Manfaat Mendengarkan Musik untuk Bayi


Manfaat diperdengarkan musik untuk anakManfaat Mendengarkan Musik untuk Bayi – Seperti mungkin yang telah banyak kita dengar, bahwa musik bermanfaat bagi perkembangan bayi baru lahir. Bukan hanya pada saat mereka masih bayi saja, karena hari-hari sikecil berikutnya juga penting jika musik dijadikan dari bagian hidup si kecil. Memperdengarkan musik  minimal tiga kali sehari, yaitu waktu pagi saat bangun tidur, pengantar tidur siang setelah lelah bermain, hingga sebagai senandung pengantar tidur. Ketahui alasannya, kenapa musik dapat berpengaruh terhadap janin dan bayi

Mendengarkan musik bagi bayi atau balita tidak hanya untuk kesehatan fisiknya, tapi juga untuk kesehatan mental dan perkembangan otak atau kognitifnya. Berdasarkan penelitian, sejumlah ahli telah membuktikan manfaat mendengar musik untuk bayi dan balita. Musik yang umumnya disarankan oleh para ahli adalah musik klasik, jadi tak sembarangan musik nih,,.

Musik yang diperdengarkan kepada bayi diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang indah konstruktif dan bersahabat, selaras dan terdengar ramah bagi bayi/janin. Karya Musik yang dianjurkan untuk diperdengarkan kepada bayi/janin selama kehamilan antara lain musik klasik gubahan Wolfgang Amedeus Mozart yaitu Elvira Madigan dari Konser Piano nomer 21 dalam nada dasar C mayor, KV 467 Konser Seruling nomer 1 dalam nada dasar D, KV 285 dan Kuartet Seruling nomer 2 dalam nada dasar G, KV 285 a. (Lingerman, 1983).

Berikut 4 Manfaat memperdengarkan musik bagi janin/bayi/balita

1. Meningkatkan kemampuan motorik.

Penulis buku Learning Before Birth: Every Child Deserves Giftedness, Dr Brent Logan, menyatakan, bayi (bahkan janin) yang mendengarkan musik, perkembangan detak jantung dan fisiknya akan menjadi lebih baik. Irama musik terbukti mampu menstimulus bayi agar senang bergerak. Respons seperti ini tentunya akan membantu perkembangan fisik bayi, dalam hal kekuatan, koordinasi dan kontrol motoriknya.

Lihat Juga :  Perkembangan bayi dalam kandungan - Trimester kedua (14-26 minggu)

2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

Masih menurut Logan, musik bisa membantu perkembangan otak bayi dalam hal  menerima informasi. Kemampuan ini kelak yang akan mempengaruhi keterampilannya dalam berkomunikasi.

Pakar Neuroscience, Dr Dee Joy Coulter, yang juga penulis buku Early Childhood Connection: The Journal of Music and Moment-Based Learning, mendukung pernyataan ini. Menurut Coulter, permainan yang melibatkan musik akan cepat meningkatkan keterampilan berbahasa anak,  sekaligus cepat menambah kosakatanya. Kelak ia akan tumbuh menjadi anak yang mampu mengorganisasikan ide serta cepat memecahkan masalah.

3. Memiliki pencernaan lebih baik.

Bayi yang terekspos musik akan memiliki pencernaan yang lebih baik,  karena rasa rileks yang diterimanya. Dampaknya, efisiensi metabolismenya meningkat dan akhirnya pertambahan berat badannya lebih cepat baik.

4. Meningkatkan kemampuan matematika.

Menurut hasil penelitian psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat, ada kaitan erat antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi. Juga keterampilan di bidang sains, ketika nanti anak sudah bersekolah. Musik juga mampu meningkatkan inteligensi spasialnya (ruang kecerdasan)hingga sebanyak 46 persen,  dibanding anak-anak yang tidak mendengakan  musik.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: