Tanda dan gejala umum HIV – AIDS


Tanda gejala umum HIV AIDSHIV (human immunodeficiency virus) adalah virus penyebab penyakit AIDS yang paling ditakuti. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang sel darah putih, dimana yang membantu tubuh untuk melawan berbagai penyakit dan infeksi. Pengujian adalah satu-satunya cara yang pasti untuk menentukan apakah seseorang dengan HIV atau tidak. Ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi peringatan, jika seseorang telah terinfeksi HIV.

Berikut Tanda gejala umum orang dengan HIV

 #Mengenali Gejala Awal

  1. Mengalami kelelahan akut tanpa penyebab yang bisa dijelaskan, bisa jadi merupakan gejala awal. Kelelahan bisa menjadi tanda dari banyak penyakit yang berbeda, dan itu juga merupakan gejala dari pengalaman orang dengan HIV. Gejala ini tidak harus menyebabkan pertanda besar, akan tetapi itu sudah cukup untuk melihat gejala lebih lanjut.
  2. Kelelahan akut dengan selalu merasa mengantuk. Apakah Anda merasa lelah setiap saat, bahkan setelah tidur cukup baik pada malam hari ? Apakah Anda mengalami lebih banyak tidur siang dari hari biasanya, serta selalu menghindari aktivitas berat karena Anda merasa tak memiliki energi?. Ini adalah Jenis kelelahan yang memprihatinkan . Jika gejala ini terus berlanjut selama beberapa minggu atau bahkan bulan, pastikan Anda untuk segera mendapatkan test HIV.
  3. Demam atau berkeringat di malam hari yang berlebihan biasanya juga terjadi pada tahap awal infeksi HIV, yaitu apa yang disebut dengan tahap infeksi HIV primer atau akut. Sekali lagi, banyak orang yang tidak memiliki gejala-gejala ini, akan tetapi mereka biasanya mengalaminya 2 sampai 4 minggu setelah tertular HIV .
  4. Demam dan berkeringat di malam hari yang disertai gejala flu dan pilek biasa. Menggigil, nyeri otot, sakit tenggorokan, dan sakit kepala, yang merupakan gejala umum flu dan demam, juga dapat menjadi tanda awal dari infeksi HIV.
  5. Periksa adanya pembengkakan kelenjar di leher, ketiak, atau selangkangan. Kelenjar getah bening membengkak karena adanya reaksi dari infeksi pada tubuh. Hal ini tidak terjadi pada semua orang yang dengan HIV primer, akan tetapi ini merupakan gejala yang umum. Kelenjar getah bening pada leher, ketiak atau pangkal paha cenderung membengkak lebih besar pada orang dengan infeksi HIV . Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akibat dari banyaknya jenis infeksi, seperti flu dll, sehingga pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan penyebab pastinya.
  6. Kasus mual, muntah dan diare. Gejala-gejala ini umumnya terkait dengan flu, namun bisa juga mengindikasikan infeksi awal HIV. Lakukan uji kesehatan jika gejala ini terus bertahan.
  7. Perhatikan mulut dan ulkus genital. Jika ada ulkus pada mulut yang muncul bersama dengan gejala lain(terutama jika Anda tidak sering mendapatkan sariawan), ini mungkin merupakan tanda infeksi HIV primer. Ulkus pada kelamin juga merupakan indikasi kemungkinan adanya HIV.
Lihat Juga :  Apakah diabetes menyebabkan impotensi atau disfungsi ereksi?

#Mengenali Gejala Lanjutan

  1. Jangan remehkan batuk kering. Gejala ini terjadi pada tahap akhir HIV, kadang-kadang bertahun-tahun setelah virus telah berdiam dalam tubuh. Gejala ini tampaknya tidak berbahaya, sehingga pada awal biasanya diabaikan, terutama jika itu jika terjadi pada musim alergi atau musim batuk saat perubahan iklim. Jika Anda memiliki batuk kering, dan tidak sembuh dengan obat alergi atau  inhaler, itu mungkin merupakan gejala dari HIV.
  2. Tanda pada kulit. Lihatlah ke beberapa daerah pada tubuh yang kelihatan tidak teratur( berwarna merah, coklat, merah muda , atau keunguan) pada kulit. Orang-orang pada tahap lanjut HIV seringmengalami ruam pada kulit mereka, terutama pada wajah dan tubuh. Ini juga bisa muncul pada bagian dalam mulut dan hidung. Ini adalah tanda bahwa HIV sudah berkembang menjadi AIDS.
  3. Bintik Kulit merah juga merupakan tanda dari tahap lanjut HIV. Bintik-bintik mungkin juga terlihat seperti bisul atau benjolan .
    Ruam kulit biasanya tidak disertai flu atau pilek, jadi jika Anda mengalaminya bersamaan dengan gejala lain, sebaiknya segera kedokter.
  4. Perhatikan jika ada pneumonia. Pneumonia sering mempengaruhi orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak bekerja dengan baik karena beberapa alasan. Orang dengan HIV stadium lanjut rentan terhadap pneumonia dari kuman yang biasanya tidak menimbulkan reaksi separah itu.
  5. Periksa adanya infeksi jamur, terutama di mulut .  Orang dengan Tahap lanjut infeksi HIV biasanya mendapatkan infeksi jamur di mulut yang disebut thrush. Kondisi ini terlihat seperti bintik-bintik putih atau bintik-bintik yang tidak biasa lainnya pada lidah dan di dalam mulut . Ini adalah tanda peringatan bahwa sistem kekebalan tubuh sudah tidak efektif lagi untuk melawan infeksi .
  6. Periksa kuku untuk melihat tanda-tanda jamur . Kuku yang berwarna kuning atau coklat, dan yang retak atau terkelupas, adalah tanda umum pasien HIV tahap lanjut. Kuku menjadi lebih rentan terhadap jamur, dimana tubuh mampu melawannya jika dalam kondisi normal .
  7. Terjadi penurunan berat badan dengan cepat. Tentukan apakah Anda mengalami penurunan berat badan yang lebih cepat tanpa diketahui penyebabnya. Pada tahap gejala HIV awal, hal ini bisa disebabkan oleh diare yang berlebihan. Dan dalam tahap lanjut, ini dikenal dengan ” wasting “, dan itu merupakan reaksi tubuh yang kuat karena kehadiran HIV dalam sistem.
  8. Masalah dengan memori atau ingatan, depresi, atau penyakit saraf lainnya. HIV pada tahap lanjut juga mempengaruhi fungsi kognitif otak. Gejala-gejala ini serius dan harus dilihat lebih mendalam.
Lihat Juga :  Gejala, penyebab, pengobatan sakit maag kronis

#Memahami HIV

Menyadari jika Anda beresiko. Ada beberapa situasi yang berbeda yang dapat membuat seseorang berisiko tertular HIV . Jika Anda mengalami salah satu dari situasi berikut, maka Anda berisiko :

  • Sek* anal, oral, atau normal berganta-ganti pasangan.
  • Berbagi jarum suntik.
  • Telah didiagnosis atau diobati karena penyakit menular seksual (PMS), TBC , atau hepatitis.
  • Menerima transfusi darah pada tahun sebelum 92,  dimana mungkin belum ada tindakan pencegahan pencemaran darah tranfusi.

Jangan menunggu gejala-gejala ini terjadi, untuk melakukan test/uji, Sebab Banyak orang yang dengan HIV tidak menyadari jika merekatelah tertular. Virus ini bisa berada dalam tubuh Anda selama lebih dari sepuluh tahun, sebelum gejala-gejala mulai timbul. Jika Anda merasa memiliki alasan untuk kemungkinan terjangkit HIV, maka jangan menunggu gejala untuk mendapatkan uji darah untuk mengetahui HIV. Yang terbaik adalah untuk mengetahuinya sesegera mungkin.

Tes/uji HIV .

Ini adalah ukuran yang paling akurat untuk  menentukan apakah seseorang dengan HIV. Hubungi klinik kesehatan setempat, palang merah, kantor dokter, atau rumah sakit untuk mencari tahu tempat untuk menguji. Pengujian HIV mudah, terjangkau, dan dapat diandalkan. Tes yang paling umum dilakukan adalah mengambil sampel darah. Ada juga tes yang menggunakan cairan oral (bukan air liur) dan urin. Bahkan ada tes yang bisa dilakukan di rumah.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: