Jenis-jenis Pemanis buatan – Amankah bagi kesehatan?


Jenis Pemanis buatanPemanis buatan sudah ada selama beberapa dekade. Anda mungkin tidak banyak mengenali nama-nama mereka, tapi Anda mungkin mengenalnya melalui sajian direstoran, dibandara, atau tercantum dalam label produk makanan tertentu. Inilah pemanis buatan, dan ada banyak salah pengertian tentangnya.

Ada banyak preferensi yang melekat dengan makanan dan minuman yang manis.

Preferensi bawaan untuk makanan manis, ditambah dengan akses yang tak terbatas, dan konsumsi berlebihan, sebagian besar makanan manis telah berkontribusi terhadap epidemi kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian telah menemukan bahwa sejumlah besar gula yang ditambahkan kedalam diet secara keseluruhan berhubungan dengan asupan kalori yang lebih tinggi dan kualitas diet yang lebih rendah. Hal ini bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Banyak orang telah mengganti asupan gula dengan pemanis buatan untuk mengurangi asupan kalori – dan oleh karena ini, kini juga banyak pertanyaan dan mitos tentang pemanis buatan yang muncul.

Jenis-jenis pemanis buatan

Jadi kami mengumpulkan semua yang anda perlu tahu tentang pemanis buatan. Ada 7 Jenis Utama Pemanis buatan atau pemanis Non-Nutrisi yang telah disetuju. FDA USA membuat batasan asupan harian yang bisa diterima per kilogram berat badan.

  • Aspartam: 160-220 kali lebih manis dari sukrosa (gula meja), tidak cocok untuk memasak /memanggang.
  • Sakarin: 300 kali lebih manis dari sukrosa, dapat digunakan dalam memasak/kue.
  • Sucralose: 600 kali lebih manis dari sukrosa, dapat digunakan dalam memasak / memanggang.
  • Acesulfame-K: 200 kali lebih manis dari sukrosa, dapat digunakan dalam memasak/kue.
  • Stevia: 250-300 kali lebih manis dari sukrosa, beberapa dapat digunakan memasak / kue.
  • Neotame: Seringkali dikombinasikan dengan pemanis lainnya, termasuk pemanis nutrisi dan non-nutrisi, bisa digunakan dalam memasak/kue.
  • Gula alkohol: Ini termasuk erythritrol, isomalt, laktitol, malitol, manitol, sorbitol, dan xylitol. Pemanis ini terbentuk secara alamiah dalam buah-buahan dan sayuran, dan juga bisa diuat oleh manusia. Tidak bebas kalori seperti pemanis buatan, tetapi mengandung kalori lebih sedikit daripada gula biasa.
Lihat Juga :  Bahayanya dan ciri makanan yang mengandung Boraks atau bleng

Mitos dan Fakta terbesar seputar pemanis buatan :

1. Mitos:  Pemanis buatan tidak aman:

Fakta : Academy of Nutrition and Dietetics : Keamanan pemanis buatan telah dipelajari selama beberapa dekade, dan hasilnya telah terbukti aman bila digunakan sesuai aturan. Tidak menyebabkan kanker, cacat lahir atau masalah perilaku. The National Cancer Institute dan lembaga kesehatan menyetujui jika pemanis buatan ini aman.

2. Mitos: Pemanis buatan meningkatkan nafsu makan Anda

Fakta: Menurut analisis terbaru dari semua penelitian yang diterbitkan pada ” low-calorie sweeteners and their effect on appetite” oleh Academy of Nutrition and Dietetics, pemanis berkalori rendah tidak berefek terhadap nafsu makan pada orang dewasa.

Perlu digaris bawahi :

Menggunakan pemanis buatan adalah pilihan pribadi, harus dibuat untuk diri mereka sendiri. Pemanis berkalori rendah bisa membantu dalam menurunkan berat badan dan usaha memanajemen berat badan, hanya jika digunakan sebagai pengganti dari makanan dan minuman tinggi kalori.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: