Dampak badan yang terlalu kurus bagi kesehatan

dampak terlalu kurus bagi kesehatanBanyak yang bilang bahwa kurus adalah lebih baik dariopada kelebihan berat badan atau obesitas. Namun, terlalu kurus juga bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan. Untuk mengetahui apa saja risiko utama memiliki tubuh yang terlalu kurus bagi kesehatan, maka baca terus artikel ini.

Karena semua media mendukung atau mempromosikan bentuk tubuh yang kurus itu indah, Anda mungkin merasakan dorongan untuk menjadi kurus seperti mereka. Oleh karena itu, Anda mungkin akan merasa terdorong untuk melakukan beberapa langkah-langkah menurunkan badan secara drastis seperti diet ketat, latihan olahraga yang berlebihan, dll , dengan tujuan untuk mengurangi angka kalori dan mencapai angka bobot yang langsing dan ramping. Namun merampas peryaratan alamiah tubuh telah terbukti berbahaya, dan mengundang berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Beberapa orang yang secara alami kurus merasa sangat sulit untuk menambah berat badan, sementara yang lain yang memiliki gangguan makan,merasa sulit untuk menjadi kurus. Apapun alasannya, untuk kesehatan yang baik adalah penting untuk memiliki berat badan yang ideal.

Berikut beberapa Masalah Kesehatan Serius yang terkait dengan tubuh terlalu kurus :

Masalah jantung

Jantung adalah organ yang paling penting yang mengatur sirkulasi darah ke seluruh tubuh agar organ tubuh yang lain dalam kondisi kerja yang baik. Namun, jika seseorang menjadi kurus atau mengalami penurunan berat badan yang mendadak, maka jantung bisa menjadi lemah karena hilangnya otot jantung. Hal ini akan menyebabkan denyut nadi menurun dan penurunan tekanan darah, yang dapat menyebabkan serangan jantung (dalam kasus yang ekstrim) . Berat badan berlebih juga dapat menyebabkan peningkatan risiko aritmia, yang menyebabkan ketidakteraturan detak jantung.

Pada tahun 2011 , sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Institute of Metabolic Science di Cambridge meneliti genetika dari sekitar 75.000 orang. Mereka menemukan bahwa orang dengan gen kurus cenderung memiliki lemak dalam darah mereka, yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung. Hal ini karena lemak yang disimpan secara internal sangat berbahaya, daripada lemak yang disimpan di bawah kulit.

Osteoporosis

Ini adalah suatu kondisi kesehatan utama yang ditandai dengan massa tulang yang rendah, yang membuat tulang menjadi rapuh dan lemah. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kerentanan patah tulang. Tulang pinggul dan tulang belakang adalah area utama yang lebih rentan terhadap patah tulang. Berat badan merupakan faktor penting untuk osteoporosis, karena mempengaruhi kepadatan tulang. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi 2010 Desember oleh Baltic Journal of Health and Physical Activity, kurus berarti memiliki kepadatan tulang yang rendah,  karena secara konstan kekurangan vitamin D dan kalsium. Dan orang yang memiliki massa tulang rendah berisiko lebih tinggi untuk osteoporosis daripada yang lain .

Sebuah studi yang dilakukan oleh Mayo Clinic menunjukkan bahwa meskipun menjadi kurus tidak menyebabkan arthritis, namun hal itu akan meningkatkan kesulitan jika berurusan dengan kondisi tersebut. Ada kemungkinan yang lebih besar terhadap peradangan yang lebih lanjut di seluruh tubuh, jika seseorang memiliki berat badan yang di bawah kisaran berat badan normal.

Anemia

Kurangnya kadar zat besi dalam tubuh akan menyebabkan anemia. Orang yang tidak makan dengan diet seimbang yang kurang asupan zat besi dan kurus, cenderung menderita anemia. Ini adalah suatu kondisi kesehatan yang disebabkan oleh penurunan jumlah sel darah merah.

Infertilitas

Kemungkinan disfungsional ovulasi lebih besar terjadi pada wanita yang berat badannya terlalu rendah, yang terbukti menjadi hambatan besar untuk bisa hamil. Wanita kurus cenderung mengalami siklus menstruasi yang sangat tidak teratur, dan bahkan aliran menstruasi yang tidak konsisten. Selain itu, wanita kurus tidak mampu mempertahankan dan menumbuhkan janin yang sehat. Hal tersebut karena mereka tidak memenuhi berat badan minimum,  dan lemak tubuh yang sangat penting untuk pembuahan. Baca juga: Penyebab Invertilitas pada Wanita

Bahkan pria yang terlalu kurus bisa menderita infertilitas. Studi yang dilakukan oleh peneliti Denmark (2004 , Infertilitas and Sterility) mengatakan bahwa ada hubungan yang erat antara berat badan pria dan jumlah sperma nya. Harus tepat, jika seorang pria yang berada di bawah kisaran berat badan standar, maka jumlah sperma nya sekitar 30 % lebih rendah daripada yang lain.

Kekurangan gizi

Orang-orang yang memiliki BMI (Body Mass Index) kurang dari normal, sering menderita kekurangan gizi yang parah. Misalnya, orang kurus kekurangan kalsium, dan karenanya mengalami kerapuhan tulang, yang selanjutnya tulang menjadi rentan mengalami kerusakan. Gizi lainnya adalah vitamin D, yang berguna untuk meningkatkan metabolisme kalsium. Individu yang terlalu kurus yang kekurangan vitamin D, mungkin bisa menderita penyakit yang disebut rakhitis. Juga, jika orang kurus kekurangan vitamin C dan zat besi, ia mungkin lebih rentan dengan anemia dan penyakit kudis.

Menurunnya tingkat Kekebalan

Imunitas adalah faktor yang paling penting untuk mencegah kerentanan terhadap infeksi tertentu dan penyakit. Orang yang terlalu kurus  sering menderita kekurangan gizi, yang dapat menyebabkan menurunkan kekebalan tubuh. Vitamin A dan C adalah dua nutrisi utama untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan menjadi kurus akan menjadi sarana untuk kehilangan nutrisi penting tersebut. Hasil dari sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah tubuh tidak memiliki kekuatan penuh untuk melawan bakteri atau virus penyebab penyakit.

Kelemahan

Makanan memberikan kita energi dan kekuatan untuk melakukan tugas-tugas rutin dengan tanpa merasa lelah. Namun, jika Anda memiliki gangguan atau masalah lain yang berhubungan dengan diet, maka Anda mungkin akan kehilangan berat badan yang berlebihan dan menjadi kurus. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan pasokan lemak dan nutrisi ke tubuh, dan Anda mungkin akan mengalami kelelahan atau kekurangan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Jumlah zat besi yang rendah dalam tubuh akan mengarah ke tingkat energi yang rendah karena anemia.

Depresi

Gangguan makan (anoreksia) memiliki hubungan yang erat dengan depresi dan kecemasan. Kurang gizi atau kurang berat badan dapat menyebabkan perubahan fisiologis, yang bisa berdampak besar pada suasana hati seseorang. Seperti disebutkan sebelumnya, orang kurus bisa menjadi terobsesi dengan kesempurnaan, yang dimulai dengan kebiasaan makan mereka. Mereka akan merasa dan menderita rendah diri, dan karenanya berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal.

Ketidakseimbangan Suhu inti tubuh

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa orang yang kurus seringkali  mengeluh kedinginan bahkan ketika suhu di luar cukup hangat ?. Hal ini karena suhu inti tubuh mereka tidak bisa diatur dengan benar. Bila Anda memiliki berat badan yang sehat, tubuh Anda akan terisolasi dengan lapisan lemak, yang akan membantu tubuh Anda tetap hangat. Orang yang kurus tidak memiliki lapisan lemak, dan karenanya mereka selalu merasa paling kedinginan. Meningkatkan berat badan beberapa kilo bisa membantu untuk mengatur suhu tubuh dan mencegah kedinginan.

Mungkin Anda juga Menyukainya :

loading...

Berikan komentar Anda: