Benjolan pada Payudara adalah kanker?


Benjolan pada Payudara adalah kanker?Benjolan pada Payudara adalah kanker? – Kanker payudara saat ini masih merupakan momok bagi siapa saja. Walaupun laki-laki hanya kecil kemungkinannya, namun istri mereka adalah wanita. Jadi para pria juga pantas khawatir terhadap kondisi ini : ) .  Kanker payudara masih menduduki peringkat kedua terbanyak pada wanita setelah kanker leher rahim. Namun, diperkirakan para ahli jika kanker payudara ini berpotensi naik peringkat di masa mendatang,  jika tidak segera dilakukan langkah-langkah antisipasi.

Benarkah benjolan pada Payudara itu adalah kanker?

Tak semua benjolan pada payudara itu adalah kanker payudara atau ganas. Bisa juga itu adalah benjolan yang bersifat jinak seperti lipoma, fibro adenoma mamma. Untuk itulah, dengan menemukan benjolan sejak dini adalah penting . Baca lebih lanjut dalam artikel ini untuk mengetahui lebih banyak tentang kanker payudara.

Penyebab kanker payudara

Penyebab kanker payudara hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun Ada beberapa faktor yang “diduga” sebagai pemicu kanker payudara, seperti;

  1. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak hewani,
  2. Virus,
  3. Serta pemakaian hormon estrogen dosis tinggi.

Namun yang sudah pasti diketahu adalah bahwa setiap wanita memiliki gen yang bisa mempengaruhi,  atau membawa penyakit ini (genetic susceptibility). jadi Kalau gen ini terangsang, maka ia bisa bermutasi dan menyimpang, kemudian jadilah kanker.

Wanita Yang beresiko tinggi terkena kanker payudara

Dulu kanker payudara memang hanya dialami ibu-ibu usia diatas 40 tahun, maka kini tampaknya sudah terjadi pergeseran. Berikut daftar resiko tinggi kanker payudara:

  1. Dari hasil penelitian, wanita berusia dibawah 40 tahun pun dikatakan sudah mulai beresiko terkena kanker payudara.
  2. Terlebih bagi yang mempunyai riwayat keluarga yang penderita kanker payudara.
  3. Wanita yang tidak mempunyai anak atau yang mepunyai anak pertama setelah berusia diatas 40 tahun, potensial untuk menderita kanker payudara.
  4. Ibu-ibu yang tidak menyusui anaknya, atau yang masa menyusuinya sangat singkat rentan terhadap kanker ini. Jadi pemberian asi eksklusif 9 bulan juga bermanfaat bagi Ibu.
Lihat Juga :  Pengobatan sakit gigi menggunakan antibiotik

Bagaimana tanda-tanda kanker payudara?

Namun tak perlu begitu begitu khawatir dengan penyakit ini, yang penting adalah mengetahui gejala kanker payudara ini dengan sedini mungkin. Dengan mengetahui sedini mungkin, maka proses penyembuah akan lebih cepat, mudah dan bisa sembuh total. Tanda-tanda awal kemungkinan kanker payudara:

  1. Benjolan yang tidak terasa sakit di payudara.
  2. Puting susu yang berdarah,  atau pengeluaran cairan yang tidak wajar.
  3. Kulit payudara berubah menjadi bengkak, berkerut seperti kulit jeruk.

Cara Deteksi dini Kanker Payudara

Untuk saat ini cara untuk mendeteksi dini kanker payudara yang terbaik adalah dengan dilakukan mammografi. Mammografi adalah pemeriksaan radiodiagnostik khusus dengan mempergunakan tehnik foto jaringan lunak pada payudara karena memiliki sensitifitas dan spesifitas yang tinggi yaitu sekitar 80-90%.
Rekomendasi dari American Cancer Society bahwa wanita umur 20 tahun keatas harus sudah rutin melakukan pemeriksaan dini secara teratur dan benar, atau di kampanyekan dengan istilah SADARI. SADARI adalah istilah kependekan dari Pemeriksaan Payudara oleh Wanita itu Sendiri. Meskipun penggunaan SADARI dalam program mendeteksi dini secara dini kanker payudara ini masih belum efektif, namun cara ini lebih murah, aman, sederhana, serta tidak menimbulkan rasa sakit serta dapat diulang.

Lihat Juga :  Tiga Kesalahan Pria saat Bercinta

Dari penemuan hasil pemeriksaan tersebut yang harus diwaspadai adalah jika ditemukan benjolan di payudara. SADARI sebaiknya dilakukan secara rutin sebulan sekali,  seminggu setelah menstruasi. Pemeriksaan ini tidak banyak menghabiskan waktu Anda, paling lama akan  menghabiskan waktu sekitar 10 menit. Dengan SADARI yang rutin dilakukan, diharapkan kelainan pada payudara segera ditemukan oleh bersangkutan. Jika menemukan adanya kelainan, segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut langkah-langkah untuk melakukan SADARI.

Langkah 1.
Berdiri bertelanjang dada di depan cermin. Mula-mula berdiri tegak dengan kedua lengan santai disamping badan. Perhatikan perubahan bentuk dan besarnya payudara, puting susu serta kulit payudara. Kulit payudara yang berubah bentuk menjadi bengkak, berkerut serta ada lekukan seperti kulit jeruk ataupun puting susu yang tertarik ke dalam payudara merupakan tanda dari kanker. Setelah itu ganti posisi berturut-turut posisi bertolak pinggang dengan kedua tangan ditekan kuat diatas pinggul, posisi dengan mengangkat tangan lurus ke atas kepala dan posisi membungkukkan badan. Lakukan hal yang sama seperti diatas.

Lihat Juga :  Cara alami mencegah dan mengatasi rambut rontok

Langkah 2.
Dengan posisi berbaring terlentang, letakkan bantal kecil dibawah bahu kanan. Letakkan lengan kanan atas disamping kepala. Gunakan tangan kiri untuk melakukan perabaan payudara sebelah kanan. Dengan meratakan jari-jari, mula-mula periksa lipatan lengan. Kemudian mulai dari batas luar payudara rasakan seluruh payudara dengan lingkaran-lingkaran kecil. Diibaratkan payudara sebagai permukaan jam dinding, lakukan perabaan secara melingkar jam demi jam searah dengan jarum jam sampai berakhir pada puting susu. Kurang lebih diperlukan 8-10 putaran untuk mendapatkan perabaan yang lengkap. Saat perabaan perhatikan benjolan atau penebalan. Umumnya benjolan kanker payudara tidak terasa sakit.

Langkah 3.
Setelah melakukan perabaan perlahan-lahan puting susu diperas dan perhatikan apakah ada darah atau cairan yang keluar. Puting susu yang berdarah atau mengeluarkan cairan yang tidak wajar kemungkinan bisa karena kanker. Ulangi hal yang sama untuk payudara sebelah kiri.
Bila terdapat satu tanda seperti diterangkan diatas, segeralah periksa ke dokter. Namun Jangan panik dulu, karena sebagian besar benjolan di payudara bukanlah kanker. Umumnya benjolan bersifat jinak seperti lipoma, fibro adenoma mamma. Tetapi bila ternyata memang kanker, pengobatan sedini mungkin akan memberikan kemungkinan besar bisa sembuh total.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: