Penyebab dan Cara mengatasi penyakit kuning pada bayi

Penyebab dan Cara mengatasi penyakit kuning pada bayiPenyebab dan Cara mengatasi penyakit kuning pada bayi – Kehadiran sang buah hati kedunia bagi keluarga adalah suatu kebahagiaan yang tak terhingga. Karena kebahagiaan itulah yang membuat para orang tua menjadi diliputi kecemasan jika melihat ada sesuatu yang tak biasanya pada bayi mereka. Salah satu hal yang biasa dicemaskan orang tua kepada bayinya adalah kondisi kuning atau penyakit kuning. Penyakit kuning sebenarnya memang lumrah untuk seorang bayi, namun karena ketidak tahuan maka hal ini bisa menjadi kecemasan. Walaupun tergolong sebagai kondisi yang umum, namun kuning yang bersifat patologis yaitu yang terjadi lebih lama harus segera diketahui dokter agar segera mendapat perawatan intensif. Jika tidak segera diatasi,  kuning jenis ini bisa membahayakan terutama otak bayi. Lebih lanjut dapat menyebabkan bayi kejang serta gangguan terkait otak lainnya. Untuk itu, baca lebih lanjut artikel ini untuk menambah pengetahuan kesehatan dan tak perlu untuk cemas lagi.

Berikut Penyebab dan Cara mengatasi penyakit kuning pada bayi

 

Lalu apa penyebab bayi bisa kuning¦.?

Ada dua sifat dari kondisi Bayi kuning, yaitu yang bersifat fisiologis (normal)dan yang bersifat patologis. Hampir dari 50% bayi yang lahir normal dapat mengalami kuning (jaundice). Sementara bayi yang lahir prematur memiliki resiko bayi kuning lebih besar, karena memang organ belum siap sepenuhnya. Warna kuning pada bayi disebabkan karena pigmen kuning atau yang dikenal dengan istilah kedokteran sebagai bilirubin dalam darah jumlahnya meningkat. Bilirubin ini terjadi akibat pemecahan sel-sel darah merah sewaktu bayi lahir.

Saat bayi masih dalam kandungan,  bilirubin indirek akan dibuang melalui plasenta. Selanjutnya oleh organ Hati si Ibu bilirubin akan diolah (dikonyugasikan) menjadi bilirubin direk untuk dibawa ke usus selanjutnya dibuang lewat tinja.
Tetapi setelah bayi dilahirkan kedunia, maka proses tadi haru dilakukan sendiri oleh organ Hati si bayi. Karena fungsi hati bayi masih belum sempurna, maka proses ini akan berjalan lambat, sehingga kadar bilirubin indirek tetap tinggi di dalam darah. Bilirubin indirek inilah yangkemudian akan masuk kepada jaringantubuh bayi,  termasuk jaringan kulit,  sehingga menyebabkan bayi kelihatan kuning mulai dari badan sampai ke ujung kaki tergantung dari derajat tinggi kadar bilirubinnya. Selain kulit bayi yang terlihat kuning, warna kuning juga lebih tampak pada putih mata si kecil. Terutama pada bayi lahir prematur, organ hati mereka kemungkinan besar memang lebih belum siap.

Kondisi bayi kuning yang bersifat bersifat fisiologis (normal)

Pada bayi yang normal pada umumnya kadar birilubin akan berangsur menurun dengan sendirinya seiring dengan bertambah sempurnanya fungsi organ Hati, yang bisa berlangsung selama sekitar 3-4 hari setelah lahir. Pada hari ke tujuh, bayi normal biasanya sudah tidak berwarna kuning lagi. Inilah penyakit kuning yang bersifat fisiologis (normal). Kondisi ini tentu tidak berbahaya bagi bayi.

Kondisi bayi kuning yang bersifat patologis (penyakit)

Jenis penyakit kuning yang patologis biasanya akan timbul lebih cepat,  yakni 24 jam setelah kelahiran, dan peningkatan kadar bilirubin berlangsung lebih cepat. Jenis penyakit kuning yang patologis ini bisa disebabkan oleh karena adanya infeksi, ketidakcocokan golongan darah si Ibu dan si bayi, serta kasus yang jarang bisa disebabkan oleh kurangnya enzim G6PD (Glukosa 6 Phosphate Dehidrogenase). Enzim ini terdapat dalam dinding sel darah merah yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel darah merah.
Warna Kuning yang karena ketidakcocokan golongan darah terjadi seandainya si Ibu bergolongan darah O, sedangkan bayinya bergolongan darah A atau B. Ketidakcocokan juga terjadi jika golongan darah ibu rhesus negatif sedangkan si bayi rhesus positif.

Kadar bilirubin normal sekitar 2 mg/dl. Bayi mulai kelihatan kuning jika kadar bilirubin sudah mencapai 6-7 mg/dl. Namun seandainya kadar sudah mencapai lebih dari 12 mg/dl maka bayi perlu mendapat perawatan di Rumah Sakit,  agar kadar bilirubin tidak bertambah tinggi lagi. Perawatan dilakukan dengan meletakkan bayi di box kemudian dilakukan therapi sinar (fototherapi). Tujuan therapi ini untuk mengubah bilirubin yang ada di jaringan kulit yang tidak larut dalam air menjadi larut dalam air sehingga bisa dibuang lewat kencing. Disamping itu, bayi yang kuning akan diberi suntikan antibiotik jika dicurigai penyebabnya oleh karena infeksi.
Jika kadar bilirubin diatas 20 mg/dl biasanya dokter mulai memikirkan kemungkinan dilakukannya tranfusi darah (tranfusi tukar). Hal yang ditakutkan jika bilirubin tinggi sekali, yaitu beresiko dapat menembus barrier otak, sehingga dapat merusak sel-sel otak dimana bayi bisa mengalami kejang-kejang. Efek jangka panjang bisa terjadi kelumpuhan, gangguan pendengaran, penurunan kecerdasan serta kelainan neurologis lainnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi bayi kuning:

  • Berikan ASI atau cairan sebanyak dan sesering mungkin kepada bayi Anda.
  • Jemur Bayi Anda dibawah sinar matahari pagi antara pukul 06.30-07.30. Buka seluruh pakaian bayi/telanjang, namun tetap diperhatikan kulit bayi agar tidak terjadi iritasi oleh sinar matahari. Lindungi mata bayi (tutup dengan kain) agar bayi tak silau terkena sinar matahari.
  • Perhatikan kondisi bayi Anda, apakah ia tampak lebih lemas, tidak aktif, tidak mau menyusui, serta tangisnya kurang kuat? (hanya bisa merintih). Jika hal itu terjadi, maka segeralah memeriksakan bayi Anda ke dokter atau rumah sakit.
  • Jika bayi kuning tak juga hilang lebih dari 2 minggu, segera larikan Bayi ke dokter /Rumah Sakit agar segera mendapat perawatan intensif. Kalau perlu, jangan menunggu 2 minggu untuk mendatangi ahli kesehatan.

Terimakasih telah membaca artikel Penyebab dan Cara mengatasi penyakit kuning pada bayi. Bantulah mereka yang mungkin sangat membutuhkan informasi ini melalui tombol SHARE FB/twitt/G+ dibawah ini:


This entry was posted in Jenis jenis penyakit, Merawat Bayi and tagged , , .

Komentar: