Jenis-jenis dan Golongan Jin


 

Sebelum kita membahas tentang Jin, apakah Anda sudah tahu apakah makhluk tersebut?.
Masyarakat lebih umum mengetahui, bnahwa jin adalah makhluk halus atau makhluk yang tak kasat mata. pengertian tersebut memang sudah benar, sebab kosakata “jin”, adalah berasal dari bahasa arab yang berarti “tersembunyi” atau “disembunyikan”. Syaikh al-Islam berkata: “Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia.”
Dalam banyak cerita masyarakat dan ajaran Islam, bahwa Jin itu tinggal dalam dunia pararel bersama dengan manusia. Jin, Manusia dan malaikat adalah merupakan ketiga jenis Makhluk ciptaan Allah. Tentang asal jin, Allah menjelaskan, kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas, dijelaskan dalam Al-Hijr dan Ar-Rahman,
“…dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr 15:27). Dalil dari hadits riwayat Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian.” .
Seperti halnya manusia, bangsa Jin juga memiliki dua sifat yang bertentangan, yaitu baik dan jahat. Hal ini seperti didalam Al-Quran Surah ke 72 Al-Jin ayat 11 dan 14:“Wa-annaa minnaa alshshaalihuuna waminnaa duuna dzaalika kunnaa tharaa-iqa qidadaan”
[72:11] Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda beda.Dan
“Wa-annaa minnaa almuslimuuna waminnaa alqaasithuuna faman aslama faulaa-ika taharraw rasyadaan”[72:14] Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang ta’at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang ta’at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.
Lihat Juga :  Perjodohan Paksa(kawin paksa), menurut Hukum Islam dan Undang-Undang Hukum Negara

Golongan Jin

Banyak dikatakan Jika Jin ada 2 jgolongan, yaitu Jin Islam (baik)  dan Jin Kafir (jahat).  Jin juga Sama dengan manusia, jin juga memiliki kehendak bebas, dimana yang memungkinkan mereka untuk memilih jalan hidupnya (seperti mengikuti agama apapun). Kalangan bangsa jin juga ada yang menganut ateis, menyembah matahari, bahkan menyembah sesama jin, animisme, dinamisme, namun ada juga yang beragama Majusi, Yahudi, dan Nasrani. Hal ini sebagaimana layaknya manusia yang memiliki keyakinan dan aqidah yang berbeda-beda. (wikipedia – Jin)

Jin syaitani (jahat atau fasiq)

Iblis adalah Jin pertama yang menolak Perintah Allah untuk bersujud kepada Adam(manusia pertama), yang sebelumnya memiliki nama Azazil. Bersama dengan Malaikat, Azazil diperintah untuk bersujud kepada Adam oleh Allah. Namun seketika itu azazil membangkangnya, dan membuat Allah menjadi murka dan menyebutnya dengan panggilan”Iblis”.  Dengan demikian Iblis dikatakan sebagai  “bapaknya para setan”, karena ia yang pertama membangkang perintah Allah. Setan sendiri adalah istilah kata sifat yang menunjukkan kedurhakaan kepada Allah, yang bisa berlaku kepada Bangsa Jin maupun Manusia yang mengajarkan kesesatan. Pendapat ini diperkuat pada surah Al-An’am, yang terjemahannya:
…dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (Al-Anam :112)

Jin yang mewarisi sifat-sifat iblis merupakan jenis Jin syaitan, dimana yang akan selalu mengganggu atau menggoda manusia hingga akhir jaman. Hal ini sesuai dengan janji iblis setelah dikutuk Allah tidak akan pernah masuk surga, yaitu supaya mendapatkan teman dari golongan manusia dineraka nanti.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: