Dampak sering menggunakan tablet, smarthphone(gadget) pada anak-anak


Jangan lagi membaca melalui tabletBerkat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini hampir kita melihat setiap anak atau orang dewasa muda (dan bukan yang begitu muda ) terhubung ke smartphone atau tablet. Bahkan karena saking asyiknya menggunakan perangkat canggih tersebut, tak jarang juga yang benar-benar kurang  menyadari lingkungan sekitar mereka.

Semua orang banyak yang benar-benar ketagihan dengan gadget elektronik, seperti smartphone, tablet dan laptop tanpa menyadari keadaan lingkungan mereka. Ini adalah gambaran yang menyedihkan saat ini di seluruh dunia, anak-anak dan orang dewasa menghabiskan lebih banyak waktu dengan gadget daripada dengan teman-teman atau keluarga.

Dampak Gadget seperti tablet, smartphone, negatif bagi perkembangan anak?

Lalu apakah dampak terlalu menggunakan gadget, seperti tablet ini pada anak-anak?, Ga yatri Ay yer, seorang psikolog konseling menganalisis efek penggunaan gadget pada anak-anak.

Terlalu banyak info , terlalu dini?

Ketika internet diperkenalkan kepada publik sekitar 10 tahun yang lalu , dianggap sebagai cara agara seluruh dunia bisa menjadi lebih dekat – membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk belajar, menciptakan hubungan yang lebih baik, dan dunia yang lebih tepat. Meskipun saat ini  internet masih mempertahankan kualitas yang baik, namun dengan meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak –  di samping sedikit bahkan tidak ada kontrol pada penggunaan internet, menyebabkan internet menjadi akar penyebab banyak perilaku anak-anak, emosional dan masalah psikologis pada anak-anak . Hal ini telah menjadi sebuah kendaraan yang memungkinkan anak-anak untuk men-download game untuk usia yang tidak sesuai, menghabiskan banyak waktu di situs jejaring sosial, bahkan memungkinkan mereka akses ke berbagai macam bentuk pornografi, dan parahnya ini juga menyebabkan anak semakin mengurangi aktifitas positif luar rumah dan sekolah.

Lihat Juga :  Cara memperbesar alat vital pria

Meningkatnya kasus ADHD?

Menurut peneliti , telah terjadi peningkatan diagnosis Attention Deficit Hyperactivity Disorder ( ADHD ) pada anak-anak . Salah satu penyebabnya adalah eskalasi pada penggunaan gadget pada anak-anak sesaat sebelum tidur, sehingga banyak menunda waktu untuk tidur, dan waktu tidur yang lebih singkat. Penyebab lainnya bisa jadi karena anak-anak tidak menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga mereka tidak terkena sinar matahari yang cukup,  yang dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi.

Tidak seperti aktivitas diluar?

Ketika kita dulu semasa masih kecil, kami selalu menghabiskan waktu bermain di luar, memanjat pohon atau bahkan bermain boneka bersama dengan teman-teman. Orangtua kami selalu mendorong kami untuk bermain di luar daripada di dalam ruangan, semua ini membantu anak untuk mengembangkan keterampilan, seperti imajinasi, kreativitas, semangat kerja tim dan pemecahan masalah. Kami kini menjadi lebih baik dalam hal penyesuaian sosial, seperti halnya memecahkan masalah kita sendiri,  atau belajar seni. Menonton TV hanya pada hari Minggu, hanya ketika ada acara serial menarik seperti He- Man, Ramayana, Mahabharata , dll bersama keluarga. Saat ini, ketika kami menyarankan anak-anak untuk bermain di luar, mereka seperti terlihat kosong !

Ketergantungan gadget?

Jika Anda melihat sekeliling Anda, Anda sekarang dapat melihat anak -anak berumur 6 bulan, sudah dipinjamkan smartphone atau tab orangtuanya untuk menghiburnya selama waktu makan,  atau ketika orang tua atau pengasuh sedang sibuk. Hal ini akan menyebabkan ketergantungan pada perangkat elektronik, daripada bermain dengan mainan dan permainan yang dapat menciptakan kreativitas, imajinasi dan keterampilan. Orang tua merasa lebih mudah menyerah pada tuntutan anak-anak untuk sebuah perangkat elektronik,  daripada menggunakan disiplin afirmatif, yang secara tidak langsung mendorong perilaku yang tidak pantas pada anak-anak mereka.

Lihat Juga :  Cara agar anak dekat dengan Ayahnya

Tidak ada koneksi dengan dunia fisik?

Baru-baru ini pada suatu kesempatan, penulis melihat seorang anak yang datang ke ruang bermain, memandang sekeliling sebentar dan meminta diberitahu konselor di mana iPad atau tab untuk mereka bermain. Ketika konselor menjawab bahwa ia bisat memilih untuk bermain dengan salah satu bahan bermain ( cat , bola, rumah boneka dll ) , anak tampak bingung. Saat berbicara dengan anak, konselor menyadari bahwa anak belum pernah bermain dengan cat atau boneka, dan telah banyak menghabiskan waktu bermain hanya dengan perangkat elektronik. Penulis memiliki pengalaman yang sama dengan keponakan penulis yang lebih muda, dan ia tahu bagaimana cara untuk mengoperasikan perangkat elektronik dengan keahliannya yang dapat mengacaukannya saat ia dewasa . Tapi anak-anak yang sama menemukan kesulitan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sosial, atau membuat keputusan yang tepat di dunia nyata .

Tidak semua perangkat itu buruk?

Saya setuju bahwa perangkat elektronik bisa sangat berguna untuk mengajarkan pada anak-anak tentang berbagai hal melalui aplikasi ( apps ), atau melakukan penelitian menggunakan interne , tetapi hanya menghabiskan waktu pada hal ini akan membatasi pertumbuhan fisik, mental dan emosional anak. Anak-anak lebih sedikit menghabiskan waktu dengan orang tua mereka dalam kegiatan keluarga,  atau bahkan dengan teman-teman bermain di luar. Lalu apa yang terjadi ketika listrikpadam, atau baterai perangkat mereka habis ? Atau perangkat sudah ketinggalan jaman ?. Maka Kita melihat pada diri mereka amarah, anak-anak tidak sabar untuk memperoleh perangkat pengganti, atau hanya tatapan kosong mereka ketika Kami menyuruh untuk menghibur diri mereka. Anak-anak kita menjadi sulit menghadapi situasi sosial saat mereka sedang membutuhkan solusi langsung – lebih mudah untuk unfriend seseorang di jaringan sosial, daripada keluar untuk memecahkan masalah antara teman-teman mereka.

Lihat Juga :  Manfaat Kuliah atau Belajar Diluar Negeri

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: