Efek merokok terhadap kinerja fisik dan olahraga


Resiko wanita merokokMerokok secara langsung bisa mempengaruhi kinerja olahragawan. Hal ini mengurangi ketahanan fisik, dan menyebabkan masalah terkait jantung dan penyakit paru. Dalam artikel ini, kita membahas lebih lanjut tentang efek buruk merokok terhadap orang-orang yang bermain olahraga. Menurut Gerakan anti meroko dari Australia, orang yang merokok pada usia remaja selama lima hari memiliki penurunan ketahanan tubuh sebesar 8 % jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok .

Efek berbahaya merokok bukanlah seuatu hal baru bagi bagi banyak orang. Bahkan perokok sendiripun tahu jika mereka mempertaruhkan hidupnya hanya untuk mendapatkan kepuasan asap. Tetapi orang-orang yang memiliki aktivitas fisik yang ketat dalam hidupnya, harus membayar lebih banyak perhatian. Kategori dari orang yang paling umum melakukan aktivitas fisik berlebih adalah olahragawan. Apakah Anda tahu bahwa merokok akan menurunkan kinerja pemain,  dengan menghambat stamina dan menyebabkan kerugian besar bagi jantungnya?. Bahkan orang-orang terpapar asap rokok bisa menderita sejumlah komplikasi kesehatan. Jadi, di sini kita mencoba untuk membuat Anda menyadari tentang beberapa efek berbahaya merokok bagi olahragawan.

Efek Negatif Merokok terhadap Kinerja Olahraga dan kemampuan fisik

Hal terpenting yang perlu diketahui adalah konstituen dari asap rokok yang bisa menyebabkan banyak komplikasi. Menurut Cancer Research UK, rokok yang dibakar melepaskan sekitar 4.000 bahan kimia, dari ratusan kimia beracun itu, yang 70% adalah bahan kimia penyebab kanker. Arsenik, benzena, kadmium, kromium, karbon monoksida, amonia, dan hidrogen sianida adalah beberapa bahan kimia paling berbahaya yang ditemukan dalam rokok. Sekarang mari kita cari tahu efek dari bahan kimia ini pada tubuh pemain atau olahragawan.

Melemahnya Otot

Oksigen mutlak diperlukan untuk masing-masing sel tubuh kita untuk bisa bertahan hidup dan melakukan tugasnya. Ketika seseorang menghirup asap tembakau, ia akan terkena karbon monoksida, yang mudahtergabung dengan hemoglobin (zat dalam sel darah merah). Hal ini selanjutnya menghambat darah yang membawa oksigen, sehingga otot-otot tidak mendapatkan jumlah oksigen yang dibutuhkan. Hal ini akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras,  dan akhirnya melemahkan otot. Hal ini juga mengurangi elastisitas dan fleksibilitas otot, yang pada akhirnya membuat kinerja atlet menurun .

Lihat Juga :  Apakah makan dimalam hari itu tidak baik bagi kesehatan?

Mengurangi  Ketahanan Fisik

Merokok menyebabkan peradangan pada dinding arteri. Karena suplai darah kedalam sel tidak mencukupi dan pembuluh darah menyempit, selanjutnya menyebabkan pembentukan plak di dalam arteri. Hal ini tentu akan mengurangi sirkulasi darah, yang membuat jantung bekerja  ekstra keras  untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Terutama pada saat aktivitas fisik berlebih, yang mengakibatkan daya tahan fisik menurun.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Denyut jantung istirahat adalah denyut jantung ketika seseorang berada dalam keadaan santai atau istirahat. Denyut jantung ini akan sangat meningkat pada orang yang merokok, karena jantung harus melakukan pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Jadi, ketika seorang atlet yang merokok melakukan latihan rutinnya, denyut jantung bisa naik ke tingkat yang berbahaya, yang bahkan dapat menyebabkan serangan jantung.

Sesak Nafas

Merokok dapat menyebabkan penumpukan tar, yang menyebabkan selaput lendir meradang dan meningkatkan resistensi saluran napas, sehingga sulit bagi tubuh untuk mendapatkan oksigen dalam jumlah yang tepat. Hal ini dapat mengakibatkan sesak napas, dan olahragawan akan cepat merasa lelah .

Meningkatkan Risiko Masalah Tulang

Nikotin dan kadar kadmium dalam rokok menunjukkan efek toksik pada sel-sel tulang, dan juga menurunkan jumlah kalsium yang diserap dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan kepadatan tulang rendah, dan meningkatkan risiko patah tulang dan masalah tulang lainnya.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: