Pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara kerja


Mendapat panggilan wawancara kerja adalah saat yang paling dinanti sekaligus saat yang mendebarkan.Bagaimana tidak, inilah saat yang paling menentukan apakah kamu layak diterima atau tidak.
Agar tidak merasa bingung berdebar, alangkah baiknya untuk di persiapkanlah diri sebaik baiknya sebelum mendatangi tempat wawancara.

Berikut 6 pertanyaan penting pada saat wawancara kerja yang paling sering diajukan dan jawaban terbaik untuk menjawabnya.

Tips ini dari Lindsey Pollak, penulis buku Getting from College to Career: Your Essential Guide to Succeeding in the Real World, yang kami kutip dari yahoo.com:

Pertanyaan yang sering diajukan pada saat wawancara kerja 1. Berapa gaji yang Anda minta?

Berikan kisaran gaji yang tepat sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan untuk Anda. Kemudian, berikan jumlah yang sedikit lebih tinggi dari kisaran tadi untuk memberikan ruang negosiasi.
Untuk fresh graduate, jangan menentukan jumlah gaji, jawab saja: ” Saya yakin perusahaan akan memberikan yang terbaik kepada saya ketika saya memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan”. Atau jika memang harus dijawab mengenai jumlah besaran, terlebih dahulu carilah referensi berapa standarisasi gaji yang berlaku didaerah sesuai dengan tingkat pendidikan. Karena seorang yang baru saja lulus masih belum memiliki pengalaman implementasi ilmunya pada dunia kerja. Lihat juga bagaimana profil perusahaan, apakah memiliki standarisi gaji tinggi, atau menerapkan standarisasi gaji yang kecil.

2. Apa yang Anda kerjakan di pekerjaan sebelumnya?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang menyebalkan, namun para pengusaha seringkali menanyakannya, jadi bersiaplah. Anda dapat mengatakan,  bahwa perusahaan Anda sebelumnya meminta kepada Anda untuk tidak mengungkapkan informasi saat dulu Anda dipekerjakan, atau Anda bisa memberikan saja informasi secara tidak mendetail. Mereka mungkin saja akan memeriksanya, jadi jawab dengan dengan jujur. Itu berarti, gaji Anda saat ini seharusnya tidak mendikte masa depan Anda.

Lihat Juga :  Tips Cara meningkatkan produktifitas kerja

3. Apa kelebihan dan kelemahan Anda?

Jangan membuat kelebihan Anda sebagai kelemahan Anda. Mereka tidak akan jatuh untuk itu. Sebaliknya, berbicaralah apa adanya,  dan bagaimana Anda mencoba untuk memperbaikinya. Cobalah mengatakan seperti, “Saya dulu merasa gugup saat menelepon klien, tapi kemudian saya menyadari bahwa semakin sering saya melakukannya, maka akan semakin menjadi mudah.” Dengan menunjukkan bahwa kelemahan Anda seolah-olah terjadi di masa lalu, (dan tunjukkan bahwa Anda peduli soal itu) itu berarti Anda bersedia untuk berubah dan berkembang.

4. Apakah Anda dekat dengan atasan lama Anda?

Anda memiliki atasan yang mengerikan?,, pewawancara tidak perlu tahu itu. Ditambah, mengungkapkan keburukan mantan bos Anda adalah sesuatu yang sangat berbahaya, karena pewawancara mungkin akan merasa khawatir bila suatu saat Anda akan melakukan hal yang sama kepada mereka jika Anda ternyata diterima bekerja. Cukup katakan “ya” dan lanjutkan hal yang lain.

5. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama Anda?

Jangan pernah mengeluh atau mengkritik sesuatu yang terjadi di masa lalu di pekerjaan Anda. Cobalah katakan sesuatu seperti, “Pekerjaan lama saya tidak sesuai dengan harapan saya, dan saya ingin tantangan yang baru.” Kemudian ungkapkanlah hal lainnya.

6. Bagaimana Anda mengatasi tantangan di tempat kerja?

Jangan berkata samar-samar. Berikan contoh nyata seperti, “Saya pernah diberi proyek besar di menit-menit terakhir.” Kemudian jelaskan bagaimana Anda mengatasi hal tersebut (mengerjakannya hingga larut malam, meminta bantuan dari sesama karyawan, dan lain-lain) dan jelaskan hasil akhirnya.

Semoga kamu bisa menjawab pertanyaan paling sering dan menentukan pada saat wawancara kerja, setelah mempelajari dan mempersiapkannya terlebih dahulu berdasarkan saran diatas.Dan yang paling penting, semoga diterima.Good Luck!

Lihat Juga :  Hosting Indonesia murah dan Terbaik

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: