Dampak Sering kurang tidur dan Kematian Dini


Dampak kurang tidur dan Kematian DiniDampak Sering kurang tidur dan Kematian Dini – Semakin hari sepertinya kita terus dibatasi oleh waktu, sehingga selalu merasa tak memiliki waktu untuk tidur. Disamping masalah lain yang dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti insomnia yang harus secepatnya diatasi. Orang tidur idealnya adalah 8 jam sehari semalam, dan jika Anda selalu kurang tidur dan terjadi secara berkesinambungan, cobalah untuk segera diatasi. Karena menurut penelitian, kurang tidur telah dikaitkan dengan resiko kematian dini!. Masalah tidur juga dikaitkan dengan teknologi, seperti memilih membaca menggunakan tablet diatas kasur

Dampak sering kurang tidur dan hubungannya dengan Kematian Dini

Semakin sedikit Anda tidur, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk mengembangkan diabetes, obesitas dan hipertensi. Mendapati kurang dari enam jam tidur per malam akan menimbulkan risiko kesehatan. Sekitar 20 persen dari populasi di Amerika Serikat dan Inggris tidur kurang dari lima jam. Tidur lebih dari sembilan jam juga telah dikaitkan dengan kematian dini. Orang-orang yang mendapatkan kurang dari enam jam tidur per malam memiliki peningkatan risiko kematian prematur, peneliti juga mengatakan itu.

Kaitan sebeberapa kurangnya tidur dan kematian dini

Mereka yang tertidur selama kurang dari jumlah waktu adalah 12 persen lebih mungkin untuk meninggal lebih awal, meskipun peneliti juga menemukan hubungan antara tidur lebih dari sembilan jam dan kematian dini.

“Jika Anda tidur kurang, Anda dapat mengembangkan penyakit diabetes, obesitas, hipertensi dan kolesterol tinggi,” kata Francesco Cappuccio, yang memimpin penelitian pada subjek di Inggris University of Warwick, AFP.

Studi yang dilakukan dengan Universitas Federico II di Naples, Italia, studi yang dilakukan selama satu dekade dari seluruh dunia ini telah melibatkan lebih dari 1,3 juta orang, dan menemukan ” bukti tegas ” antara kurang tidur dan kematian dini.

Lihat Juga :  Rahasia Sukses Pengusaha keturunan China di Indonesia

“Kami berpikir bahwa hubungan antara sedikit tidur dan penyakit adalah karena serangkaian mekanisme hormonal dan metabolical,” kata Cappuccio. Temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Sleep.

Cappuccio percaya masalah durasi tidur merupakan masalah kesehatan masyarakat, dan harus dipertimbangkan sebagai faktor risiko perilaku oleh dokter.

“Masyarakat mendorong kita untuk selalu tidur kurang dan kurang,” kata Cappuccio. Ia juga menambahkan bahwa sekitar 20 persen dari populasi di Amerika Serikat dan Inggris tidur kurang dari lima jam perhari semalam.

Tidur kurang dari enam jam adalah “lebih umum terjadi di antara para pekerja full time, yang bisa menunjukkan bahwa itu mungkin karena maslah tekanan sosial untuk kerja dengan jam lebih lama atau kerja shift.”

Studi ini juga menemukan kaitan antara tidur lebih dari sembilan jam per malam dan kematian dini, tapi Cappuccio mengatakan oversleeping lebih cenderung menjadi efek penyakit, bukan penyebab.

“Dokter tidak pernah bertanya berapa banyak orang tidur, tapi itu bisa menjadi indikator jika ada sesuatu yang salah pada diri kita,” kata Cappuccio, Kepala Kesehatan Masyarakat Program Tidur di University of Warwick.

Penelitian juga menunjukkan tidak ada efek samping bagi mereka yang tidur antara enam dan delapan jam per hari.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: