Daftar Jenis penyakit akibat Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh


Virus HIV AIDSSistem kekebalan tubuh adalah mekanisme pertahanan tubuh dari penyakit dan infeksi. Tentu, sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik akan menyumbang daftar panjang pada gangguan sistem kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme yang paling kuat dan efisien tubuh untuk mempertahankan diri melawan segala macam bakteri dan parasit yang selalu mengancam setiap saat. Sistem kekebalan tubuh yang menemukan benda yang dianggap asing dalam tubuh, maka ia akan mengambil tindakan untuk menghancurkannya. Ada beberapa jenis bakteri, virus, dan benda asing berbahaya lainnya yang berpotensi menginfeksi dalam tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh kita memproduksi antibodi khusus untuk setiap jenis mikro-organisme. Jika tidak demikian, kita akan semua akan menjadi korban dari masalah infeksi yang membahayakan tubuh. Namun, sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi dengan baik justru bisa menjadi malapetaka di dalam tubuh, yang menyebabkan sejumlah besar penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.

Daftar macam-macam Penyakit Sistem kekebalan tubuh

Penyakit dan gangguan sistem kekebalan tubuh yang dikategorikan tergantung dari aktivitas sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif berpotensi banyak untuk membahayakan kesehatan, dari pada sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif. Berikut ini adalah daftar gangguan sistem kekebalan tubuh, tergantung pada aktivitas sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh kurang Aktif bisa menyebabkan

  • Immune Deficiency Conditions
  • SCID (Severe Combined Immunodeficiency)
  • AIDS

Sistem kekebalan yang terlalu aktif bisa menyebabkan

  • Alergi (yang disebabkan oleh jenis makanan, obat-obatan, sengatan serangga, atau zat tertentu)
  • Anafilaksis
  • Asma
  • Penyakit autoimun

Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh lain

  • Chediak Higashi Syndrome
  • Common Immunodeficiency Variabel
  • Hay Fever
  • Hives
  • HTLV (Human T-lymphotropic Virus Type I)
  • Hyper-IgE Syndrome (Hyperimmunoglobulin E Syndrome)
  • Hyper-IgM Syndrome (Hyper Immunoglobulin M Syndrome)
  • Primary Immune Deficiency
  • Selective IgA Defisiensi (Selective Immunoglobulin A Defisiensi)
  • Alergi Kulit
  • XLA (X-Linked agammaglobulinemia)
Lihat Juga :  Apakah penyakit lupus - Penyebab dan ciri-ciri Lupus

Penjelasan singkat : beberapa Penyakit akibat gangguan sistem kekebalan tubuh

Immune Deficiency Conditions:  adalah kelompok besar penyakit sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari berbagai macam penyakit yang menekan sistem kekebalan tubuh. Seringkali, penyebab Immune Deficiency Conditions didasari oleh penyakit kronis. Gejala-gejala dari Immune Deficiency Conditions adalah sama dengan penyakit apa yang mendasarinya.

SCID: SCID adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang diturunkan. Penyebab SCID adalah serangkaian kelainan genetik, terutama dari kromosom X. Beberapa jenis infeksi yang berulang umum terjadi pada orang yang menderita SCID. Selain itu, penderita juga rentan terhadap meningitis, pneumonia, campak, cacar air, candida oral, cold sores, kelainan darah, dll. Penyakit sistem kekebalan tubuh SCID pada anak-anak akan mulai terlihat dalam 3 bulan pertama kelahiran.

AIDS: HIV / AIDS adalah masalah kegagalan sistem kekebalan tubuh yang serius, yang merupakan penyebab terbanyak kematian di seluruh dunia. AIDS akan terjadi pada tahap akhir dari perkembangan HIV, dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh gagal total – dan setelah itu kesehatan penderita akan memburuk perlahan-lahan. AIDS dianggap sebagai penyakit menular seksual yang paling mengancam jiwa, yang dapat ditularkan melalui kontak fisik(seksual), transfusi darah, berbagi jarum suntik, dan sejenisnya. Kemungkinan bertahan hidup pada pasien AIDS bisa ditingkatkan, setelah didiagnosis dan menjalani perawatan. Penyakit Sistem kekebalan tubuh AIDS akan membuat penderita rentan pilek dan flu, dan yang serius seperti pneumonia dan kanker.

Alergi: Alergi bisa didefinisikan sebagai respon sistem kekebalan yang berlebih terhadap zat yang umumnya tidak berbahaya. Ada banyak alergen,  seperti serbuk sari, spora jamur, getah karet, dan makanan tertentu seperti kacang atau obat-obatan seperti penisilin. Dalam banyak kasus, ada lebih dari satu alergen yang merangsang reaksi alergi. Sementara itu gejala alergi sering merupakan masalah ringan, dan bantuan medis sangat disarankan untuk mendiagnosis dasar penyebabnya.

Lihat Juga :  Gejala, penyebab dan cara pengobatan Sinusitis

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: