Efek samping Minuman jus apel


Efek samping minuman jus apelJus apel mungkin sudah menjadi pilihan minuman sehat, yang lebih banyak menyediakan nutrisi dan vitamin. Namun hal itu juga telah menimbulkan banyak kekhawatiran tentang adanya efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan minuman ini. Jus apel kemasan tak mungkin dibuat murni tanpa bahan tambahan lainnya, dan yang pasti gula tambahan dan bahan pengawet yang diikutsertakan didalamnya. Bahkan biasa jadi, aroma apel yang dihasilkan sepenuhnya adalah senyawa fermentasi atau zat perasa. Bahkan, jus apel yang diklaim 100% murni pun tak bisa menjamin jika bebas dari efek samping.

Efek samping jus apel bagi kesehatan

Ahli gizi mengatakan efek samping jus apel lebih besar pada anak-anak. Anak anak paling suka rasa manis, sehingga akan lebih banyak mengkonsumsi jus apel. Pada anak-anak, efek yang paling terlihat adalah masalah kegemukan dan kerusakan gigi. Jus apel memiliki banyak kalori, nutrisi alami, dan dalam beberapa kasus juga banyak mengandung gula.

Menyebabkan diare

Apel dan jus apel mengandung sorbitol, yaitu gula alami yang sulit dicerna. Jus apel kemungkinan juga mengandung pemanis buatan sorbitol kimia. Ketidakmampuan usus untuk menyerap senyawa ini bisa menyebabkan masalah diare. Bahkan hanya sedikit saja minum jus apel dapat menyebabkan diare jika memiliki kepekaan terhadap sorbitol.

Menyebabkan sembelit

Jus apel tidak mengandung banyak serat, yaitu hanya menyediakan 0,5 g . Kombinasi antara kandungan gula alami dan pemanis buatan dalam jus apel mungkin bisa menyebabkan konstipasi jika minum dalam jumlah banyak. Makan-makanan yang tinggi gula dapat memicu sembelit, sementara serat membantu mengurangi risiko sembelit. Makan buah apel akan lebih banyak memberikan serat, daripada jus apel walaupun tanpa pemanis.

Masalah perut Kembung

Seperti halnya dengan diare, minum – minuman yang kaya sorbitol seperti jus apel juga dapat memicu gas – yang dapat membuat perut kembung. Walaupun pada umumnya bukan masalah yang berbahaya, namun biasanya efek samping ini sangat menjengkelkan . Jika Anda bereaksi terhadap sorbitol , minum jus ini mungkin bukan menjadi pilihan yang baik untuk Anda.

Lihat Juga :  Penyebab dan Cara mengatasi cegukan

Batu Ginjal

Jangan minum jus apel jika Anda cenderung mengembangkan batu ginjal. Hal ini jus apel mengandung oksalat, yang dapat memicu pembentukan batu kalsium oksalat. Bukti yang diterbitkan “American Journal of Epidemiology” pada edisi Februari 1996 dari menunjukkan, bahwa peserta studi yang mengonsumsi 240 ml jus apel setiap hari menunjukkan peningkatan risiko pembentukan batu ginjal hingga 35%. Berkonsultasilah dengan ahli gizi atau untuk membicarakan hubungan antara konsumsi jus apel dan batu ginjal.

Mengandung arsen

Arsenik adalah senyawa kimia yang bersifat karsinogen pada tubuh manusia. Consumer Reports menguji 88 sampel jus apel dan jus anggur dari New York, New Jersey dan Connecticut,  dan menemukan bahwa 10 persen dari sampel mengandung jumlah kadar arsenik yang melebihi standar air minum federal 10 bagian per miliar (PPB) . Kadar arsenik dalam jus apel berkisar antara 1,1-13,9 ppb , sementara pada jus anggur lebih tinggi –  yaitu 5,9-24,7 ppb. Paparan arsenik yang kronis pada awalnya bisa menyebabkan masalah pencernaan dan perubahan warna kulit . Paparan dalam jangka panjang,  lima sampai 20 tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia(WHO)  bisa meningkatkan risiko berbagai jenis kanker dan tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah reproduksi.

Namun FDA(Food and Drug Administrations) mengatakan bahwa “sejumlah kecil” arsenik organik dan anorganik bisa ditemukan dalam produk makanan dan minuman tertentu. Akan tetapi bentuk arsen organik adalah pada dasarnya tidak berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa saran dari para ahli nutrisi :

  • Pilih jus yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin D – 3 .
  • Berikan anak-anak hanya jus yang disuci hamakan.
  • Jangan memberikan jus pada anak sebelum usia 6 bulan, serta tidak pernah  memungkinkan untuk bayi dan anak-anak bisa mengkonsumsi sepanjang hari.
  • Batasi jus hanya 4 sampai 6 ons per hari untuk anak usia 1 sampai 6, serta 8 sampai 12 ons untuk usia 7 sampai 18 .
  • Lebih mendorong anak-anak untuk makan buah.
  • Jangan mudah terpengaruh oleh klaim label sehat ” Tidak ada tambahan gula ” dan ” bebas kolesterol ” – hanya produk hewani yang mengandung kolesterol.
Lihat Juga :  Makanan bagi penderita sakit liver

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: