Resiko sering tidur larut malam


dampak sering tidur larut malamGaya hidup buruk dijaman serba cepat ini adalah sering tidur larut malam. Selain karena tuntutan aktifitas, tidur kemalaman seringkali terjadi karena terlalu sibuk dengan hiburan. Fasilitas multimedia seperti handhpone, laptop , jejaring sosial juga banyak bertanggung jawab sebagai penyebab orang lupa akan waktu tidur. Faktor stres juga bisa turut Andil bagian dalam hal ini.  Bahaya kurang tidur sebenarnya sudah dibahas dalam artikel sebelumnya, yaitu: Sering kurang tidur bisa menyebabkan kematian dini.

Namun jangan sejauh itu dulu, sekarang marilah kita lihat dampak nyata akibat sering tidur larut malam yang lebih sering.

Berikut resiko dan bahayanya sering tidur terlalu larut malam

 

1. Konsentrasi menurun.

Tidur laksana seperti baterai yang dichrage energi listriknya, jika kurang tentu dayanya tak akan maksimal. Otak manusia juga perlu diistirahatkan dengan cukup, agar gelombang listriknya bisa kembali pulih. Tidur yang telalu larut tentu akan memotong sebagian waktu yang sebenarnya harus digunakan untuk otak istirahat. Akibatnya, daya berfikir dan konsentrasi akan menurun. Kurang tidur juga akan memberikan pengaruh yang kurang baik bagi badan dan pikiran. Seperti dapat mengganggu tingkat kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini tentu akan menyebabkan menurunnya produktifitas, serta hasil kerja yang tak maksimal. Bagi pelajar, tentunya ini akan menyulitkan dan hasilnya juga tidak akan maksimal.

2. Menjadi Pelupa.

Masih ada hubungannya dengan poin satu diatas. Karena pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis menunjukkan hasil penelitiannya bahwa peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples bertanggungjawab dalam menguatkan memori atau ingatan otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, tempat kenangan jangka panjang disimpan. Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur. Jadi sering kurang tidur akan melemahkan memori dan akan menyebabkan mudah lupa.

3. Masalah kesehatan serius.

Kurang tidur dalam tahap kronis bisa semakin memperbesar resiko, seperti akan mengalami Penyakit jantung, seperti gagal jantung, detak jantung tidak teratur, serangan jantung, serta Tekanan darah tinggi yang bisa berlanjut kepada Stroke. Kurang tidur juga terkait dengan Diabetes.

4. Menyebabkan depresi

Dalam studi tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama seminggu, akan sangat mudah mengalami  stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Hal inilah yang akan memicu tingkat depresi yang lebih tinggi.

5. Memperburuk kesehatan kulit.

Kebanyakan orang akan mengalami kulit pucat serta  mata terlihat bengkak setelah beberapa malam kurang tidur. Dan jika masih terus dilakukan, kurang tidur akan berdampak kronis yang akan mengakibatkan kulit kusam, garis-garis halus pada wajah, dan lingkaran hitam di bawah mata. Tidak mendapatkan cukup tidur akan membuat tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres atau kortisol.

8. Risiko berat badan naik.

Kurang tidur juga terkait dengan peningkatan rasa lapar dan nafsu makan tinggi, dan akibatnya bisa memicu obesitas. Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2004, hampir 30 persen dari orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai sembilan jam sehari.

Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin.

Siklus tubuh manusia yang perlu diketahui, agar kita mengerti akan pentingnya tidur teratur cukup yang sesuai dengan jadwal:

Malam hari Pukul 21.00 “ 23.00 :
Jam ketika pembuangan zat-zat  beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila Anda terbiasa beraktivitas berat pada jam-jam itu, hal itu dapat berisiko mengganggu kesehatan.

Malam Hari Pukul 23.00 “ dini hari pk 01.00 :
Waktu ketika proses membersihkan zat-zat  beracun pada organ hati, diharapkan kita dalam kondisi tidur pulas.

Dini hari Pukul 01.00 “ 03.00 :
Waktu ketika Proses membersihkan zat-zat  beracun pada organ empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

Dini hari pukul 03.00 “ 05.00 :
Waktu ketika membersihkan zat-zat  beracun pada organ paru-paru. Itu Sebabnya bagi penderita batuk akan mengalami batuk yang hebat dalam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan racun (detoxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

Pagi pk 05.00 “ 07.00 :
Waktu ketika terjadi pembersihan racun di bagian usus besar, kita harus melakukan buang air.

Pagi pk 07.00 “ 09.00 :
Waktu ketika penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, jadi sebaiknya kita harus sarapan. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi,  yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.

Tidur hingga larut malam, dan kemudian baru bangun setelah hari terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat beracun oleh tubuh. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: