Tetap bugar dengan rutin olahraga menurunkan resiko kanker payudara


cara dan manfaat push up dengan benarOlahraga umum seperti berjalan, menari, berlari, bahkan aktifitas fisik setiap hari bisa mengurangi risiko seorang wanita terkena kanker payudara, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan secara online dalam jurnal Cancer . Jenis atau intensitas olahaga ini tidak menjadi masalah, asalkan hal itu rutin dilakukan. Tapi kenaikan berat badan tampaknya membatalkan manfaat dari latihan keras ini untuk kanker payudara.

Baca juga : Cara mendeteksi kanker payudara sejak dini

Berapa banyak latihan/olahraga yang dibutuhkan untuk menurunkan risiko kanker payudara?

Dalam studi ini melibatkan 3.000 perempuan, latihan sebanyak 10 sampai 19 jam dalam seminggu (sekitar dua jam sehari) memiliki manfaat paling besar. Wanita yang berolahraga ditemukan terbanyak memiliki risiko kanker payudara sekitar 30% lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak aktif secara fisik. Dalam laporan studi ini, iIntensitas latihan tidak masalah, misalnya jogging, dan berjalan juga menghasilkan manfaat yang sama.

Umur juga tidak menjadi masalah.

Aktivitas fisik mengurangi risiko kanker payudara pada wanita muda selama masa reproduksi dan wanita yang lebih tua setelah menopause. “Penelitian tentang penurunan risiko kanker payudara bagi wanita yang berolahraga terutama setelah menopause sangat menggembirakan mengingat masa ini adalah usia onset untuk kanker payudara,” kata penulis studi Lauren McCullough dari University of North Carolina Gillings School of Global Public Health dalam sebuah pernyataan.

Baca juga : Mitos : Memakai Bra bisa menyebabkan kanker payudara

Masalah Berat badan

Hal yang membuat perbedaan dalam hal efek olahraga adalah masalah berat badan, terutama setelah wanita masuk masa menopause. Meningkatnya sejumlah besar berat badan pada dasarnya menghilangkan manfaat olahraga terhadap risiko kanker payudara pada wanita yang lebih tua.

Lihat Juga :  5 Type Pria pilihan yang bisa menjadi Suami terbaik

Para peneliti melakukan penelitian ini dengan membandingkan kebiasaan olahraga pada 1.504 wanita dengan kanker payudara, dan sekitar jumlah wanita yang sama tanpa memiliki penyakit itu. Karena wanita tidak ditugaskan untuk intervensi yang berbeda (seperti aktif berolahraga Vs tetap diam/tak bergerak), tidak dapat dikonfirmasi bahwa olahraga mengurangi risiko kanker payudara. Pada poin ini, kaitan ini hanyalah sebuah asosiasi.

Baca juga : Inilah Akibatnya jika Anda tidak Pernah Berolahraga!

“Olahraga memerangi obesitas, memerangi penyakit jantung, dan diabetes, meningkatkan suasana hati dan memori, memperkuat tulang, dan mungkin mencegah kanker payudara,” kata Celeste Robb-Nicholson, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School dan editor kepala Harvard Women Health Watch . “Olahraga adalah resep yang paling sering saya tulis untuk para perempuan.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: