Bekam menurut Hadist


Bekam menurut hadistMetode terapi bekam telah dikenal semenjak ribuan tahun lalu. Mengenai manfaat, cara dan sejarah bekam telah kita ulas pada artikel sebelumnya, baca klik disini.

Bekam adalah proses terapi untuk menghilangkan darah kotor dari tubuh. Dan darah kotor yang dikeluarkan ini diyakini berisi racun tubuh yang menyebabkan seseorang menjadi sakit. Bekam merupakan bentuk perawatan kesehatan yang telah direkomendasikan oleh syari’ah dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam).

Berikut beberapa hal Tentang Bekam, serta waktu yang direkomendasikan untuk menjalankan bekam menurut Hadist:

Ibnu Abbas (RA) melaporkan Rasul Allah (sallallhu alaiyhi wassallam) yang mengatakan “Ada obat dalam tiga hal: Sayatan Gelas bekam, minum madu atau membakar kuman dengan api, tapi aku mengharamkan umatku untuk membakar.”

Selama pertempuran Khaibar dalam 7 AH dengan Yahudi, seorang wanita Yahudi menyiapkan beberapa daging yang ia bubuhi dengan racun mematikan dan disajikan kepada Rasullulah (sallallhu alaiyhi wassallam). Setelah mencicipi daging, racun tersebut kemudian mempengaruhi  Rasullulah (sallallhu alaiyhi wassallam). Rasullulah (sallallhu alaiyhi wassallam) kemudian menjalani bekam yang bertujuan untuk meringankan beliau dari efek racun dalam darahnya (Shamaail Tirmizi)

Rasullullah (sallallhu alaiyhi wassallam) pernah terluka di kakinya,  (mungkin karena penyumbatan darah), maka beliau kemudian menjalani bekam di kakinya. (Mishkat p. 389)

Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) berkata, ‘Jibraaeel (alayhis salaam) berulang kali menekankan kepada saya untuk menggunakan bekam sejauh yang saya khawatirkan jika bekam itu akan dibuat wajib. “(Jamal Wasaail p. 179).

Hadhrat Anas (Radhiallaahu anhu) mengatakan bahwa Rasulullah (shallallahu aayhi Wasallam) berkata, ‘Obat terbaik adalah bekam. “(Shamaail, bab Bekam)

Hadhrat Abu Kabsha (Radhiallaahu anhu) meriwayatkan bahwa Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam)  menjalani bekam di kepala dan di antara bahu dan dia sering berkata, ‘Siapapun yang menghilangkan darah ini, itu tidak akan membahayakan dirinya bahwa ia tidak akan menanggung perawatan medis lainnya. “(Mishkat hal. 389)

Lihat Juga :  Cara Hidup Sehat ala Rasulullah

Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) memuji orang yang melakukan bekam, mengatakan bahwa menghilangkan darah, akan mencerahkan punggung dan mempertajam penglihatan (Jamal Wasaail p. 179) , seperti dikutip dari Alhaadith. Jadi jelas bahwa bekam telah dipraktekkan oleh Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) sendiri dan sangat disarankan oleh beliau.

Yang tidak boleh menjalankan bekam

Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) juga telah memberikan beberapa tuntunan tentang bekam. Hal ini setelah beliau menemukan orang yang menjalani puasa yang melaksanakan bekam dan kemudian menjadi lemah.

Oleh karena itu, kata beliau, “Orang yang menjalani bekam membatalkan puasanya.” (Jam? L Wasaail p. 179) .

Mullah Ali Qari (Rahmatullaahi alaihi)  menjelaskan tentang Hadis tersebut, bahwa karena seseorang sudah lemah dengan berpuasa, maka menjalani bekam akan semakin melemahkan dia. Dengan demikian orang tersebut mungkin karena merasa sangat lemah dan memaksa untuk berbuka puasa.

Beliau lebih jauh menyatakan dengan jelas dari prinsip yang dipahami dari hadis, bekam tidak boleh diberikan segera setelah mandi air panas, atau saat perut sudah kenyang.

Waktu untuk menjalankan Bekam:

Hadhrat Abu Hurairah (Radhiallaahu anhu) melaporkan bahwa Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) berkata: “Seseorang tidak harus menjalani bekam selama 13, 14 dan 15 bulan lunar.”

Beberapa Muhadditheen menjelaskan bahwa pada hari-hari bulan purnama akan berdampak pada banyak hal di bumi karena gravitasi. Sebagai contoh, laut akan pasang naik karena bulan purnama. Demikian pula, darah yang mengalir juga akan dipengaruhi, dan akan mengalir lebih cepat selama bulan purnama. Satu hal orang bisa  kehilangan banyak darah pada hari-hari ini jika seseorang menjalani bekam.
Oleh karena itu, Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) menyarankan bahwa orang harus menjalani bekam pada 17, 19 dan 21 bulan lunar. (Mishkat p. 389). Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) menyarankan bahwa bekam tidak boleh dilakukan pada hari Selasa, karena ada waktu tertentu di hari Selasa darah manusia tidak berhenti mengalir. (Mishkat p. 389). Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) juga menyarankan bahwa bekam tidak boleh dilakukan pada hari Sabtu dan Rabu karena hal ini dapat menyebabkan kusta. (Mishkat p. 389).

Lihat Juga :  Manfaat Berciuman untuk Kesehatan

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: