Tanda dan Gejala umum Keguguran


Kebanyakan kasus keguguran terjadi sebelum 12 minggu masa kehamilan, yang disebabkan oleh janin tidak berkembang secara normal, bisa karena kelainan genetik atau kromosom. Sementara jika keguguran terjadi setelah 12 minggu pertama, adalah keguguran yang terlambat.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh KK Women’s and Children’s Hospital (KKH) and Duke-NUS Graduate Medical School pada tahun 2011 menemukan faktor-faktor risiko keguguran sbb :

  1. Orang yang lebih tua (ibu di atas usia 35 dan pasangan di atas 40)
  2. Ada riwayat keguguran
  3. Progesteron dalam darah yang rendah (hormonal) selama awal kehamilan
  4. Kondisi medis berat yang tidak terkontrol seperti diabetes, hipertiroidisme, atau penyakit autoimun juga meningkatkan risiko keguguran. Tingkat stres tinggi serta asupan kafein dan alkohol tinggi mungkin merupakan faktor yang berkontribusi.

Keguguran: tanda dan gejala yang harus diwaspadai

Tanda-tanda dan gejala keguguran yang paling umum adalah:

  1. Bercak atau perdarahan pada vagina
  2. Cairan / jaringan keluar dari vagina
  3. Nyeri Abdomen / kram
  4. Sakit punggung bagian bawah

Sangat penting untuk dicatat bahwa salah satu dari tanda-tanda dan gejala diatas tidak berarti bahwa Anda lantas akan mengalami keguguran. Misalnya; sebenarnya umum bagi wanita hamil mengalami sakit punggung bagian bawah di seluruh masa kehamilannya.

Namun, jika Anda mengalami perdarahan yang persisten atau jika perdarahan yang terkait dengan nyeri, mungkin bisa menunjukkan masalah yang mendasari. Penting kemudian bagi untuk Anda mencari pertolongan medis, sehingga bisa dilakukan diagnosa yang diperlukan.

Dokter Anda mungkin akan meminta rincian dari Anda sebagai berikut:

  1. Warna darah (gelap atau merah terang)
  2. Jumlah darah yang keluar
  3. Jenis nyeri, jika ada
  4. Apakah Anda berhubungan seks baru-baru ini

Baca juga : Amankah berhubungan Seks pada Trimester Akhir kehamilan?

Lihat Juga :  Efek samping minum jamu herbal

Penyebab perdarahan dan kram bisa menjadi sesuatu yang sederhana, seperti embrio sedang mengimplankan dirinya ke dalam lapisan rahim – yaitu yang terjadi sekitar minggu kelima kehamilan. Atau bisa juga ada sesuatu yang lebih serius. Untuk itu yang terbaik adalah selalu periksa ke dokter.

Memiliki bayi setelah keguguran

Pernah mengalami keguguran bukan berarti bahwa kehamilan yang berikutnya juga akan berakhir dengan cara yang sama. Ataupun Anda tidak akan pernah bisa mendapatkan kehamilan normal. Jangan berkecil hati dengan keguguran, karena Anda masih memiliki kesempatan yang sangat baik untuk memiliki bayi.

Namun, jika Anda pernah mengalami dua kali  atau lebih keguguran, dokter mungkin perlu melakukan beberapa tes darah ekstra dan scan untuk mengecualikan kondisi autoimun dengan antibodi tertentu yang bisa menyerang janin, dan menyebabkan keguguran.

Menjalankan gaya hidup sehat akan membantu meningkatkan peluang kehamilan yang normal setelah keguguran. Hal ini berarti Anda harus berhenti merokok, berhenti mengkonsumsi alkohol, berolahraga secara teratur, makan makanan yang sehat, mengurangi stres, dan memastikan berat badan yang normal .

Yang harus dilakukan setelah mengalami keguguran

Dokter akan mengkonfirmasi keguguran dengan pemeriksaan panggul dan ultrasound. Jika rahim benar-benar kosong, maka tidak diperlukan operasi. Namun, jika ada beberapa jaringan sisa janin atau plasenta yang masih ada didalam rahim, Anda mungkin akan diberikan antibiotik, dan prosedur bedah bersih-bersih, yang disebut dengan evakuasi uterus .

Jika Anda ingin merencanakan kehamilan berikutnya setelah mengalami keguguran, konsultasikan dengan dokter Anda tentang berapa lama Anda harus menunggu sebelum Anda mencoba untuk hamil lagi.

Baca juga : Top 10 Makanan bergizi tinggi dan terbaik bagi Kehamilan

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: