Dampak sering memukul anak setelah ia dewasa


Damapak kepada anak ketika sudah dewasa jika sering dipukulDampak sering memukul anak setelah ia dewasa – Anak yang dirasa nakal adalah hal biasa, namun bagi orang tua yang kurang telaten hal ini bisa bikin gemes juga. Mendisiplinkan anak memang harus dan tanggung jawab orang tua. Menerima hukuman, adalah konsekwensi yang akan diterima oleh anak apabila ia telah berbuat sesuatu “pelanggaran”. Tapi, apakah menghukum anak dengan memukul adalah cara efektif yang bisa menimbulkan efek jera yang lebih baik?,,,.

Namun, menghukum anak secara fisik, misalnya dengan cara memukul tampaknya harus ditinjau ulang kembali. Sebab, Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmu kesehatan anak mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum memberikan hukuman fisik kepada anak. Menghukum secara fisik, itu bisa meliputi  memukul dipantat, lengan, remasan, dorongan atau tamparan.

Apa sajakah dampaknya kepada anak ketika ia sudah dewasa, jika anak seringkali mendapat hukuman secara fisik ketika masih kecil?

Dalam penelitian tersebut yang dilakukan dengan memeriksa data lebih dari 34 ribu orang dewasa, dan menemukan jika pukulan di pantat bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental secara signifikan saat dewasa.

Dampak hukuman fisik kepada anak ketika sudah dewasa

Menurut hasil penelitian tersebut, hukuman fisik itu bisa mengakibatkan hal yang berhubungan dengan gangguan suasana hati (mood), termasuk depresi dan kegelisahan, gangguan kepribadian, kecanduan obat terlarang dan alkohol . Para peneliti juga memperkirakan sekitar tujuh persen penyakit mental pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh hukuman fisik oleh orang tua mereka dulu ketika masih masa anak-anak.

Penelitian juga menunjukkan dampak hukuman fisik kepada anak ketika dewasa dengan prosentasi kemungkinan, seperti: Tamparan dapat menyebabkan risiko depresi hingga sebesar 41 persen, ketergantungan pada alkohol dan narkoba 59%, serta gangguan jiwa 93 persen. Dan masih ada banyak temuan yang lainnya.

Lihat Juga :  Efek Samping Operasi Caesar

“Kita tidak hanya membicarakan pukulan di pantat,” menurut Tracie Afifi, PhD dari University of Manitoba di Winipeg. “Kita melihat orang menggunakan hukuman fisik sebagai cara umum yang dipakai untuk mendisiplinkan anak mereka.”Namun, penelitian itu mengesampingkan individu-individu yang melakukan penganiayaan berat seperti kek*rasan fisik, pel*cehan seksual, pengabaian fisik dan emosi, atau kek*rasan terhadap pasangan.

“Hal tersebut jelas menunjukkan bahwa hukuman fisik tidak seharusnya dilakukan kepada anak-anak pada usia berapapun,” kata Afifi. Para peneliti menyimpulkan, “penting bagi pediatris dan penyedia layanan kesehatan lainnya yang bekerja bersama anak-anak dan orang tua untuk menyadari keterkaitan antara hukuman fisik dengan gangguan mental.”

Hukuman fisik kepada anak-anak sebenarnya telah dilarang pada sedikitnya 24 negara lainnya. Penelitian sebelumnya tentang hukuman fisik kepada anak balita akan meningkatkan kecenderungan agresivitas ketika mereka telah menginjak masa usia anak-anak.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: