Efek buruk perokok pasif lebih besar dari perokok aktif?


Merokok sudah jelas sangat merugikan kesehatan, karena asap rokok terbukti mengandung banyak senyawa kimia berbeda yang semuanya bersifat racun. Sayangnya, diantara banyak kimia dalam tembakau juga bersifat aditif, sehingga rata-rata perokok sulit menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Seorang perokok boleh saja bandel dan tak mau berhenti, tapi sayangnya ada perokok pasif disekeliling mereka. Perokok pasif ini tidak seharusnya ikut menanggung “dosa kesehatan” yang sama oleh asap rokok dari perokok aktif.

Benarkah dampak merokok secara pasif lebih besar daripada perokok aktif?

Seseorang tidak harus menjadi perokok untuk mengembangkan sakit kanker paru-paru, ia cukup hanya dengan menghisap asap rokok yang keluar dari ujung rokok orang lain. Ketahuilah bahwa Asap rokok yang dihembuskan oleh orang lain itu juga memiliki potensi yang sama buruknya bagi kesehatan Anda. Ada dua jenis asap rokok yang bisa dihisap oleh seorang, yaitu asap rokok utama (mainstream), dan asap rokok sampingan (sidestream).

efek bahaya perokok aktif dan pasif

Perbedaan berbahaya antara asap rokok mainstream dan sidestream :

Asap rokok Mainstream adalah; asap rokok yang dihisap oleh seseorang langsung dari rokok. Dalam kasus perokok aktif, perokok menghirup asap yang sebelumnya telah melewati filter rokok, yang dimaksudkan untuk menghilangkan beberapa senyawa tar dan nikotin. Ketika seorang perokok menghembuskan asap rokoknya, maka orang-orang non-perokok yang berada disekitarnya akan menghisap asap mainstream yang sudah melewati paru-parunya siperokok .
Asap sidestream adalah asap rokok yang paling banyak dihirup oleh seorang perokok pasif (85 % asap yang dihasilkan oleh rokok adalah asap sidestream).

Yang disebut dengan Asap rokok sidestream yaitu; asap rokok yang berasal dari ujung rokok yang terbakar, dan oleh karena kebanyakan dari pembakaran ini terjadi pada suhu yang lebih rendah daripada asap rokok mainstream, maka bahan kimia karsinogenik yang dilepaskan ke udara lebih banyak.

Lihat Juga :  Meningkatkan libido Wanita

Partikel-partikel asap rokok sidestream lebih kecil ukurannya jika dibandingkan dengan partikel asap mainstream, sehingga memungkinkan untuk tetap berada di udara lebih lama dan bisa masuk lebih dalam lagi kedalam  paru-paru. Selain itu, asap rokok jenis sidestream ini tidak memperoleh manfaat dari filter rokok.

Jadi dengan demikian bisa disimpulkan bahwa; perokok aktif lebih tinggi menerima dampak buruknya daripada siperokok aktif, karena ia lebih banyak menghisap asap sidestream. Atau paling tidak, perokok pasif juga menerima resiko yang sejajar dengan perokok aktif.

Baca juga : Asap yang bahayanya sama dengan merokok

Apa akibat yang ditimbulkan dari menjadi perokok pasif?

Jika seorang wanita hamil merokok pasif, maka mereka bisa melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Jika Anak-anak, maka ia akan menjadi lebih rentan terhadap beberapa jenis penyakit serius yang disebabkan karena ikut menghisap asap rokok orang lain. Banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan beberapa penyakit seperti sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), asma, infeksi paru-paru dan bahkan alergi diperparah karena merokok pasif. Orang tua juga lebih rentan terhadap penyakit jantung akibat merokok secara pasif. Senyawa berbahaya dari tembakau lebih mudah mempengaruhi orang-orang tua, karena kekuatan imunitas mereka lebih rendah dari orang muda. Bahan kimia dalam asap mainstream maupun sidestream sama-sama bisa memicu terbentuknya hormon karsinogen pada perokok pasif, yang berpotensi besar memicu beberapa penyakit seperti kanker.

“Apakah Anda merasa berdosa telah melibatkan mereka yang seharusnya tidak menanggung akibatnya?”

Ada begitu banyak bukti yang menunjukkan bahwa, baik perokok aktif maupun pasif secara perlahan-lahan bisa menyebabkan kanker payudara pada wanita usia sekitar 50 tahun. Risiko akan meningkat dengan durasi paparan asap rokok yang lebih lama sebagai aktif maupun pasif. Pada tahun 2004,  Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dan Organisasi Kesehatan Dunia, cukup percaya diri menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya kanker pada perokok pasif sudah terbukti,  dan oleh karena itu merokok di tempat umum dikategorikan sebagai kejahatan ofensif.

Penelitian telah menunjukkan bahwa persentase probabilitas bagi perokok pasif untuk mengembangkan penyakit jantung adalah 25% -30%,  dan untuk mengembangkan kanker paru-paru adalah 20% -30%.

Perokok aktif akan merugikan kesehatan dirinya sendiri dengan merokok secara langsung. Akan tapi mereka tidak punya hak untuk menyebarkan penyakit untuk orang lain di masyarakat. Sebagai manusia yang bertanggung jawab, awalnya harus berhenti merokok. Dan jika tidak mau berhenti merokok, setidaknya mau mengisolasi diri dari lingkungan,  dan memastikan jika tidak ada orang lain yang akan menjadi perokok pasif olehnya.

Lihat Juga :  Berbagai Jenis cacing yang ada di dalam daging babi

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: