Bahan kimia Berbahaya didalam kosmetik


 Bahan kimia berbahaya dalam produk kosmetikaBelum tentu produk kosmetika yang beredar secara umum menggunakan bahan kimia yang relatif aman bagi kesehatan. Tak dipungkiri lagi, dan telah banyak dibahas disitus-situs kesehatan internasional jika kosmetika yang banyak dijual ini masih menggunakan beberapa jenis bahan kimia yang telah disepakati bersifat racun bagi kesehatan. Untuk itu, sebaiknya memperhatikan kompoisisi dan cara penggunaan yang benar agar bisa minimal dari dampak negatifnya.

Berikut 10 bahan kimia yang ditemukan didalam kosmetika yang telah disepakati badan kesehatan dunia bisa membahayakan kesehatan manusia

1. Paraben

Umunya digunakan dalam makeup, pelembab, shampoo dll. Dapat mengganggu fungsi hormon serta terkait dengan kanker payudara. Carilah bahan dengan unsur “pararaben” didalam namanya, seperti  (methylparaben, butylparaben, propil, isobutylparaben, ethylparaben). Banyak digunakan dalam kosmetika, meskipun telah diketahui dapat menjadi racun.

Paraben adalah bahan pengawet yang paling banyak digunakan dalam kosmetik. Umumnya juga digunakan sebagai bahan aroma, sayangnya konsumen seringkali tidak akan menemukan bahan ini  tercantum pada label. Biasanya karena dianggap sebagai  rahasia dagang, sehingga produsen tidak perlu mengungkapkan bahan kimia aroma dalam daftar bahan. Diperkirakan sejumlah 75 sampai 90 persen kosmetik mengandung paraben.

Parabens dapat dengan mudah menembus kulit, dan diduga dapat mengganggu fungsi hormon (gangguan endokrin). Paraben bisa meniru estrogen, hormon seks perempuan primer. Dalam satu studi, paraben terdeteksi dalam jaringan kanker payudara manusia, dan ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan hubungannya antara paraben dalam kosmetik dan kanker. Paraben juga dapat mengganggu fungsi reproduksi laki-laki. Selain itu, studi menunjukkan bahwa methylparaben diterapkan pada kulit bereaksi dengan UVB menyebabkan kulit meningkat penuaan dan kerusakan DNA.

Paraben pada tingkat rendah terbuat secara alami pada makanan tertentu, seperti barley, stroberi, arus, vanili, wortel dan bawang, namun paraben pada kosmetik berasal secara  sintetis dari petrokimia. Paraben dalam makanan akan dimetabolisme setelah dimakan, sehingga estrogeniknya menjadi lemah. Sebaliknya, bila diterapkan pada kulit dan diserap ke dalam tubuh, paraben dalam kosmetik bisa melewati proses metabolisme dan memasuki aliran darah dan organ tubuh utuh. Diperkirakan perempuan terkena 50 mg per hari paraben dari kosmetik. Penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai tingkat dari akibat paraben pada manusia. Studi yang dilakukan oleh US Centers for Disease Control dan Pencegahan (CDC) menemukan empat paraben yang berbeda dalam sampel urin manusia, hal ini menunjukkan paparan dari produk, meskipun dalam tingkat yang sangat rendah.

Lihat Juga :  Tanda, Gejala, dan penyebab keracunan makanan

Methylparaben, butylparaben dan propil paraben adalah beberapa bangsanya paraben yang paling umum diketemukan dalam kosmetik. Bahan kimia lainnya sekelas “paraben” misalnya, isobutylparaben, ethylparaben, dll.

2. DEA, cocamide DEA dan DEA lauramide (bahan kimia Terkait: MEA dan TEA)

Digunakan dalam produk krim dan yang menghasilkan busa seperti pelembab, shampoo. Dapat bereaksi untuk membentuk penyebab kanker nitrosamine. Senyawa ini juga Berbahaya bagi ikan dan satwa liar lainnya.

DEA (dietanolamina) dan DEA senyawa yang digunakan untuk membuat kosmetik krim atau menghasilkan busa. DEA juga bertindak sebagai pengatur pH, bahan penangkal keasaman lainnya. DEA terutama ditemukan pada pelembab dan tabir surya, sementara cocamide dan lauramide DEA ditemukan dalam sabun, pembersih, dan shampoo. Aplikasi industri DEA termasuk penggunaannya dalam kilang minyak untuk “menggosok” hidrogen sulfida dari proses emisi gas.

DEA dan senyawanya menyebabkan iritasi ringan sampai sedang pada kulit dan mata. Dalam percobaan laboratorium, paparan dosis tinggi bahan kimia ini telah terbukti menyebabkan kanker hati dan perubahan prekanker pada kulit dan tiroid. Uni Eropa mengklasifikasikan DEA adalah bahan yang berbahaya karena eksposur yang lama dapat menganggua secara serius terhadap kesehata. Senyawa DEA juga dapat bereaksi dengan nitrit dalam kosmetik untuk membentuk nitrosamin yang diklarifikasikan oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker , kemungkinan bersifat karsinogen pada manusia. Nitrit terkadang juga ditambahkan ke produk kosmetik sebagai agen anti-korosif atau bisa bersifat sebagai kontaminan.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: