Contoh Kasus Santet yang pernah ditangani dokter di Indonesia


Santet tentu sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia, bahkan sempat terdengar rumor bahwa DPR Kita pernah mempersiapkan UU tentang kejahatan “Ghaib” ini. Hal ini juga sudah seringkali kasus penyakit “misterius” ini diekspose oleh media massa, jadi mungkin ada beberapa dari Anda yang sudah tak heran lagi. Namun walaupun bagaimanapun, fenomena santet yang sulit diterima oleh logika ini masih merupakan hal yang misterius bagi sebagian besar masyarakat.

Contoh beberapa contoh kasus diduga santet, yang pernah beredar dan sempat ditangani oleh medis

Santet adalah istilah untuk menyebut cara kejahatan untuk melukai, membuat sakit, hingga mematikan si korban, yaitu dengan jalan memasukkan benda-benda atau material berbahaya kedalam tubuh korban secara “ghaib” dari jarak jauh. Kegiatan ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, dan pada umumnya oleh dukun(paranormal) yang diyakini memiliki kekuatan supranatural dan memiliki hubungan tertentu dengan makhkluk ghaib.

Nah, apakah Anda tentang bukti korban santet?. Berikut ini beberapa kasus misterius “diduga” santet, yang pernah ditangani oleh medis dibeberapa wilayah Indonesia.

1. Belasan paku keluar dari betis

Kejadian ini terjadi pada penghujung tahun 2011 lalu, yang dikhabarkan bahwa tim dokter di RSUD Andi Makassau, Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan mengeluarkan sekitar 25 besi yang menyerupai paku dan 1 jarum suntik dari betis seorang gadis kecil berusia 3 tahun yang bernama safira. Tidak dijelaskan, kenap-a benda-benda berbahaya tersebut bisa masuk kedalam anggota tubuh sigadis kesil.

“Paku atau jarum adalah benda asing bagi tubuh manusia, dan itu kami temukan didalam betis, lengan serta punggung pasien. Dan demikian, menurut Kami harus kita keluarkan melalui operasi. Ya hanya itu penjelasan medisnya,” seperti yang dijelaskan oleh dr Khamaruddin Said, SpB, salah satu dokter yang menangani Safira.

Lihat Juga :  Jenis-jenis hantu Jawa

2. 107 paku berkarat dikeluarkan dari kaki dan tangan

Kasus diduga “santet” yang menimpa Supiyati (25 tahun) ini lebih ekstrim lagi, yaitu sebanyak 107 benda asing berupa paku berakarat, jarum, dan kawat keluar dari tangan dan kaki seorang perempuan di Dlingo, Bantul, Yogyakarta pada September 2012. Dokter mendiagnosa perempuan asal Sumatra ini sebagai kondisi yang disebut dengan corpus alienum cruris multiple dan abces bilateral multiple. Walaupun sempat dinyatakan bersih oleh medis, namun benda asing itu muncul lagi,  dan baru bisa diatasi setelah didoakan seorang Ustadz.

“Kalau sudah menyembul biasanya saya tarik pelan-pelan. Ada paku, jarum, pecahan kaca, rambut bahkan jarum suntik”, terang Supriyati yang dirawat di RS Nur Hidayah.

3. Mengeluarkan air mata kristal saat menangis

bukti kasus santet2Tina (19) Gadis asal Sumedang, Tina Agustina telah membuat heboh masyarakat melalui media massa pada pertengahan 2012,  karena ia mengaku bisa mengeluarkan air mata kristal saat menangis. Dengan karakter sebagian masyarakat kita yang masih menyukai hal mistis, tak ayal hal “air mata” Tina ini sempat dianggap bisa memberikan peruntungan termasuk bisa menyembuhkan penyakit oleh banyak masyarakat.

Seperti umumnya pada kasus diduga santet yang lain, pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo menyatakan tidak menemukan kelainan maupun benda asing pada mata Tina. Bahkan Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa air mata kristal Tina ini tidak alami, akan tetapi buatan manusia atau pabrik. Yang jadi pertanyaan adalah bukan terbuat dari apanya benda tersebut, namun bagaimana itu bisa terjadi?

4. Memuntahkan gunting dan seng

bukti kasus santetNasib yang sama yang dialami Pemuda asal Simalungun, Sumatera Utara ini tak kalah mengerikan. Ia memuntahkan benda-benda tajam seperti paku, jarum, kaca, ujung gunting dan seng, yang terjadi pada sekitar bulan September 2010. Beliau Sempat dirawat di Puskesmas, karena merasakan sakit yang sangat luar biasa di bagian perut. Walaupun demikian, kata dokter masih tetap sama yaitu tidak ada penyakit apapun. Tentu saja peralatan diagnosa medis yang berbasis ilmu pasti ini tak akan nyambung dengan penyakit yang berada diluar garis batas logika.

Lihat Juga :  Apakah Adrenalin? - Kegunaan dan Manfaat Adrenalin

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: