Kegunaan, sumber makanan, dan dampak kekurangan VITAMIN D


Kegunaan, sumber makanan, dan dampak kekurangan VITAMIN DKekurangan vitamin D akan menyebabkan tubuh kita mudah terkena penyakit, seperti osteoporosis, osteopenia, diabetes, hipertensi serta penyakit kardiovaskular lainnya, kanker payudara, dan kanker endometrium. Sedangkan jika kelebihan vitamin D  juga bisa menyebabkan beberapa penyakit.

Sebenarnya, penyakit tertentu akibat kelebihan vitamin D tidak ada, hanya saja organ tubuh bisa mengalami kerusakan. Konsumsi sehari-hari vitamin ini secara berlebihan akan membebani kinerja ginjal dan dapat menyebabkan gangguan. Namun kasus kelebihan Vitamin D dari makanan sangatlah kecil, kecuali mengambilnya setiap hari dari suplemen yang tanpa anjuran tepat. Kekurangan vitamin D adalah yang paling umum ditemui, daripada kasus kelebihan.

Kegunaan, sumber makanan, dan dampak kekurangan VITAMIN D

Kegunaan utama vitamin D bagi tubuh kita adalah mencegah berbagai macam virus dan bakteri yang menyerang tubuh. Dengan kata lain, vitamin D yang memberikan daya tahan terhadap tubuh kita, agar tak mudah terserang penyakit.

Selain itu, fungsi Vitamin D adalah membantu tubuh Kita agar bisa menyerap kalsium melalui usus dan menyimpannya kedalam tulang. Dengan demikian Vitamin D penting untuk mempercepat proses pertumbuhan tulang dan gigi, juga menjaganya agar tak mudah rapuh. Jadi jika kekurangan vitamin D, maka tubuh kita tidak akan mampu menyerap kalsium dengan baik. Akibatnya, pertumbuhan dan kekuatan tulang akan terganggu, sehingga bisa menyebabkan masalah tulang seperti osteoporosis, gangguan pertumbuhan tulang pada Anak, serta  gigi yang rapuh.

Vitamin D juga merupakan pro – hormon yang bertugas mengedarkan kalsium dari pencernaan melalui darah ke tulang, jantung, otak, paru-paru dan organ tubuh lain yang memerlukannya.

Kebutuhan asupan harian vitamin D yang direkomendasikan, menurut United States Institute of Medicine adalah :

  • Bayi 0-6 bulan : 400 IU / hari *
  • Bayi 6-12 bulan : 400 IU / hari *
  • Umur 1-70 tahun : 600 IU / hari ( 15 mg / hari )
  • Umur 71 + tahun : 800 IU / hari ( 20 mg / hari )
  • Wanita Hamil / menyusui : 600 IU / hari ( 15 mg / hari )
Lihat Juga :  Makanan penyebab asam lambung tinggi

*) menunjukkan Adequate Intake ( AI ) untuk bayi, RDA belum ditetapkan untuk bayi.

Makanan minuman sumber Vitamin D

Vitamin D terbanyak yang bisa diperoleh adalah dari paparan sinar matahari pagi, yang bekerja untuk mineralisasi tulang,  dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di dalam sistem pencernaan, sehingga kadar dalam darah akan meningkat.Ada beberapa jenis makanan yang merupakan sumber terbaik Vitamin D, seperti sayuran hijau, jeruk, stroberi, tomat, brokoli, minyak ikan cod, telur, salmon,  mackerel, ikan tuna, sarden, serta sereal atau margarin yang diperkaya dengan vitamin D.

Dampak dan Gejala Kekurangan Vitamin D

Pembentukan tulang yang abnormal adalah salah satu gejala kekurangan vitamin D, yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih parah. Gejala kekurangan vitamin D lainnya adalah perasaan gelisah, dahi selalu berkeringat, mudah tersinggung dan juga pembengkakan pada sendi dan tulang rawan. Jika pada anak-anak yang kekurangan vitamin D biasanya akan terlihat gemuk, meskipun berat badannya rendah.

Gejala kekurangan vitamin D yang paling parah adalah pembentukan tulang kaki pada anak-anak yang tidak normal, yaitu kaki berbentuk cekung(x) atau cembung(O). Perut mereka juga terlihat membesar dan diikuti dengan sembelit. Hal ini umumnya karena asupan kekurangan vitamin D semenjak masih bayi, terutama kurangnya asupan susu. Karena kekurangan vitamin D, maka asupan fosfor dan kalsium tidak dapat terpenuhi.

Dampak dan Gejala kelebihan Vitamin D

Gejala kelebihan vitamin D biasanya ditandai dengan perasaan gugup, emosional atau mudah marah. Sedangkan gejala secara fisik,  yang dapat diamati adalah dehidrasi dan sakit kepala parah. Gejala dalam jangka jangka panjang bisa menyebabkan kelainan neurologis, bentuk otot yang mulai tidak cocok, gatal-gatal, lemah dan lelah. Bahkan juga dapat mengganggu saluran kemih, produksi urin yang berlebihan, dan adanya batu ginjal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan gejala kesehatan jangka panjang.

Lihat Juga :  Hasil penelitian terbaru tentang efek mendengarkan musik

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: