Minuman manis pada anak perempuan menyebabkan menstruasi pertamanya lebih cepat


Makanan Perusak Gigi
Mengonsumsi minuman manis sudah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Dan sekarang, sebuah studi terbaru menemukan bahwa anak gadis yang sering minum minuman manis memiliki kemungkinan mendapatkan menstruasi lebih awal daripada mereka yang tidak mengkonsumsi minuman manis; plus berpotensi risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Karin Michels, asosiasi profesor di Harvard Medical School di Boston,  menerbitkan temuan mereka dalam jurnal Human Reproduction .
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), sekitar setengah dari penduduk AS mengkonsumsi minuman manis pada hari tertentu, termasuk sekitar 60% nya adalah dari golongan perempuan berusia 2-19 tahun.

Minuman manis telah berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, dengan banyak penelitian mengasosiasikan minuman manis dengan peningkatan berat badan pada anak-anak dan remaja. Baca juga : Dampak terlalu banyak dan sering makan gula

Penelitian terbaru ini, bagaimanapun adalah yang pertama untuk mengasosiasikan konsumsi minuman manis pada anak perempuan dengan usia menstruasi pertama.

Untuk mencapai temuan mereka, Prof. Michels dan timnya menganalisis 5.583 anak perempuan yang berusia 9-14 tahun yang merupakan bagian dari Growing Up Today Study, yang melibatkan 16.875 anak peserta dari Nurses Health Study II.

Pada studi awal pada tahun 1996, tak satu pun dari gadis-gadis itu mulai menstruasi. Mereka kemudian ditindaklanjuti sampai tahun 2001, dimana yang 159 jumlah anak perempuan (3% dari peserta) sudah mulai mendapat menstruasi.

Pada beberapa titik selama masa studi 5 tahun, gadis-gadis itu diminta untuk mengisi kuesioner diet yang diungkapkan mengkonsumsi minuman manis yang mengandung gula tambahan seperti sukrosa, glukosa, dan sirup jagung.

Mereka ditanya seberapa sering mereka mengkonsumsi satu porsi minuman ini, seperti satu gelas/kaleng soda atau satu gelas/botol es teh manis. Untuk menilai efek dari minuman dengan pemanis buatan dan pemanis alami, gadis-gadis itu juga ditanya seberapa sering mereka mengkonsumsi porsi soda atau jus buah.

1,5 porsi minuman manis per hari dikaitkan dengan mulainya menstruasi 2,7 bulan lebih awal

Para peneliti menemukan bahwa rata-rata perempuan yang mengonsumsi lebih dari 1,5 porsi minuman manis akan mulai menstruasi 2,7 bulan lebih awal daripada anak gadis yang mengonsumsi dua atau lebih sedikit porsi minuman ini setiap minggu.

Terlebih lagi, tim peneliti menemukan bahwa pada setiap usia anak perempuan antara 9 dan 18,5 tahun yang mengonsumsi lebih dari 1,5 porsi minuman manis perhari adalah sekitar 24% lebih mungkin untuk mulai menstruasi pada bulan berikutnya dibandingkan anak perempuan yang minum manis dua atau lebih sedikit porsi setiap minggu.

Secara keseluruhan, anak-anak perempuan yang meminum minuman yang paling manis mulai menstruasi berusia 12,8 tahun, sedangkan mereka yang minum sedikit mulai menstruasi berusia 13 tahun.

Tim tidak menemukan hubungan antara mengkonsumsi minuman dengan pemanis buatan atau pemanis alami dan usia haid pertama.

Hasil ini tetap signifikan, bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi usia menstruasi pertama, seperti indeks massa tubuh atau Body Mass Index(BMI), berat badan lahir, aktivitas fisik yang tinggi, suku / ras, genetika, dan seberapa sering anak-anak makan malam dengan keluarga mereka.

Mengomentari temuan tersebut, Prof. Michels mengatakan:

“Studi kami meningkatkan kekhawatiran tentang konsumsi minuman manis yang semakin meluas diantara anak-anak dan remaja di Amerika Serikat dan di tempat lain.”

“Perhatian utama lainnya adalah tentang obesitas, tetapi penelitian Kami menunjukkan bahwa usia menstruasi pertama yang terjadi sebelumnya secara independen dari indeks massa tubuh pada kalangan perempuan dengan konsumsi tertinggi minuman manis dengan gula tambahan. Temuan ini penting dalam konteks sebelumnya yaitu pubertas lebih awal pada anak perempuan, yang telah dieliti di negara-negara maju dan untuk alasan yang tidak diketahui. “

Tim peneliti mencatat bahwa minuman manis memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada minuman dengan manis alami, yang dapat memicu naiknya konsentrasi insulin. Peningkatan konsentrasi insulin ini dapat menyebabkan kenaikan konsentrasi hormon seks, yang akhirnya dapat menyebabkan menstruasi lebih awal – penjelasan potensial untuk temuan tim.

Temuan mungkin menunjukkan peningkatan risiko kanker payudara

Para peneliti mengatakan temuan mereka meningkatkan kepedulian kepada menstruasi dini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara .

Mereka mengatakan, penurunan 1 tahun menstruasi pertama diperkirakan meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 5%. “Dengan demikian, mundurnya menstruai pertama 2,7 bulan mungkin memiliki dampak sederhana terhadap risiko kanker payudara.”

“Jumlah minuman manis yang dikonsumsi oleh anak-anak perempuan dalam kategori tertinggi Kami adalah lebih dari 1,5 porsi per hari, namun kemungkinan ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan konsumsi pada populasi tertentu lainnya – di mana kita akan mengharapkan penurunan yang lebih dramatis dalam usia masa menstruasi pertama(menarche), “tambah mereka.

“Yang paling penting adalah petingnya kesehatan masyarakat mengkonsumsi minuman bergula pada saat usia menarche, dan kemungkinan resiko kanker payudara tidak boleh diabaikan karena kebiasaan mengkonsumsi minuman manis dapat rubah.”(source)

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: