Bahayanya dan ciri makanan yang mengandung Boraks atau bleng

Bahaya boraks - ciri makanan mengandung boraksMungkin Anda sudah tidak asing lagi mendengar bahan yang sudah umum sebagai bahan campuran untuk membuat beberapa jenis makanan ini. Bahkan mungkin sudah menyadari bahwa boraks atau bleng itu berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. Tahukah Anda apa sih itu bleng dan apa itu boraks?, .

Apakah boraks dan bleng itu sama?. Banyak kerancuan dimasyarakat yang mengatakan bahwa bleng dan boraks itu sama. Bleng dan boraks itu hampir serupa, walaupun ada perbedaan, namun keduanya tetap sama bahayanya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Mari mengenal lebih jauh tentang bleng dan boraks, serta bahan pengganti yang alami dan aman bagi kesehatan

Perbedaan bleng dan boraks

BLENG - Bleng adalah sebutan populer untuk salah satu zat kimia berbahaya yang bernama Natrium Biborat, Natrium Piroborat, Natrium Teraborat. Bleng adalah bentuk tidak murni dari boraks atau asam borat murni yang biasa dibuat oleh industri farmasi.

BORAKS - Boraks adalah senyawa kimia yang berbahaya untuk dikonsumsi, yang memiliki sebutan kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O). Bisa ditemukan dalam bentuk padat, dan jika larut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Boraks atau asam borat umumnya digunakan untuk bahan pembuatan deterjen, bersifat antiseptik dan mengurangi kesadahan air.

Baik Boraks atau blenk sangat diharamkan pemerintah untuk dikonsumsi, namun masih banyak digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan. Secara umum untuk diketahui agar kita berhari-hati, umumnya makanan olahan yang paling sering dicampur borak seperti, mie, bakso, dan kerupuk. Penyalah gunaan boraks yang juga telah umum untuk makanan juga sering ditemui pada lontong, ketupat, dan kecap.

Karena masih belum banyak terkontrol penggunaannya pada makanan, Sebagai konsumen kita harus lebih teliti terhadap makanan olahan yang sehari hari kita makan.

Bahaya dan efek samping boraks atau bleng bagi kesehatan

Efek negatif boraks bisa berdampak sangat buruk bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dlam jangka lama. Boraks memiliki efek racun yang membahayakan sistem metabolisme manusia.

Mekanisme toksifikasi boraks telah diketahui berbeda dari mekanisme racun formalin pada makanan. Boraks yang dikonsumi manusia kemudian substansinya akan diserap oleh usus,  lebih lanjut akan disimpan terus menerus secara kumulatif didalam hati, otak, ginjal, atau bahkan testis, hingga akhirnya dosis toksin yang berasal dari boraks semakin tinggi dalam tubuh.

Pada dosis penggunaan normal yang masih di bawah batas ambang maksimal, efek negatif racun boraks pada manusia masih hanya sebatas pada nafsu makan yang menurun, gangguan pada sistem pencernaan, gangguan sistem pernafasan. Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat ringan, seperti mudah bingung, gejala anemia, dan kerontokan rambut. Namun bila dosis toksinboraks sudah melebihi ambang batas maksimal, maka akan dapat mengakibatkan dampak yang fatal bagi kesehatan, mulai dari muntah-muntah, gejala diare, gejala sesak nafas, gejala kram perut dan gejala lain seperti nyeri perut bagian atas (epigastrik), seperti mual, lemas, pendarahan gastroentritis yang disertai muntah darah yang diiringi sakit kepala hebat. Bayi dan anak kecil bisa meninggal dunia hanya dengan dosis toksin boraks dalam tubuh yang telah mencapai lebih dari 5 gramn. Sementara pada orang dewasa, bisa berujug kematian jika toksin boraks telah mencapai 10-20 gram.

Berikut tips mudah, agar kita bisa mengetahui seperti apa yang tidak mengandung boraks:

Ciri-ciri mie basah mengandung boraks: Teksturnya kenyal, sangat mengkilat, tidak lengket, dan tidak mudah  putus.

Ciri bakso mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging, dan lebih cenderung berwarna keputihan.

Ciri-ciri jajanan, misalnya lontong yang mengandung boraks: teksturnya sangat kenyal, rasanya tajam, sangat gurih serta terasa getar dan getir pada lidah.

Ciri-ciri kerupuk mengandung boraks: teksturnya renyah , juga bisa menimbulkan rasa getir atau getar pada lidah.

Akan tetapi, makanan yang telah diberi boraks sebenarnya masih sangat sulit untuk dibedakan. Beberapa makanan dapat diketahui dengan pasti, setelah dilakukan uji khusus boraks di laboratorium.

Zat pengganti boraks atau bleng yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Bagi produsen makanan yang biasa menggunakan boraks, sadarlah karena perbuatan tersebut bisa meracuni sesama anak bangsa. Untuk itu, sebaiknya  menggunakan bahan yang lebih alami dan aman bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Bahan alami yang bisa digunakan untuk menggantikan borak maupun bleng, yang memberikan efek yang sama (umumnya sebagai pengenyal maupun pengawet), adalah air abu. Untuk mendapatkan air abu, kita bisa membakar merang (tangkai padi kering) atau klaras (daun pisang kering) hingga menjadi abu, kemudian abu bakaran kedua bahan tersebut direndam selama 2-3 hari dengan air bersih. Ambil air rendamannya, dan kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pengenyal maupun pengawet makanan alami. Bahan yang lebih aman lainnya yang dapat digunakan adalah air kapur sirih.

Terimakasih telah membaca artikel Bahayanya dan ciri makanan yang mengandung Boraks atau bleng. Bantulah mereka yang mungkin sangat membutuhkan informasi ini melalui tombol SHARE FB/twitt/G+ dibawah ini:


This entry was posted in Kesehatan, Tahukah, Tips Sehat and tagged , , .

Komentar: