Dampak Buruk kebanyakan minum Minuman manis


Efek negatif terlalu banyak minuman manisDampak Buruk kebanyakan minum Minuman manis – Minuman manis, baik itu menggunakan pemanis buatan atau mengandung gula dalam jumlah banyak bisa berakibat sangat buruk bagi kesehatan. Gula pada dasarnya diperlukan tubuh untuk menambah energi, namun apabila tubuh menerima gula secara terus-menerus secara berlebih diketahui bisa meningkatkan resiko kegemukan dan  diabetes. Ternyata bukan itu saja, karena masih ada resiko buruk lainnya terhadap kesehatan , yang terkait dengan konsumsi minuman manis yang berlebihan.

Berikut efek negatif minuman manis yang berlebihan bagi kesehatan:

Seperti yang diterbitkan empowher dot com

Lebih berisiko menderita diabetes tipe-2

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health bekerjasama dengan Brigham and Womens Hospital pada tahun 2010, Orang yang minuman minuman manis secara rutin sebanyak 1 sampai 2 gelas sehari bisa meningkatkan resiko terkena diabetes tipe-2 hingga 26%, jika dibandingkan dengan orang yang jarang minum minuman manis.

Meningkatkan berat badan

Studi ini melibatkan 120.000 pria dan wanita yang dilakukan selama 20 tahun , seperti yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, bahwa orang yang meningkatkan konsumsi minuman manis meski hanya satu porsi per harinya dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan dari waktu ke waktu. Penambahan berat badan ini akan terlihat secara signifikan setelah 4 tahun, dibandingkan dengan orang yang tidak mengubah atau menambah asupan minuman manis. Masih banyak studi  lain yang telah menemukan signifikasi hubungan  antara konsumsi minuman manis dan penambahan berat badan pada anak-anak. Studi lain menemukan bahwa  setiap 12 ons soda yang dikonsumsi setiap hari, akan menambah berat badan anak hingga sebesar 60 persen selama 18 bulan. Jika Anda sedang diet untuk menurunkan berat badan, banyak minum-minuman manis tentu sangat tidak dianjurkan.

Mengkonsumsi kalori lebih tinggi

Pada beberapa jenis minuman manis seperti soda mengandung sekitar 240 kalori, namun minuman manis tidak akan menimbulkan rasa kenyang seperti jika makan makanan padat  meski mengandung jumlah kalori yang sama . Akibatnya, Anda akan makan lebih banyak makanan padat supaya dapat merasa kenyang. Dengan demikian,  Anda justru  akan memperbanyak asupan kalori.

Meningkatkan risiko serangan jantung

Sebuah studi yang  melibatkan  40.000 peserta selama dua dekade di Harvard menemukan ,  bahwa pria yang minum rata-rata satu kaleng minuman manis per hari memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena serangan jantung, jika dibandingkan dengan pria yang jarang mengonsumsi minuman manis.

Meningkatkan risiko kanker pankreas

Studi lain mengenai minuman manis pernah dilakukan pada tahun 2010 oleh University of Minnesota. Dalam studi ini menemukan bahwa minum minuman manis seperti soda paling tidak dua kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko kanker pankreas hingga 2 kali lipat. Studi tersebut dilakukan selama 14 tahun terhadap 60.524 peserta.

Melemahkan otot

Studi yang dilakukan tahun 2000 yang diterbitkan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine menemukan signifikasi hubungan antara minum minuman ringan berkarbonasi dengan patah tulang di kalangan remaja. Hal ini disebabkan karena kerusakan otot yang terjadi setelah mengonsumsi minuman bergula secara teratur bahkan hanya dalam waktu 4 minggu.

Beresiko  risiko lebih tinggi terhadap asam urat

Sebuah studi yang dijalankan selama 22 tahun terhadap 80.000 wanita menemukan,  walaupun wanita hanya mengonsumsi satu kaleng minuman manis setiap hari tinggi terhadap asam urat hingga 75%, dibandingkan wanita yang jarang minum minuman manis.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, risiko tersebut tentu  akan meningkat jika terus menambah asupan minuman manis. Asam urat adalah kondisi peradangan sendi  yang disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah. Penelitian juga menemukan risiko yang sama tingginya pada pria.

Menyebabkan kerusakan gigi

yang ini mungkin sudah banyak diketahui oleh orang, yakni pemanis dapat mempercepat pengikisan enamel dan pada akhirnya menimbulkan kerusakan gigi. Sayangnya semua minuman ringan dan beberapa minuman olahraga umumnya mengandung pemanis. Minuman manis dapat menyebabkan keasaman pada mulut yang merupakan faktor utama pemicu kerusakan gigi.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: