Benarkah rutin minum susu bisa mencegah osteoporosis?


Makana minuman yang buruk untuk kepadatan tulang/penyebab osteoporosisOsteoporosis adalah penyakit akibat berkurangnya masa tulang yang menyebabkan tulang menjadi keroposĀ  sehingga rapuh dan mudah patah. Osteoporosis umumnya menyerang pada orang-orang yang sudah memasuki usia pensiun, namun yang paling sering adalah diusia 70-80 tahun. Namun tak jarang juga tulang mudah patah terjadi pada usia yang jauh lebih muda, karena sejak usia 35 pengeroposan tulang sudah mulai meningkat secara bertahap secara signifikan. Osteoporosis lebih banyak dialami oleh wanita daripada peria, hal ini karena tulang pria lebih besar dari wanita. Selain itu, Pria mengalami perubahan hormon yang lebih lambat daripada wanita.

Lalu apakah benar bahwa rutin minum susu kalsium bisa mencegah atau merekonstruksi kembali tulang, sehingga terhindar dari osteoporosis?

Kalsium memang merupakan salah satu unsur gizi yang diperlukan tulang untuk pembangunan kembali masa tulang. Namun kalsium bukan satu-satunya dan, keyakinan minum susu tinggi kalsium bukan serta-merta akan terbebas dari gejala osteoporosis.

Fakta tentang osteoporosis dan aktifitas fisik

Kita tak perlu melihat studi yang terlalu jauh, hanya cukup melihat FAKTA yang terjadi sehari-hari. Orang bu le itu sejak lahir procot hingga meninggal itu minum susu/produk susu sehari, tapi faktanya osteoporosis masih merupakan penyakit yang banyak dikhawatirkan mereka. Sementara, orang tua kita jaman dulu mana mengenal minum susu, karena susu hanya minuman yang dapat diminum oleh noni atau sinyo Belanda. Mereka hanya makan nasi gaplek, nasi jagung dengan lauk daun singkong atau daun pepaya. Sudah bagus jika mereka mendapatkan ikan Asin atau tempe. Namun kenapa mereka masih banyak yang masih hidup dengan sehat sampai sekarang?,, bahkan jauh dari kesan menderita osteoporosis. Kenapa bisa demikian?,,,, Orang tua seperti mereka tak pernah mau istirahat atau diam. Lha wong kalau diam siapa yang akan mengirimkan makanan pada mereka?, . Sejak bangun pagi jam 4 sudah menimba air, agak siang sedikit berangkat keladang untuk bercocok tanam. Sementara untuk keladang mereka masih harus jalan kaki, sebelum mencangkul tanah dengan berjemur dibawah terik matahari.

Lihat Juga :  Penyebab, faktor resiko, dan pencegahan Alzheimer

Jadi itu merupakan fakta jika kalsium bukanlah unsur satu-satunya yang menjamin bebas osteoporosis

Seperti pada jaringan lain dalam tubuh, jaringan tulang masih hidup dan selalu berubah, renovasi atau pembangunan kembali masa dan kekuatan tulang bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetika, hormon, latihan fisik dan diet (terutama asupan kalsium, fosfat, vitamin D , dan nutrisi lainnya). Jadi kalsium bukan satu-satunya untuk menghindari gejala osteoporosis. Orang masih membutuhkan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Latihan atau aktifitas fisik juga merupakan hal yang harus digaris bawahi dengan spidol warna merah.

Cobalah ambil kaleng atau kemasan susu kalsium Anda yang dikatakan untuk mencegah osteoporosis. Lihatlah tabel “komposisi”, disana akan disebutkan kalsium sekian..sekian dll. Namun bukan itu yang dimaksud, karena pasti disana ada tanda bintang kecil berwarna merah dan yang sama kecilnya dengan tulisan yang menyertainya. Cobalah cari lensa pembesar untuk membacanya., karena tulisan tersebut saking kecilnya sehingga sulit dibaca terutama oleh orang usia tua. Memang tujuannya agar tak dibaca dan dilewati, karena jika dengan jelas terbaca maka susu tersebut akan sulit laku. **“Susu ini diperkaya kalsium, JIKA disertai dengan aktifitas fisik dan bla..bla…bla…..”

Penelitian yang dilakukan oleh Feskanich, Willet, Stampfer dan Colditz dari Universitas Harvard, yang melibatkan 78.000 perempuan selama 12 tahun, menunjukkan bahwa terlalu banyak minum susu justru berhubungan dengan meningkatkan resiko patah tulang. Meskipun susu segar kaya akan kalsium, tapi bentuk kalsiumnya bukan yang mudah diserap tubuh. Susu yang diproses juga mengalami penurunan jumlah kalsium.

Berikan komentar Anda: