Dampak Minum obat antibiotik sembarangan

Dampak minum antibiotik sembaranganAntibiotika adalah obat yang ditujukan untuk membunuh kuman penyebab infeksi atau membunuh jamur.Sebenarnya antibiotik itu termasuk dalam kategori obat keras, sehingga penggunaan antibiotik harus tepat  dan dalam kontrol ahli kesehatan.Namun sayangnya, atibiotik sekarang ini banyak dijual bebas tanpa resep.Akibatnya , penggunaan antibiotik menjadi semakin serampangan oleh masyarakat di Indonesia selama kurun waktu 40 tahun.

Bahkan dokter sekalipun, masih banyak yang memberikan antibiotik tanpa mengecek jenis kuman secara intensif melalui laboratorium.Masih banyak dokter yang tidak mau “berpikir” mengenai penyakit yang diderita pasien dan langsung diberikan antibiotik.Untuk itu kita sebagai masyarakat harus kritis, tanyakan secara tegas apakah memang perlu untuk menggunakan antibiotik.

Seperti kata dokter Anis Ketua Departemen Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), yang dikutip dari health.kompas.com:
Dokter berhak meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi. Namun, seharusnya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pengecekan laboratorium biasanya baru dilakukan jika antibiotik tidak memberi dampak, katanya.

Pendapat senada tentang antibiotik oleh Pakar mikrobiologi klinik dari Universitas Indonesia Prof dr Usman C Warsa Phd SP MK (K) (pada republika.co.id)
“Idealnya pemberian antibiotik jika terjadi infeksi akibat kuman atau pun jamur. Kalau hanya panas biasa atau flu diberi antibiotik itu salah,” ujar Usman dalam acara konferensi pers “8th National Symposium of Indonesia Antimicrobial Resistance Watch” di Jakarta, Kamis.
Menurut Guru Besar Mikrobiologi Klinik FKUI-RSCM itu, jika panas hendaknya dilakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab dari panas tersebut.

Dampak Minum obat antibiotik sembarangan

Kita mungkin mungkin seringkali melihat tetangga, teman atau orang terdekat yang mudahnya memberikan antibiotik hanya untuk menurunkan panas atau demam.Padahal sebenarnya tidak tahu apa penyebab panas dan demam tersebut.Memang sih iya, terkadang panas atau demam tersebut bisa turun, namun dosis yang tidak tepat justru akan menyebabkan kuman menjadi resisten.Tidak semua penyakit harus diobati dengan menggunakan antibiotik,  namun masih banyak yang hanya  sakit sedikit saja sudah diobati dengan antibiotik.

Resistensi justru bisa memperpanjang waktu sakit, memperburuk kondisi klinis, dan yang pasti juga menambah biaya kesehatan. Resistensi juga meningkatkan jumlah pasien di rumah sakit dan potensi pandemik mikroba yang resisten.Saat ini, penyebaran kuman yang resisten terhadap antimikroba sudah menjadi ancaman dunia.

Bukan hanya itu, penyimpanan obat antibiotik pada suhu yang tidak tepat justru akan meningkatkan resistensi terhadap antibiotika tertentu.Sayangnya juga bahwa pengkapalan obat antibiotika dipelabuhan sering tak sesuai dengan standard. Walaupun antobiotika tersebut impor dimana kualitasnya lebih baik, namun jika perlakuannya kurang baik akan tidak bagus juga.

Terimakasih telah membaca artikel Dampak Minum obat antibiotik sembarangan. Bantulah mereka yang mungkin sangat membutuhkan informasi ini melalui tombol SHARE FB/twitt/G+ dibawah ini:


This entry was posted in Gaya Hidup, Kesehatan, Tips Sehat and tagged , , .

Komentar: