Bahaya, dampak dan akibat infeksi Bakteri E-Coli

Dampak e coli terhadap kesehatanE Coli adalah yang paling umum untuk menyebut nama bakteri Escherichia coli, adalah jenis bakteri yang biasanya ditemukan dalam sistem pencernaan hewan. Satu jenis bakteri E-Coli tertentu dapat menyebabkan penyakit sistem pencernaan yang serius, yang umum ditandai dengan diare dan kadang disertai mual. Dampak lain dari bakteri E coli adalah menghasilkan racun yang dapat merusak ginjal, serta melemahkan dinding usus kecil pada anak-anak. Alasan lain untuk menyebut berbahaya pada bakteri E coli adalah karena tidak ada obat yang efektif untuk ini.

Berbahayakah Bakteri E coli bagi kesehatan?..

Pada tahun 2006 , konsumen di Amerika Serikat mengalami ketakutan karena kantong daun bayam mentah yang diproses di California ditemukan mengandung E coli dalam tingkat yang berbahaya. Ratusan orang sakit, dan bahkan dilaporkan terjadi beberapa kematian. Sumber kontaminasi itu akhirnya ditelusuri, dan diketemukan berasal dari peternakan produk spesifik yang terletak di salah satu daerah di California. Sementara penjualan bayam kantong akhirnya dilanjutkan, dan masyarakat akhirnya menyadari akan bahayanya kontaminasi bakteri E coli pada bahan makanan.

Dampak bakteri E coli bagi kesehatan

Diare yang dialami oleh orang yang terinfeksi bakteri E coli akan menyebabkan tubuh lemah, karena mengalami dehidrasi berat. Dehidrasi ini bisa membahayakan, jika penderita tak mendapatkan cairan tubuh pengganti, misalnya dari minum banyak air secara kontinyu.

Terutama E. coli O157 : H7 dalam jangka lama dapat merusak ginjal dan organ tubuh lainnya yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Pada anak-anak, E coli dapat menciptakan racun yang dapat melemahkan dinding usus kecil. Lapisan-lapisan beberapa pembuluh darah kecil pada ginjal juga bisa menjadi lemah. Ini merupakan komplikasi serius yang disebut dengan sindrom uremik hemolitik ( HUS ), dan dapat memungkinkan bagi penderita mengalami kegagalan ginjal atau komplikasi lain, seperti kelumpuhan , kebutaan , dan kejang .

Bakteri E coli bisa berbahaya dan menimbulkan dampak yang paling parah pada anak-anak atau orang tua yang sistem kekebalannya lemah. Hal ini mungkin karena pertahanan tubuh alami pada anak-anak masih berkembang, dan orang dewasa yang memiliki kekebalan lemah, sehingga mereka tidak memiliki flora usus yang sehat dan antibodi yang diperlukan untuk menangkal infeksi.

Orang dewasa yang sehat biasanya bisa bertahan dari akibat terburuk dari infeksi bakteri ini, karena unsur-unsur pada saluran pencernaan mereka masih berfungsi secara normal, serta pertahanan alami tubuh yang kuat  akhirnya bisa menangkal bakteri ini.

Gejala

Gejala mulai terjadi ketika bakteri E. coli sudah memasuki usus . Waktu terinfeksi dan perkembangan gejala biasanya dapat berlangsung antara 24 – 72 jam . Diare parah yang tiba-tiba, dan sering disertai darah pada tinja adalah gejala yang paling umum.

Gejala lain yang mungkin termasuk :

  • Demam
  • Gas dalam perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kram perut
  • Muntah, meskipun jarang

Gejala infeksi E. coli yang jarang terjadi,  namun bisa parah meliputi:

  • Mudah mengalami memar
  • Kulit pucat
  • Urin Merah atau berdarah
  • Jumlah urin yang sedikit

Penyebab

E. coli sebenarnya adalah jenis bakteri yang biasanya hidup didalam usus manusia dan hewan tanpa menyebabkan masalah. Penting untuk disadari bahwa tidak semua bakteri E. coli berbahaya bagi manusia. Sebagian bermanfaat untuk membantu pencernaan, yang merupakan bagian dari flora usus agar makanan tertentu mudah dicerna seperti protein atau gula.

Namun beberapa jenis bakteri E. coli tertentu dapat mengkotaminasi makanan. Satu strain ( E. coli O157 : H7 ) dapat menyebabkan kasus keracunan makanan yang parah.

Bakteri dapat masuk ke dalam makanan Anda dengan cara yang berbeda :

  • Daging atau unggas yang kontak dengan bakteri dari usus hewan saat sedang diolah.
  • Air yak tak higienis mungkin mengandung kotoran hewan atau manusia.
  • Penanganan makanan yang tidak aman pada toko-toko kelontong atau rumah makan.

Keracunan makanan akibat E coli seringkali terjadi dari makanan atau minuman :

  • Makanan yang disiapkan oleh seseorang yang tidak mencuci tangan dengan benar.
  • Makanan yang disiapkan dengan menggunakan peralatan memasak yang kotor.
  • Produk-produk susu atau makanan yang mengandung mayones (seperti coleslaw atau salad kentang ) yang telah berada diluar lemari es terlalu lama.
  • Makanan beku yang tidak disimpan pada suhu yang tepat, atau tidak dipanaskan dengan benar.
  • Ikan atau tiram mentah
  • Buah mentah atau sayuran yang belum dicuci bersih.
  • Sayuran mentah atau jus buah dan produk susu.
  • Daging matang atau telur.
  • Air dari sumur atau sungai, atau air kran yang belum diolah.

Meskipun tidak umum, bakteri E. coli juga dapat menyebar dari satu orang ke orang lain . Hal ini bisa saja terjadi ketika seseorang tidak mencuci tangan nya setelah buang air besar,  dan kemudian menyentuh benda atau tangan orang lain.

Pengobatan dan perawatan

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan secara fisik, termasuk memeriksa tinja bisa dilakukan untuk memastikan E.coli .
  • Biasanya infeksi dari jenis bakteri E coli yang paling umum bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Dan tujuan pengobatan hanyalah untuk membuat  penderita merasa lebih baik dan terhindar dari dehidrasi.
  • Mendapatkan cukup cairan, serta mencari tahu apa yang harus dimakan akan membantu menciptakan kenyamanan. yang mungkin perlu dilakukan oleh penderita adalah; Merawat diare, Mencegah mual dan muntah dan Istirahat cukup.
  • Jika penderita mengalami diare atau muntah-muntah yang parah, serta tidak bisa minum atau dapat menyimpan cairan yang cukup dalam tubuh, mungkin perlu diberikan cairan melalui vena/infus . Sehingga penderita harus dirawat dokter diruang gawat darurat .
  • Penderita mungkin perlu berhenti minum pil diuretik saat mengalami diare. Jangan pernah berhenti atau mencoba berganti obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.
  • Penderita mungkin dapat membeli obat diare di apotek,  yang bertujuan untuk membantu menghentikan atau memperlambat diare. Namun jika gejala diare parah dan demam, maka sebaiknya jangan menggunakan obat-obatan tanpa diketahui dokter. Terutama jangan memberikan obat-obatan sendiri untuk diare pada anak-anak.

Bakteri E coli tidak merespon dengan baik kelebihan penggunaan obat tradisional untuk meredakan diare. Antibiotik pada dasarnya akan membunuh bakteri apa saja, termasuk strain bakteri baik pada usus yang justru bertugas untuk melawan  E. coli berbahaya.

Mungkin Anda juga Menyukainya :

loading...

Berikan komentar Anda: