Kenapa stress bisa menyebabkan penyakit?


Kenapa stress bisa menimbulkan penyakit?Kenapa stress bisa menyebabkan penyakit?– Stress, sebuah masalah yang bisa muncul dimana saja dan bisa menjangkiti siapa saja. Apapun yang terjadi didalam kehidupan kita, bisa berpotensi menghadirkan stress. Lalu kenapa stress banyak disebut sebagai ibu dari segala macam penyakit?,,

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya kita ketahui dulu apa definisi dari stress itu. Stress adalah ketegangan yang melibatkan emosional dan fisik, akibat tanggapan dari berbagai tekanan dari luar.

Ada dua faktor yang mempengaruhi seseorang untuk stress, yaitu :

Faktor Internal: Diakibatkan oleh kondisi tertentu dari orang itu sendiri. Misalnya rasa khawatir dan takut karena kondisi psikologis, misalnya takut mengalami kecelakaan, atau phobia lain. Karena kondisi fisik seseorang, misalnya menderita penyakit.

Faktor eksternal: Akibat mengalami kehidupan kantor yang buruk, tekanan ekonomi, kehidupan yang  berantakan dsb.

Gejala yang ditimbulkan akibat stress

Stress pun menunjukkan gejala yang bisa dirasakan, dan bahkan melalui gejala stress inilah seseorang bisa mederita sakit fisik. Gejala-gejala yang mungkin timbul akibat stress adalah , sulit tidur, merokok dalam jumlah tidak seperti biasanya, minum minuman keras, padahal sebenarnya tak suka, depresi, sakit perut, sakit kepala, makan tidak teratur, menyendiri, dsb.

Akibat stress terhadap tubuh, sehingga dapat memicu timbulnya berbagai penyakit

Saat kita stress oleh karena berbagai sebab, misal bekerja keras sepanjang hari, bertengkar, di PHK ataupun berhadapan dengan singa, pusat emosi kita dalam otak, akan mengantarkan pesan-pesan saraf (impuls) ke hipothalamus, yaitu suatu bagian dari pusat emosi kita yang terletak dibagian dasar dan tengah otak besar. Kemudian, hipothalamus akan mengolah impuls saraf tersebut, memproduksi dan melepaskan suatu zat yang disebut CRH (Corticothropin Releasing Hormone) kepada bagian otak lain yang berada dibawahnya, hipofisis atau pituitari. CRH selanjutnya akan merangsan hipofisis untuk melepaskan ACTH (Adrenocorticotropin Hormone) ke dalam sirkulasi darah.
ACTH yang membanjiri sirkulasi darah suatu saat akan mencapai kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal kanan dan kiri tubuh kita dan memerintahkan kelenjar ini untuk memproduksi dan mengeluarkan zat yang sudah lama kita kenal yaitu adrenalin, noradrenalin dan kortisol. Keseluruhan rantai sinyal di atas sering disebut sebagai HPA aksis (Hipothalamus-Pituitary-Adrenal).
Adrenalin dan noradrenalin inilah yang bertindak sebagai komando dalam tubuh kita selanjutnya dalam memerintah kan berbagai macam organ untuk merubah ritme dasar proses fisioligisnya menjadi lebih cepat dan kuat.

Lihat Juga :  Cara merawat rambut keriting

Beberapa efeknya adalah sebagai berikut: Pertama, hormon ini meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung serta meningkatkan tekanan darah, dengan maksud untuk meningkatkan suplai oksigen, nutrien, metabolit dan zat lainnya melalui darah ke organ-organ tubuh lainnya, terutama otak dan otot. Kedua, adrenalin dan noradrenalin merelaksasi otot-otot polos dalam saluran napas, sehingga ruang saluran napas menjadi lebar, aliran udara dan pertukaran gas (Oksigen dan Karbondioksida) menjadi lebih optimal. Ketiga, mengoptimalisasi proses pemecahan cadangan energi dalam otot,  sehingga siap digunakan untuk menghasilkan energi, menghambat pembentukan cadangan energi dalam liver dari glukosa dan lemak. Dengan demikian, meningkatkan kadar gula dan asam lemak dalam darah untuk siap digunakan. Ketiga efek di atas menyebabkan kita siap untuk fight, secara fisik dan meningkatkan fokus dari pikiran kita terutama saat menghadapi suatu stressor.(forumsains.com)

Beberapa Penyakit yang bisa timbul akibat stress

Darah Tinggi

Pada orang stress akan mengalami tekanan yang terus menerus pada fikiran, maka kerja jantung seperti dipaksa untuk memompa darah lebih keras karena kerja fisik yang meningkat. Akibat stress juga memicu produksi hormon tertentu, yang bisa meningkatkan resiko darah tinggi.Kurang istirahat akibat sulit tidur, merokok lebih banyak, makan tidak teratur karena stress juga memicu penyakit darah tinggi.

Mudah terkena infeksi

Orang yang sering stress juga rentan terkena infeksi. Hal ini karena stress juga memicu pembentukan hormon kortisol semakin meningkat.Akibatnya, tubuh akan mengalami mmunosupresi alis mudah terkena infeksi.

Alergi yang lebih parah

Menurut sebuah penelitian di Ohio State University tahun 2008, pikiran gelisah dan tidak tenang dapat memperparah kondisi pada penderita alergi. Hormon stres diyakini memicu produksi imunoglobulin E (IgE), yakni protein dalam darah yang menyebabkan reaksi alergi.

Lihat Juga :  Cara Menghindari Stress

Sakit perut

Pada orang stres, risiko mengalami sakit perut meningkat 3 kali lipat dibandingkan saat rileks. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi sebuah teori menyebutkan bahwa jaringan syaraf di otak dan usus saling terhubung. Ketika syaraf otak bereaksi terhadap stres, syaraf di usus menangkap sinyal yang sama dan memberikan respon tertentu misalnya rasa mulas.

Sakit kepala serta migrain

Menurut Todd Schwedt, MD, direktur pusat sakit kepala di Washington University, daya tahan tubuh bisa menurun karena stres lalu memicu migrain . Untuk menghindarinya, pastikan pola makan dan tidur dalam sepekan selalu terjaga.

Menyebabkan sakit jantung

Meskipun belum secara medis belum diketahui hubungan antara penyakit jantung dan stress secara persis, namun hal ini sangat erat kaitannya dengan berubahnya pola hidup. Pada saat stress, maka tekanan darah akan naik, dan parahnya diiringi dengan tindakan buruk yang semakin meningkat, seperti makan berlebihan, bekerja tanpa menggunakan fikiran (forsir), meningkatnya konsumsi rokok, tak mau olahraga, dsb. Inilah yang bisa menyebabkan sakit jantung.

Stress adalah Ibu dari segala macam penyakit?

  • Darah tinggi > memicu stroke dan jantung
  • Meningkatnya produksi glukosa > meningkatnya resiko menderita diabetes > Komplikasi
  • Sistem kekebalan tubuh menurun > Infeksi> Migrain
  • Sistem pencernaan nonaktif sementara > Sakit perut

Jadi setujukah Anda, jika Stress disebut sebagai ibu dari segala macam penyakit?,,

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: