Fakta dan Mitos seputar Kemandulan


Fakta dan Mitos seputar KemandulanAda begitu banyak mitos yang berkembang tentang infertilitas. Pasien seringkali mengabaikan hal penting dalam pengobatan, dan percaya jika hal itu hanyalah karena masalah sebelum bisa hamil tanpa campur tangan medis. Misalnya, merokok, kelebihan mengkonsumsi kopi atau alkohol bisa berdampak negatif terhadap kesuburan.
Infertilitas pada dasarnya adalah ketidakmampuan wanita untuk hamil atau memperoleh keturunan. Pasangan yang berhubungan dengan infertilitas banyak dosodori dengan saran-saran,  mulai dari harus makan ini, harus menghindari itu untuk agar cepat hamil. Dengan banyaknya hal yang boleh dan tidak boleh yang datang dari semua penjuru, adalah wajarjika membuat semakin bingung tentang apa yang harus dilakukan untuk mengobati infertilitas. Berikut tentang beberapa faktor penting yang bisa mempengaruhi kesuburan.

Mitos dan Fakta seputar kemandulan(infertilitas) dan kesuburan

Mitos : Ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan keturunan selalu yang disalahkan adalah pihak wanita yang mandul.

Fakta: Infertilitas tidak selalu merupakan masalah kesehatan wanita. Adalah mitos bahwa hanya wanita yang bisa tidak subur. Perkiraan menunjukkan bahwa 35-40 % dari pasangan yang mengalami masalah konsepsi adalah karena infertilitas pada pria.

Mitos : Mengadopsi bayi bisa membantu untuk bisa cepat hamil.

Fakta: Infertilitas adalah gangguan reproduksi, dan tidak akan bisa hanya diselesaikan dengan cara mengadopsi bayi. Perawatan medis yang tepat juga diperlukan untuk mengatasi masalah infertilitas.

Mitos : Jika Tubuh Kita sehat, usia tidak mungkin bisa mempengaruhi kesuburan.

Fakta: Faktor-faktor seperti usia selalu bisa mengurangi kesempatan Anda untuk hamil. Tidak peduli seberapa sehat Anda, setelah usia tertentu maka kemampuan untuk hamil juga kurang. Misalnya, kesuburan wanita mulai berkurang sejak usia 27. Setelah 35, wanita berada pada peningkatan risiko mengalami kemandulan dan keguguran. Pada usia 40, kemungkinan seorang wanita untuk bisa hamil sudah berkurang hingga sebesar 95 % . Tidak heran umur merupakan faktor yang sangat penting UNTUK menentukan tingkat kesuburan.

Mitos : Infertilitas adalah karena gangguan masalah seksual.

Fakta : Meskipun disfungsi seksual bisa membuat sulit untuk hamil, namun akan salah jika menyimpulkan bahwa infertilitas adalah karena gangguan seksual. Infertilitas tidak selalu karena menderita masalah seperti libido rendah dan masalah disfungsi seksual. Ada banyak pasangan yang tak bisa memperoleh keturunan, walaupun memiliki kehidupan seks yang sehat.

Mitos : Berat badan tidak mempengaruhi kesuburan.

Fakta: Kelebihan berat badan atau terlalu kurus adalah dua faktor umum yang dapat berdampak negatif pada tingkat kesuburan. Sel-sel lemak dalam tubuh kita bertanggung jawab untuk memproduksi estrogen – hormon yang berperan penting dalam pemeliharaan kesuburan agar optimal. Terlalu rendah atau kelebihan lemak tubuh bisa  mengganggu keseimbangan estrogen, yang dapat berdampak negatif terhadap kesuburan. Tidak ada ahli yang berpendapat bahwa gaya hidup aktif untuk menjaga berat badan yang sehat adalah kunci untuk meningkatkan peluang hamil.

Mitos : Penggunaan pil KB menurunkan kesuburan.

Fakta: Pil KB tidak memiliki dampak negatif pada kesuburan, seperti yang telah dibuktikan beberapa kali oleh berbagai penelitian. Pendapat yang mengatakan bahwa setelah minum pil KB selama bertahun-tahun, maka wanita akan mengalami kesulitan untuk hamil adala mitos. Ini adalah kesalah pahaman yang perlu dibantah. Segera setelah Anda berhenti minum pil KB, maka tingkat kesuburan Anda akan kembali normal. Pil KB atau beberapa metode kontrasepsi lain hanya mencegah kehamilan saat dibutuhkan, dan tidak merusak sistem reproduksi wanita atau pria.

Mitos : Jika telah melahirkan sekali, maka tidak akan mengalami infertilitas setelahnya.

Fakta: Pendapat yang mengatakan jika masalah infertilitas tidak mungkin terjadi setelah melahirkan anak pertama adalah mitos. Sebagaimana telah disebutkan di atas, faktor usia kemungkinan menurunkan tingkat kesuburan. Wanita yang berusia 30 an, pertengahan  atau akhir  selalu berrisiko yang lebih besar terhadap infertilitas sekunder, yang berarti kesulitan untuk bisa hamil yang kedua kalinya.

Mitos : Stres menyebabkan kemandulan. Jadi, hanya dengan mengatasi stres maka sudah bisa membantu mengatasi ketidaksuburan.

Fakta : Meskipun stres dapat menyebabkan masalah kesuburan, namun dalam kebanyakan kasus hal itu bukanlah penyebab utama infertilitas . Juga, tidak ada hubungan yang secara langsung yang bisa menegaskan bahwa stres bisa menyebabkan kemandulan. Jadi, dengan hanya bersantai dan menghilangkan stres saja tidak akan membantu Anda untuk bisa hamil. Klasifikasi infertilitas karena masalah psikologis adalah menyesatkan, karena lebih banyak masalah fisik yang membutuhkan penagnanan oleh dokter kandungan/ginekolog dan urolog pada kasus-kasus kemandulan pada wanita dan pria.

Mitos : mengonsumsi makanan tertentu bisa mengatasi masalah kesuburan.

Fakta: Klaim bahwa makanan tertentu bisa menurunkan atau meningkatkan kesuburan masih belum mendapatkan dukungan secara ilmiah. Namun ini tentu tidak berarti bahwa Anda harus mengabaikan diet sehat Anda. Diet sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan reproduksi yang optimal. Namun, teori yang mengatakan hanya mengonsumsi makanan tertentu bisa membuat lebih baik atau memperburuk kemungkinan untuk hamil tidak bisa dijelaskan.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: