Bunga Cantik ini sangat BERBAHAYA karena Beracun kuat


Apakah Anda pecinta tanaman hias?. Bunga merupakan jenis tanaman hias yang banyak disukai orang untuk menghiasi taman, sehingga membuat rumah menjadi indah, sejuk, yang pada akhirnya akan membuat kita semakin betah untuk tinggal. Namun siapa sangka bahwa bunga yang cantik-cantik ini ternyata bisa membahayakan dan bahkan “sangat membahayakan” bagi manusia?. Untuk itulah Anda sangat beruntung jika membaca informasi ini, sehingga Anda sekeluarga akan terhindar dari marabahaya yang mengacam ini terutama anak-anak yang biasanya selalu ingin tahu dan tertarik pada sesuatu disekitarnya.

Nah berikut Tanaman hias bunga yang indah itu ternyata bisa sangat membahayakan kesehatan kita!

Sri rejeki atau Beras Kutah/beras wutah – bunga beracun

bunga sri rejeki - berbahaya bagi tubuh

Tanaman hias ini paling banyak ditanam orang, karena selain indah juga gampang perawatannya. Umumnya bunga ini ditanam dalam pot, bahkan banyak yang menaruhnya didalam ruangan atau teras rumah. Di Indonesia tanaman ini umum disebut dengan nama beras wutah, sri rejeki, dumbcane, pisang tanah dll, dan nama ilmiahnya adalah Dieffenbachia amoena.

Dibalik bunga Indah ini ternyata tersembunyi Racun berbahaya pada getahnya yang terdapat pada seluruh bagian daun dan batang, yang dapat menyebabkan gatal, kejang, dan jika terkena kerongkongan dapat menganggu saluran pernafasan yangbisa berujung  fatal bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah kandungan Kristal Kalsium Oksalat di dalam sitoplasma sel bunga ini yang disebut Rafida yang bentuknya seperti jarum.

Nah inilah kenapa anak-anak terutama yang paling rentan, karena mereka biasanya suka menggigit-gigit sesuatu terutama yang berumur 1 sampai 3 tahun – selain itu biasanya bunga ini paling banyak ditaruh dalam ruangan bukan?

Reaksi awal racun ini jika mengenai lidah, maka lidah akan membengkak dan segera mengganggu pernafasan. Bisa menyebabkan kematian karena pernafasan bisa  sesak hingga tidak dapat bernafas.

Lihat Juga :  Khasiat dan Manfaat Teh

Kecubung atau bunga terompet mengandung racun halucinogen

kecubung terompet - bungan berbahaya

Tanaman hias yang satu ini juga juga indah dan merupakan tanaman yang mengandung racun. Perlu anda ketahui bahwa tanaman ini mengandung zat yang disebut hallucinogen, yaitu yang yang dapat membuat seseorang mengalami halusinasi. Kandungan yang terdapat didalam bunga terompet atau bunga kecubung ini adalah atropine, hyoscyamine dan scopolamine yang diklasifikasikan sebagai zat penghilang kesadaran atau anticholinergics. Efek lebih lanjut dapat merusak syaraf otak, yang akibatnya bisa membuat orang seperti linglung bahkan kematian.

Gympie gympie tanaman beracun sangat mematikan

gympie gympie - tanaman berbahaya beracun
Walaupun kurang populer disebut sebagai tanaman hias, namun tanaman ini seringkali juga tumbuh liar hutan bahkan dipekarangan bersama bunga lain. Bahayanya, ia memiliki racun yang sangat mematikan. Ciri ciri tanaman ini adalah memiliki daun seperti bentuk hati dan biasanya tumbuh di hutan hujan di Timur Laut Australia dan Maluku Indonesia. Bahkan, racun tanaman ini mampu membunuh anjing, kuda, apalagi manusia. Hanya orang yang beruntunglah bisa bertahan hidup dari racun tanaman ini, karena saking kuatnya jenis racun yang terkaandung. Jika anda sedang pergi kehutan sebaiknya berhati-hati jika melihat tanaman jenis ini karena sakit yang ditimbulkan bisa berbulan bulan hingga bertahun tahun.

Bahkan, meskipun tanaman ini sudah mengering selama beratus-ratus tahun, namun racunnya terkandung  masih tetap ada dan sama ampuh dan menyakitkan dengan ketika masih segar. Gympie Gympie memiliki daun berbentuk hati dengan buah berwarna ungu, daun batang dan buah tanaman ini biasanya ditumbuhi bulu halus. bulu halus inilah yang mampu menembus kulit korbannya dan melepaskan jenis racun moroidin. Terkadang hanya berdiri di dekat tanaman ini anda bisa merasakan gatal, bahkan hingga bisa mimisan jika menghirup rontokan bulu dari tanaman ini.

Lihat Juga :  Sejarah Imlek dan Prinsip Orang Tionghoa yang Perlu Kita Renungkan

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: