6 Pertanyaan yang harus ditanyakan Pria ke dokter


harus ditanyakan pria ke dokterMengajak Ayah, Suami, atau Kakek Anda untuk mengunjungi dokter tidak selalu mudah.

Menurut Richard Sadovsky, asosiasi profesor kedokteran keluarga di SUNY Downstate Medical Center di New York City, sangat sulit bagi para pria untuk bertanya kepada dokter. Pria selalu ingin menjadi kebal,  dan tidak mau mengakui bahwa mereka mengalami masalah kesehatan.

Sangat sulit bagi pria untuk membahas masalah kesehatan yang preventif, karena ketika mereka pergi ke dokter, mereka hanya fokus pada apa yang menjadi masalah mereka pada saat itu. Sangat penting bagi pria untuk mengerti, bahwa dokter tidak hanya bertugas untuk membantu menyembuhkan penyakit, namun juga membantu Anda untuk menjalani kehidupan yang lebih panjang dan sehat.

Pertanyaan yang harus ditanyakan Pria ketika memeriksakan diri ke dokter

Jadi pada saat pria pergi ke dokter, atau jika Anda seorang pria yang terlalu takut untuk memulai pembicaraan tertentu – bawalah daftar pertanyaan yang harus ditanyakan oleh setiap pria, sehingga Anda bisa yakin akan semua kebutuhan kesehatan yang perlu ditangani. Berikut daftar 6 pertanyaan yang Pria harus tanyakan ketika cek kesehatan ke dokter :

1. Apakah saya perlu kolonoskopi?

Pertanyaan ini harus pertama kali ditanyakan oleh laki-laki yang sudah berusia 50 atau lebih tua. The Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa kanker usus telah menewaskan 27.073 orang pada tahun 2010 – data terakhir yang tersedia. Namun penyakit itu bisa diobati jika dideteksi lebih awal.  Colonoscopi adalah sesuatu yang harus didapatkan semua orang, “kata Sadovsky. Kolonoskopi bisa mendeteksi polip prakanker sebelum berkembang, sehingga bisa dicegah tanpan perawatan lebih invasif di kemudian hari. Dengan kata lain,  Colonoscopi memungkinkan untuk menghentikan kanker sebelum terjadi. Pria harus mendapatkan cekkolonoskopi setiap tujuh sampai 10 tahun, dan jika tes menunjukkan adanya polip, dokter mungkin akan menyarankan lebih sering.

2. Apakah saya ada resiko untuk kanker prostat?

Banyak pria menghindari menanyakan pertanyaan ini kepada dokter, karena umumnya mereka gugup tentang tes. Untuk orang yang berisiko, tes untuk kanker prostat bisa sesederhana seperti halnya tes darah. Menanyakan tentang risiko kanker prostat bisa memungkinkan Anda dan dokter untuk berdiskusi tentang kesehatan Anda dan menentukan tes yang diperlukan jika ada.

3. Bagaimana cara memeriksa kanker testis untuk diri sendiri?

Umumnya Pria harus memeriksakan diri untuk kanker testis secara teratur, idealnya sebulan sekali. Untuk melakukannya, pegang testis Anda antara ibu jari dan telunjuk, gulung bolak-balik, dan rasakan apakah ada benjolan dan perubahan ukuran atau konsistensi. Bicaralah dengan dokter Anda, jika Anda melihat perubahan atau memerlukan bantuan pemeriksaan.

4. Apakah saya perlu mendapatkan vaksinasi?

Meskipun Anda mungkin dulu sudah divaksinasi polio, campak, dan penyakit anak lainnya, itu tidak berarti Anda akan terlindungi dari segala sesuatu.  Vaksin dianggap sebagai sesuatu untuk anak-anak, tetapi orang dewasa juga harus memikirkan ini juga.  Vaksin utama yang diberikan untuk dewasa termasuk pneumonia, herpes zoster dan vaksin flu musiman. Sangat penting berbicara dengan dokter tentang apa yang Anda butuhkan, sehingga Anda bisa terlindungi sebaik mungkin.

5. Apakah saya sudah mengambil suplemen yang tepat?

Pria seringkali mengobati dirinya sendiri dengan mengambil suplemen tertentu dari mendengar teman, kata ahli diet Molly Morgan, penulis “The Skinny Rules.”  Mereka umumnya mengambil suplemen tanpa berbicara dengan dokter, mengenai apakah suplemen itu benar atau sesuai bagi mereka, “katanya. Jika Anda pergi ke dokter, anda akan mendapatkan suplemen yang benar untuk Anda.

Beberapa suplemen bisa mengganggu obat-obatan, jadi penting bertanya kedokter sebelumnya sebelum mengambil.

6. Apa perubahan yang  ada sejak kunjungan terakhir saya?

Ketika mengunjungi dokter untuk masalah kesehatan tertentu, pria seringkali tidak berpikir tentang gambaran kesehatan yang lebih mereka secara keseluruhan, kata Sadovsky. Setiap kali Anda berada didepan dokter adalah kesempatan yang baik untuk menjadi pasien yang diberdayakan, bertanyalah tentang tanda-tanda vital dan cek darah sehingga Anda bisa melihat perubahan setelah Anda berada disana terakhir.  Dokter Anda harus memiliki riwayat gula darah Anda, kadar kolesterol Anda dan tekanan darah Anda, dan Anda harus periksa ulang setiap kali Anda kembali ke dokter.

Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung, dan gula darah, yang menempatkan Anda pada risiko tinggi diabetes. Jadi penting untuk mendapatkan data dasar, dan memastikan cek tidak naik terlalu tinggi.  Mengetahui Angka-angka Anda sangat penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan tanda-tanda awal penyakit.

Pertanyaan lainnya adalah pilihan gaya hidup pribadi Anda, kata Sadovsky. Jika Anda merokok, misalnya, Anda harus bertanya mengenai cara mendapatkan diskrining untuk kanker paru-paru. Tetapi pada akhirnya, satu-satunya cara agar bisa mengambil manfaat sepenuhnya dari janji dengan dokter Anda adalah membuat pertanyaan menjadi seperti percakapan. Jangan hanya duduk secara pasif dengan hanya mendengarkan apa yang dikatakan dokter –  ajukanlah pertanyaan, bahkan jika Anda iikir itu memalukan, seperti bertanya tentang disfungsi ereksi . Dokter akan membantu apa saja untuk pasiennya, namun itu hanya bisa dilakukan jika pasien memberitahukan apa yang mereka butuhkan. [source ]

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: