Cara menghitung masa subur wanita menggunakan kalender

Cara menghitung masa suburCara menghitung masa subur wanita menggunakan kalender – Metode Kontrasepsi Pantang Berkala atau lebih dikenal dengan sistem kalender adalah  salah satu cara/metode kontrasepsi sederhana yang tidak melakukan hubungan pada masa subur. Metode ini juga bisa berjalan efektif,  bila dilakukan secara baik dan benar. Dengan penggunaan sistem kalender, maka  setiap pasangan dimungkinkan dapat merencanakan setiap kehamilannya.

Jika menggunakan metode KB  kalender, tentunya pasangan suami istri harus mengetahui siklus masa subur. Namun Siklus masa subur pada setiap wanita tidak sama. Untuk itu diperlukan pengamatan minimal 6 kali pada siklus menstruasi.

Berikut ini cara mengetahui dan menghitung masa subur :

Bila siklus haid teratur (28 hari) :

  1. Hari pertama dalam siklus haid dihitung sebagai hari ke-1
  2. Masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16 dalam siklus haid

Contoh :
Seorang isteri mendapat haid mulai tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari ini dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke-12 jatuh pada tanggal 20 januari dan hari ke 16 jatuh pada tanggal 24 Januari. Jadi masa subur yaitu sejak tanggal 20 Januari hingga tanggal 24 Januari. Pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus (bisa dilihat di artikel tentang sanggama terputus).

Bila siklus haid tidak teratur :

  1. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini hingga hari pertama haid berikutnya.
  2. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

Rumus:

  1. Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18
  2. Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

Contoh :

Seorang wanita mendapat haid dengan keadaan : siklus terpendek 26 hari dan siklus terpanjang 32 hari (mulai hari pertama haid sampai haid berikutnya)

Perhitungannya : 26-18 = 8 dan 32–11 = 21. Jadi masa suburnya adalah mulai hari ke-8 sampai ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama. Jika ingin bersanggama harus memakai kondom atau sanggama terputus.
Kontrasepsi dengan menggunakan sistem kalender dapat menghindari risiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi. Bagi keluarga yang kesulitan untuk mendapatkan alat kontrasepsi sangat cocok untuk menggunakan metode kontrasepsi ini selain tidak memerlukan biaya juga tidak perlu mencari tempat pelayanan kontrasepsi.

Menggunakan sistem kalender perlu kerjasama yang baik antara suami istri,  karena metode ini perlu kemauan dan disiplin pasangan dalam menjalankannya. Masa berpantang yang cukup lama akan mengakibatkan pasangan tidak bisa menanti sehingga melakukan hubungan pada waktu masih berpantang. Tapi bukan masalah bila saja pasangan membiasakan menggunakan kondom pada saat subur.(Sumber: keluargasjht.blogspot.com)

Terimakasih telah membaca artikel Cara menghitung masa subur wanita menggunakan kalender. Bantulah mereka yang mungkin sangat membutuhkan informasi ini melalui tombol SHARE FB/twitt/G+ dibawah ini:


This entry was posted in Kehamilan, Pasutri and tagged , .

Komentar: