Cara Mendiagnosa dan pengobatan penyakit lupus


Cara Mendiagnosa dan pengobatan penyakit lupusCara Mendiagnosa dan pengobatan penyakit lupus – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas apakah penyakit lupus, penyebab dan ciri-cirinya. Berikut ini adalah cara bagaimana penyakit lupus dapat dididagnosa oleh dokter, dan temukan jawaban pada akhir artikel, bahwa apakah lupus dapat diobati?

Berikut Cara mendiagnosa penyakit lupus oleh dokter, dan pengobatan apa yang bisa dilakukan untuk penyakit lupus

Bagaimana cara mendiagnosa penyakit lupus?

Tanda dan gejala penyakit lupus bervariasi dari orang ke orang, tidak ada tes diagnostik tunggal yang dapat mengkonfirmasi lupus. Selain itu, tanda-tanda dan gejala cenderung berubah dari waktu ke waktu dan mirip dengan gangguan dan penyakit lainnya. Fluktuasi dalam aktivitas penyakit lupus membuat sangat menantang untuk mendiagnosa.

Saat ini, dokter menggunakan pedoman yang ditetapkan oleh American College of Rheumatology (ACR) untuk mendiagnosis lupus (SLE). Pedoman fokus pada sebelas kelainan yang bila digabungkan, menunjukkan bahwa pasien menderita lupus.

Untuk dapat diklasifikasikan menderita SLE, pasien harus memenuhi 4 dari 11 gejala berikut setiap saat sejak timbulnya penyakit ini:

  1. Serositis – peradangan pada membran di sekitar paru-paru (pleuritis) atau jantung (pericarditis)
  2. Ulkus mukosa – luka kecil yang ditemukan pada lapisan mulut dan hidung
  3. Arthritis – arthritis nonerosive (nyeri, pembengkakan, nyeri) dari dua atau lebih sendi perifer
  4. Fotosensitifitas – ruam kulit atau gejala lain yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet
  5. Kelainan darah – anemia hemolitik (rendahnya jumlah sel darah merah), leukopenia, dan limfopenia (rendah jumlah sel darah putih), atau trombositopenia (jumlah platelet rendah)
  6. Gangguan Renal (ginjal)  – hitung protein tinggi dalam urin
  7. Antinuclear antibody test positif
  8. Gangguan imunologi – positif anti-Smith, anti-ds DNA, tes antibodi antifosfolipid.
  9. Gangguan Neurologis  – kejang atau psikosis
  10. Malar ruam – ruam di pipi
  11. Diskoid  – ruam merah, bercak bersisik pada kulit yang menyebabkan jaringan parut
Lihat Juga :  Manfaat Sayur Kangkung

Selain tes di atas, dokter seringkali juga melakukan berbagai tes darah seperti:

  1. Hitung darah lengkap (CBC) untuk mendeteksi anemia, jumlah trombosit yang rendah, dan rendahnya jumlah sel darah putih
  2. Tingkat sedimentasi eritrosit (ESR) untuk menentukan tingkat di mana sel-sel darah merah mengendap di bagian bawah dari tabung dalam satu jam. Tarif lebih cepat dari biasanya mengindikasikan lupus atau penyakit sistemik lain, kondisi peradangan, atau infeksi.
  3. Ginjal dan penilaian hati untuk mencari enzim tertentu dan albumin
  4. Pemeriksaan Urine untuk mengukur kadar protein atau sel darah merah dalam urin
  5. Tes sifilis untuk menentukan apakah antibodi anti-fosfolipid dalam darah.

Bagaimana cara mengobati lupus ?

Saat ini tidak ada obat untuk lupus, juga belum pernah ditemukan obat baru untuk mengobati penyakit lupus ini dalam 50 tahun terakhir, meskipun ada sejumlah obat baru, namun saat ini masih sedang diteliti atau masih dalam uji klinis. Namun, diagnosis dini dan pengobatan yang tepat secara signifikan dapat membantu mengontrol penyakit ini dan gejala-gejalanya. Mengobati lupus efektif terdiri dari meminimalkan gejala, mengurangi peradangan dan nyeri, membantu menjaga fungsi normal, dan mencegah komplikasi serius.

Karena penyakit ini mempengaruhi setiap orang berbeda, pengobatan biasanya disesuaikan dengan masalah-masalah khusus yang timbul pada setiap orang. Obat dan dosis juga akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

(Gambar dan artikel diterjemahkan dari: http://www.medicalnewstoday.com/info/lupus/)

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: