Manfaat Bermain dengan Boneka untuk Anak-anak


Manfaat bermain bonekaMungkin Anda sudah menyaksikan betapa Anak balita perempuan Anda sangat menyukai dan menikmati ketika ia bermain dengan bonekanya. Apakah Anda pernah berfikir kenapa kok bisa begitu?… Kenapa?, padahal diusia bayi ini ia masih belum mengerti tentang apapun?.. Ya, kita tak banyak tahu selain karena memang sudah menjadi kecenderungan alami di usia anak-anak. Namun yang jelas, mereka seolah seperti menemukan hal baru yang sangat menarik minat mereka.

Selain sudah menjadi kecenderungan alami, bermain dengan boneka memiliki banyak manfaat, termasuk peningkatan keterampilan motorik dan keterampilan sosial. Sebagai orang tua, boneka karakter favorit anak mudah ditemukan oleh para orang tua. Sebagai contoh, boneka-boneka yang ada di serial TV anak-anak populer banyak menawarkan kenyamanan bagi anak-anak dari segala usia.

Manfaat bermain boneka bagi anak

  • Anak akan belajar keterampilan sosial yang penting ketika mereka bermain dirumah. Anak juga akan belajar untuk berbicara satu sama lain dengan cara seolah menyusui boneka seolah bayi, memberi makan, dan memasukkannya ke tempat tidur.
  • Mengembangkan imajinasi anak-anak, rasa tanggung jawab, dan media boneka merupakan salah satu contoh terbaik dari belajar sambil bermain.
  • Semacam role play yang sangat baik untuk melatih anak ketika menjadi dewasa nanti,  karena hal itu mengajarkan tentang bagaimana untuk merawat dan mencintai bayi.
  • Anak Bisa memperluas pada set kosakata praktis dan belajar tentang rutinitas rumah.
  • Rasa Empati Dan kasih sayang adalah dua emosi utama yang tumbuh ketika anak bermain dengan boneka. Mereka akan mulai memahami diri mereka sendiri dan memahami bahwa orang lain juga memiliki perasaan.

Bermain boneka Ketika masih bayi

Saat masih bayi, anak-anak pertama kali diperkenalkan boneka karena mereka melihatnya sebagai obyek kenyamanan. Pada tahap awal pengembangan anak, boneka bisa membantu mengajar anak bagaimana cara menggunakan tangan mereka. Dengan menggenggam, meraih, dan mencoba untuk menahan bonekanya, maka bayi secara otomatis akan memperkuat tangan mereka serta belajar bagaimana memahami menggunakan jari-jari mereka. Bermain dengan boneka di usia muda juga bisa sangat bermanfaat bagi fikiran anak. Anak-anak biasanya akan mulai memanfaatkan imajinasi mereka antara usia satu dan dua tahun – dan bermain dengan boneka mereka pada usia dini akan melibatkan daya kreatif dan kognitif anak.

Lihat Juga :  Gejala Autisme

Bermain boneka ketika sudah balita

Ketika bayi tumbuh menjadi balita, mereka mulai mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana untuk “mengurus” boneka mereka, yang dapat mengajari mereka nilai-nilai kasih sayang dan tidak mementingkan diri sendiri. Ketika mereka memberi pakaian untuk boneka, memindahkan, dan bermain dengan aksesoris boneka, maka keterampilan motorik mereka akan berkembang dan meningkat secara dramatis. Pada usia ini, anak mulai menampilkan keterampilan sosial, dan bermain dengan boneka bisa mengajarkan mereka cara yang positif untuk berinteraksi sosial.

Bermain boneka ketika sudah seumuran sekolah

Ketika sang balita mulai menjadi dewasa dengan usia yang cukup umur untuk bersekolah, bermain dengan boneka hanya lebih untuk meningkatkan keterampilan sosial mereka. Dengan membuat skenario imajiner untuk boneka mereka, mereka akan memiliki kemampuan untuk melihat sesuatu yang melampaui diri mereka sendiri, untuk memahami dampak dari sebuah tindakan, dan untuk mengembangkan kekuatan penting – seperti rasa empati untuk orang lain. Selain itu, dalam setting di sekolah, anak-anak yang bermain dengan boneka akan belajar untuk bertukar boneka mereka, serta imajinasi mereka dengan anak yang lain.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: