Pembungkus makanan Plastik yang membahayakan kesehatan


Seringkali sesuatu yang kita anggap baik bagi kesehatan ternyata juga masih bisa salah juga. Misalnya makanan yang dibungkus. Pembungkus makanan memang sangat berguna untuk melindungi makanan, namun dalam beberapa kasus, ternyata pembungkus makanan itu sendiri adalah sumber penyakitnya. Jadi siapa yang salah?, Tentu si pembuat bungkus itulah yang salah. Namun sebagai konsumen kita perlu berhati-hati terhadap apa saja yang berkaitan dengan kesehatan, dan banyaklah mencari pengetahuan agar terhindar dari resiko kesehatan.

Berikut pembungkus makanan/minuman yang dari plastik dan kertas yang sudah akrab dengan kehidupan sehari-hari kita, yang ternyata beresiko sangat membahayakan bagi kesehatan:

Botol plastik bekas air minum kemasan yang dipakai ulang

Pembungkus makanan Plastik yang membahayakan kesehatanMungkin sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat banyak, yaitu menggunakan botol bekas minuman mineral yang tak terpakai untuk wadah minuman kembali. Sebenarnya botol plastik tersebut hanya untuk sekali pakai, atau maksimal hanya boleh dua kali saja. Alasannya, bahan plastik dari botol ini menggunakan bahan polyethylene terephthalate atau PET, yang diketahui mengandung zat karsinogen (beracun). Jika memang harus memakai ulang, tak boleh lebih dari seminggu, serta harus terlindung dari sinar matahari. Mencuci botol ini justru akan melarutkan zat karsinogen tersebut kedalam minuman kita.

 

 

Kertas untuk membungkus makanan

Pembungkus makanan Plastik yang membahayakan kesehatanKertas memang sangat murah dan praktis untuk membungkus sesuatu  termasuk makanan. Beberapa kertas yang memang untuk kemasan makanan, atau kertas non-kemasan seperti koran /majalah bekas diketahui mengandung timbal (Pb) yang melebihi batas aman. Timbal adalah jenis logam berat, yang akan meracuni tubuh melalui makanan maupun pernafasan. Logam berat yang terkonsumsi selanjutnya ini akan terbawa aliran darah,  dan kemudian beredar ke organ dalam tubuh, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang. Sifat logam berat adalah mengendap, sehingga lama kelamaan akan terkumpul dan menimbulkan penyakit dikemudian hari. Keracunan timbal pada orang dewasa akan ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) and paralysis (kelumpuhan), dan bersifat kronik /akut .

Lihat Juga :  Dampak Buruk kebanyakan minum Minuman manis

Hati hati, karena biasanya kertas koran/majalah, atau kertas berlapis plastik khusus makanan sangat umum dipergunakan oleh penjual gorengan, atau banyak jenis makanan yang lain. Yang lebih fatal adalah ketika makanan masih panas yang langsung dibungkus, karena hal ini akan mempercepat dan mempermudah perpindahan logam berat timbal ke makanan. Sebaiknya mempergunakan pembungkus lain yang berbahan lain, misalnya rantang atau lainnya.

Pembungkus makanan dari Styrofoam

Pembungkus makanan Plastik yang membahayakan kesehatanBahan pengemas styrofoam atau polystyrene saat ini telah populer, dimana sudah banyak digunakan sebagai pengganti dari pembungkus kertas. Styrofoam yang dibuat dari polistyren ini memang lebih baik dan praktis dari pada kertas, karena tidak mudah bocor, lebih mudah dibawa,  dan lebih memudahkan penjual makanan. Namun apakah styrofoam lebih aman?..

Ternyata riset terkini membuktikan bahwa styrofoam masih diragukan soal keamanannya. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

Jenis bahan plastik yang aman dan berbahaya bagi kesehatan

Memang tidak semua bahan plastik bisa membahayakan bagi kesehatan, namun masih saja ada plastik yang menggunakan bahan yang bisa bereaksi dan mengkontaminasi makanan. Berikut jenis dan bahan kimia pada pastik, serta keamanannya:

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: