IQ yang anyak dilakukan adalah hasil dari kompromi ketiga metode test diatas, dan hasil pengambilan nilainya seperti berikut ini:

  • 70 “ 79 = Tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental.
  • 80 “ 90 = Tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal (Dull Normal)
  • 91 “ 110 = Tingkat IQ normal atau rata-rata
  • 111 “ 120 = Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal)
  • 120 “ 130 = Tingkat IQ superior
  • 131 atau lebih = Tingkat IQ sangat superior atau jenius.

Daftar tingkatan IQ diatas adalah rata-rata yang didapat dari kebanyakan orang pada umumnya, dikatakan normal adalah IQ 91-110. Agar IQ anak anda dapat meningkat lagi, silahkan baca disini >

Namun banyak juga lho yang memiliki IQ sangat tinggi diatas 131 bahkan jauh, seperti nama-nama populer berikut ini:

  1.  Leonardo da Vinci Universal Genius, asal Italy, IQ 220
  2.  Johann Wolfgang von Goethe — Germany 210
  3.  Gottfried Wilhelm von Leibniz — Germany 205
  4.  Blaise Pascal Mathematician & religious philosopher France 195
  5.  Garry Kasparov Chess player Russia 190
  6.  Sir Isaac Newton Scientist England 190
  7.  Galileo Galilei Physicist & astronomer & philosopher Italy 185
  8.  James Woods Actor USA 180
  9.  Buonarroti Michelangelo Artist, poet & architect Italy 180
  10.  Benjamin Netanyahu Israeli Prime Minister Israel 180
  11.  Johannes Kepler Mathematician, physicist & astronomer Germany 175
  12.  Johann Strauss Composer Germany 170
  13.  Martin Luther Theorist Germany 170
  14.  Plato Philosopher Greece 170
  15.  Raphael Artist Italy 170
  16.  Ludwig van Beethoven Composer Germany 165
  17.  Charles Darwin Naturalist England 165
  18.  Carl von Linn Botanist Sweden 165
  19.  Johann Sebastian Bach Composer Germany 165
  20.  James Watt Physicist & technician Scotland 165
  21.  Friedrich Hegel Philosopher Germany 165
  22.  Wolfgang Amadeus Mozart Composer Austria 165
  23.  Dolph Lundgren Actor Sweden 160
  24.  Bill Gates CEO, Microsoft USA 160
  25.  Albert Einstein Physicist USA 160
  26.  Paul Allen Microsoft cofounder USA 160
  27.  Nicolaus Copernicus Astronomer Poland 160
  28.  Joseph Haydn Composer Austria 160
  29.  Benjamin Franklin Writer, scientist & politician USA 160
  30.  James Cook Explorer England 160
  31. Stephen W. Hawking Physicist England 160
  32. Sir Clive Sinclair Inventor England 159
  33.  Honor de Balzac Writer France 155
  34.  Anthonis van Dyck Artist Belgium 155
  35.  Sharon Stone Actress USA 154
  36.  John Quincy Adams President USA 153
  37.  Bonaparte Napoleon Emperor France 145
  38.  Richard Nixon Ex-President USA 143
  39.  Adolf Hitler Nazi leader Germany 141
  40.  Shakira Singer Colombia 140
  41.  Hillary Clinton Ex-Prerident wife USA 140

Lalu berapa IQ tertinggi orang Indonesia yang diketahui?… Khabarnya Pak BJ Habibie memiliki IQ 200!!! Masih lebih tinggi daripada IQ Blaise Pascal, artinya IQ beliau menempati urutan ke-empat dari daftar tokoh dunia terpintar diatas….

Penjelasan mengenai beberapa tingkat IQ anak/seseorang:

A. Idiot IQ (0-29)

Idiot merupakan kelompok individu yang mengalami keterbelakangan atau paling rendah. Mengalami kesulitan berbicara, tidak dapat mengurus dirinya sendiri seperti mandi, berpakaian, makan dan sebagainya. Idiot tidak akan lepas dari bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Rata-rata perkembangan intelegensinya sama dengan anak normal 2 tahun. Sering kali umurnya tidak panjang, sebab selain intelegensinya rendah, juga badannya kurang tahan terhadap penyakit.

B. Imbecile IQ (30-40)

Kelompok Anak imbecile setingkat lebih tinggi dari pada anak idiot. Ia dapat belajar berbahasa, dapat mengurus dirinya sendiri dengan pengawasan yang teliti.Pada imbecile dapat diberikan latihan-latihan ringan, namun dalam kehidupannya masih bergantung pada orang lain. Kecerdasannya sama dengan anak normal berumur 3 sampai 7 tahun.Anak-anak imbecile tidak dapat dididik di sekolah biasa.

C.Moron atau Debil IQ / Mentally retarted (50-69)

Padai tingkat tertentu golongan ini masih dapat belajar membaca, menulis, dan membuat perhitungan sederhana.Dapat diberikan pekerjaan rutin tertentu yang tidak memerlukan perencanaan dan dan pemecahan. Banyak anak-anak debil ini mendapat pendidikan di sekolah-sekolah luar biasa.

D.Kelompok bodoh IQ dull/ bordeline (70-79)

Kelompok ini berada diatas kelompok terbelakang dan dibawah kelompok normal (sebagai batas).Walaupun masih bersusah payah oleh beberapa hambatan, individu tersebut dapat melaksanakan sekolah lanjutan pertama.Akan tetapi sukar sekali untuk dapat menyelesaikan kelas-kelas terakhir di SLTP.

E. Normal rendah (below avarage), IQ 80-89

Kelomok ini termasuk kelompok normal, rata-rata atau sedang tapi pada tingkat terbawah, mereka agak lambat dalam belajarnya, mereka dapat menyelesaikan sekolah menengah tingkat pertama tapi agak kesulitan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas pada jenjang SLTA.

F. Normal sedang, IQ 90-109

Kelompok ini merupkan kelompok normal kebanyakan, mereka merupakan kelompok IQ paling besar presentasenya dalam populasi penduduk.

G. Normal tinggi (above average) IQ 110-119

Kelompok ini merupakan kelompok individu yang normal, dan berada pada tingkat yang tinggi.

H. Cerdas (superior) ,IQ 120-129

Kelompok ini sangat berhasil dalam pekerjaan sekolah/akademik. Mereka reringkali tedapat pada kelas biasa. Pemimpin dikelas biasanya berasal dari kelompok ini.

I. Sangat cerdas (very superior/ gifted) IQ 130-139

Anak-anak very superior lebih cakap dalam membaca, mempunyai pengetahuan yang sangat baik tentang bilangan, perbendaharaan kata yang luas, dan cepat memahami pengertian yang abstrak. Pada umumnya, faktor kesehatan, ketangkasan, dan kekuatan lebih menonjol dibandingkan anak normal.

J. Genius IQ 140 >

Kelompok ini kemampuannya sangat luar biasa. Mereka pada umumnya mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan menemukan sesuatu yang baru meskipun dia tidak besekolah. Kelompok ini berada pada seluruh ras dan bangsa, dalam semua tingkat ekonomi baik laki-laki maupun perempuan. Contoh orang-orang genius adalah seperti Edison dan Einstein.

Uraian diatas menjelaskan tentang tingkat intelegensi dalam ukuran secara kognitif , pandangan lama menunjukkan bahwa kualitas intelegensi atau kecerdasan yang tinggi dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam belajar dan meraih kesuksesan.

Prosentasi tingkatat IQ terhadap Populasi diseluruh dunia

  • 130+ – Sangat superior – 2.2%
  • 120-129 – Superior – 6.7%
  • 110-119 – Rata-rata plus – 16.1%
  • 90-109 – Rata-rata – 50%
  • 80-89 – Rata-rata minus – 16.1%
  • 70-79 – Garis batas – 6.7%
  • Dibawah 70 – Sangat rendah – 2.2%

Mana yang lebih berpengaruh terhadap keberhasilan, IQ atau EQ

Namun dewasa ini ada banyak pandangan lain yang menyatakan lain. Bahwa faktor yang paling dominan yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam hidupnya bukan semata-mata ditentukan oleh tingginya kecerdasan intelektual, melainkan oleh faktor kemantapan emosional – yang menurut ahlinya yaitu Daniel Goleman disebut EQ atau Emotional Intelegence (kecerdasan emosinal).

Berdasarkan pengamatannya, banyak orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena kecerdasan intelektualnya rendah, namun mereka kurang memiliki kecerdasan emosional mekipun intelegensinya berada pada tingkatan rata-rata. Tidak sedikit orang yang sukses dalamnya hidupnya karena memilki kecerdasan emosional.
Kecerdasan emosional ini semakin perlu di pahami, dimilki dan diperhatikan dalam pengembangannya, karena mengingat kehidupan dewasa ini semakin kompleks.

Kehidupan yang sangat kompleks ini memberikan dampak yang sangat buruk terhadap konstelasi kehidupan emosional individu.

Dalam hal ini Daniel Goleman mengemukakan hasil survei terhadap para orang tua dan guru yang hasilnya bahwa ada kecenderungan yang sama di seluruh dunia. __Yaitu generasi sekarang banyak mengalami kesulitan emosional daripada generasi sebelumnya, mereka lebih kesepian dan pemurung, lebih bringasan dan kurang menghargai sopan santun, lebih gugup dan mudah cemas, lebih impulsif dan agresif.

Jadi menurut pendapat saya, anggaplah kecerdasan intelektual itu sebagai anugerah yang bisa dijadikan sebagai motivasi untuk terus belajar. Jika lebih tinggi nggak boleh sombong, dan jika lebih rendah nggak boleh merasa bodoh dan rendah diri. Hal ini karena kunci kesuksesan sepertinya bukan ditentukan oleh tingkatan IQ semata (setidaknya kesuksesan dalam hidup secara keseluruhan, bukan kesuksesan materi belaka), ada EQ juga yang berperan disana ketika kita sudah membaca pendapat dari Daniel Goleman …. Yang dalam hal ini mungkin juga menyangkut kepribadian, psikologis, ,,,,,,,, dsb–dsb.

Referensi Tingkatan IQ Manusia : Kaskus)

loading...

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Berikan komentar Anda: