Efek samping Obat penghilang rasa sakit saat Hamil


Cara mengkonsumsi antibiotik yang benarWanita hamil yang mengambil obat penghilang rasa sakit bisa peningkatan risiko bayi cacat lahir. Asupan obat penghilang rasa sakitĀ  juga bisa mengakibatkan keguguran karena asupan obat penghilang rasa sakit. Cari tahu lebih banyak berbagai efek samping obat penghilang rasa sakit pada wanita hamil dalam artikel ini .

Efek samping dan dampak minum obat penghilang rasa sakit selama kehamilan bagi Bayi

Tahukah Anda ?
Dokter biasanya memperingatkan untuk penggunaan obat penghilang rasa sakit selama kehamilan .

Sakit dan nyeri sudah umum terjadi pada saat kehamilan. Baik itu nyeri kaki, nyeri panggul, atau kram perut, dan ketidaknyamanan kehamilan ini hanya bisa dihindari. Dalam rangka mengatasi masalah kehamilan ini, sering orang berpikir untuk minum obat penghilang rasa sakit. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa obat penghilang rasa sakit bisa membahayakan bagi janin.

Meskipun obat penghilang rasa sakit bisa membantu meringankan ketidaknyamanan, namun dalam beberapa tahun terakhir banyak dikhawatirkan tentang efek sampingnya. Apa pun yang dikonsumsi wanita selama sembilan bulan kehamilan, pada akhirnya juga akan sampai ke janin. Mengingat fakta ini, maka mengambil obat penghilang rasa sakit bisa berisiko bagi kesehatan bayi .

Obat penghilang rasa sakit Selama Kehamilan

The American Journal of Obstetri dan Ginekologi telah melaporkan sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti CDC, yang menunjukkan bahwa obat penghilang rasa sakit opioid meningkatkan kemungkinan kejadian cacat lahir. Untuk lebih spesifik, dua obat penghilang rasa sakit opioid yang sering digunakan, yaitu kodein dan hydrocodone, bisa menyebabkan cacat jantung bawaan pada bayi yang belum lahir jika diambil pada saat tahap awal kehamilan. Obat-obat ini juga bisa meningkatkan risiko glaukoma kongenital, spina bifida, dan hidrosefalus. Obat opiat memiliki kemampuan untuk melewati penghalang pada plasenta, dan bisa mempengaruhi janin. Tak heran, mengambil opiat selama kehamilan merupakan penyebab masalah serius, dan oleh karenanya harus dihindari. Anak-anak yang dilahirkan nantinya akan menghadapi masalah perilaku dan kemampuan belajar yang buruk, jika ibu mereka sering menggunakan opioid selama kehamilan.

Lihat Juga :  Bayi terasa menendang-nendang diperut

Obat penghilang rasa sakit opioid juga membawa dua kali risiko terkena sindrom hipoplasia jantung kiri (sisi jantung kiri kurang berkembang) pada janin yang sedang berkembang. Namun, penelitian ini juga mencatat bahwa cacat lahir karena obat penghilang rasa sakit opioid cukup jarang terjadi dan langka, namun kita harus berhati-hati dan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.

OxyContin (pereda nyeri opioid) bisa mendatangkan malapetaka pada anak yang belum lahir, jika sering digunakan selama kehamilan. Dalam sebuah, seorang wanita hamil yang memakai OxyContin melahirkan bayi yang menderita kejang pada rahim. Hal ini disebabkan karena penggunaan OxyContin yang berlebihan pada 12 minggu pertama kehamilan. Selain itu juga ditemukan bahwa bayi menjadi sangat tergantung pada obat penghilang rasa sakit opioid. Bayi tersebut kemudian diberikan metadon dalam waktu yang singkat untuk menghilangkan gejala obat opioid.

Bayi yang sudah terkena semacam penyalahgunaan obat memiliki bisa masalah kesehatan seperti diare dan tremor. Juga, bayi tersebut memerlukan rawat inap selama berminggu-minggu sebelum ketergantungan obat akhirnya bisa hilang.

Penggunaan NSAID(obat anti inflamasi) Selama Kehamilan

Penggunaan aspirin, ibuprofen, dan naproxen, yang biasa dijual sebagai obat anti inflamasi non-steroid juga bisa meningkatkan kemungkinan keguguran, jika diambil pada saat konsepsi, atau pada minggu-minggu awal kehamilan .

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: