Penyebab Kram dan Nyeri Menstruasi


Istilah medis untuk menyebut nyeri Kram yang mungkin terjadi sebelum dan sesudah menstruasi adalah dismenore . Ada dua jenis dismenore,  yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder.

Dismenore primer adalah sebutan lain untuk kram menstruasi secara umum. Kram ini biasanya mulai timbul setelah satu hingga dua tahun setelah seorang wanita mulai mendapatkan menstruasi. Nyeri biasanya dirasakan di perut bagian bawah atau punggung, bisa ringan atau berat. Kram menstruasi seringkali mulai terjadi sesaat sebelum atau pada awal periode bulanan dan terus satu sampai tiga hari. Rasa nyeri akibat kram ini biasanya akan berkurang  jika seorang wanita sudah berusia diatas 20 tahun dan mungkin akan berhenti sepenuhnya setelah wanita sudah melahirkan bayi pertamanya.

Baca juga : Manfaat Kunyit untuk mengatasi masalah Menstruasi

Dismenore sekunder adalah nyeri menstruasi yang disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi wanita. Kram ini biasanya terjadi lebih awal pada siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya.

Penyebab, gejala, dan cara meredakan nyeri akibat Kram menstruasi

Penyebab umum Kram Menstruasi

Kram menstruasi umumnya(dismenor primer)  disebabkan oleh kontraksi otot didalam rahim. Rahim adalah organ berongga berbentuk buah pir di mana janin tumbuh, dan akan mengalami kontraksi sepanjang siklus menstruasi. Jika kontraksi rahim terlalu kuat bisa menekan pembuluh darah di dekatnya, menghentikan pasokan oksigen ke dalam jaringan otot rahim.  Nyeri adalah rasa yang ditimbulkan ketika bagian dari otot tidak menerima pasokan oksigen. Para ahli juga percaya bahwa Zat seperti hormon (prostaglandin) yang ikut menimbulkan rasa sakit dan peradangan dan memicu kontraksi otot rahim. Tingginya tingkat prostaglandin dihubungkan dengan kram menstruasi yang lebih parah.

Lihat Juga :  Penyebab keputihan

Ketika seorang wanita memiliki penyakit di organ reproduksinya, kram bisa menjadi masalah. Jenis kram ini disebut dengan dismenore sekunder. Kondisi yang dapat menyebabkan dismenore sekunder meliputi:

  • Endometriosis , suatu kondisi di mana jaringan lapisan rahim (endometrium) ditemukan di luar rahim. Hal ini bisa mempengaruhi kesuburan.
  • Penyakit radang panggul , infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai di dalam rahim dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya. Hal ini bisa meningkatkan telur dibuahi diluar rahim.
  • Stenosis (penyempitan)  leher rahim, bagian bawah rahim, sering disebabkan oleh jaringan parut.
  • Tumor (juga disebut “fibroid” ), atau daging tumbuh pada dinding dalam rahim.
  • Pada beberapa wanita, pembukaan leher rahim mungkin terlalu kecil, sehingga menghambat aliran menstruasi, menyebabkan peningkatan tekanan yang menyakitkan dalam rahim.

Gejala Kram Menstruasi

  • Nyeri di perut (Rasa nyeri bisa parah.)
  • Merasa ada tekanan di perut
  • Nyeri pada pinggul, punggung bawah, dan paha bagian dalam
  • Kram yang parah mungkin bisa menimbulkan Sakit perut, kadang-kadang disertai dengan muntah dan Mencret

Cara meringankan rasa Nyeri akibat Kram Menstruasi

Untuk meredakan kram menstruasi ringan:

  • Ambil aspirin atau pereda nyeri lain. Catatan: yang terbaik minum obat-obat ini secepat pendarahan atau kram mulai terjadi.
  • Meletakkan bantal pemanas atau botol air panas pada punggung bagian bawah atau perut. Mandi air hangat juga bisa meringankan.

Selain itu, Anda juga harus:

  • Berstirahat bila diperlukan.
  • Hindari makanan yang mengandung kafein dan garam.
  • Hindari merokok dan minum alkohol.
  • Pijat punggung bagian bawah dan perut.
  • Wanita yang teratur berolahraga seringkali hanya sedikit merasa sakit saat menstruasi. Untuk membantu mencegah kram,  lakukan olahraga sebagai bagian dari rutinitas mingguan Anda.
Lihat Juga :  Obat yang tidak boleh diberikan pada Bayi

Periksakan diri ke dokter Kandungan, lebih-lebih jika gejala terasa parah, berlanjut, atau Anda sudah pernah melahirkan bayi. Dokter akan mendiagnosa kemungkinan penyebab dismenore sekunder yang berkaitan dengan masalah kesehatan reproduksi. Termasuk jangan pernah minum obat pereda nyeri tanpa ijin dari ahli kesehatan yang bersertifikat.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: