Bagaimana Cara memerah ASI?

Menyusui ternyata bermafaat juga mencegah kanker payudaraBagaimana Cara memerah ASI? – Air Susu Ibu adalah makanan bayi yang tak pernah bisa tergantikan oleh susu sapi model apapun.Selain memiliki dampak psikologis yang baik, ASI juga mencerdaskan anak dan mengandung zat imun terhadap penyakit yang tak didapat dari susu formula.

Baca juga: Memberikan ASI, bisa mengurangi resiko kanker payudara

Bagaimana cara memerah ASI dan beberapa penjelasan mengenai pemberian ASI kepada bayi.

Dua alasan klasik kenapa ibu tak mau menyusui adalah masalah Karier dan air susu keluar sedikit.Untuk masalah pekerjaan, sebenarnya tak ada alasan ibu untuk meninggalkan bayinya dengan susu formula.Jika ibu beralasan air susunya keluar sedikit, sebenarnya tidak demikian.Tak ada Ibu yang kekurangan Asi, hanya saja Bayinya yang kesulitan mengambil ASI sebanyak yang ia perlukan.

Kenapa air susu Ibu keluar sedikit?

Bayi bingung puting
Kenapa bayi menjadi bingung puting?,,,Cara menyusui dengan menggunakan dot bisa membuat bayi bingung puting.Jadi, ia hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola ibu masuk ke mulut bayi. Jadi, kalau si kecil sudah “bingung puting”, tak heran bila ia gagal mengeluarkan ASI di “gudang”nya. Salah satu tanda posisi si kecil salah menyusu ialah payudara ibu lecet. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar.

Memberinya susu formula
Faktor lain yang membuat si kecil kekurangan ASI lantaran ibu mengintervensi bayinya dengan macam-macam. Antara lain, begitu lahir si kecil langsung diberi susu formula yang sebetulnya enggak perlu. Belum lagi ketika memberi ASI perah pakai botol susu dan dot, bukan disuapi pakai sendok.Karena bayi merasa lebih mudah jika menyusu dengan dot, lama lama ia akan malas untuk menghisap susu ibunya.Awas propaganda bisnis susu formula!!!.Bisnis susu formula adalah bisnis besar, para penggiat usaha ini akan melakukan apasaja agar ibu mau menggantikan ASI dengan susu formula.Mau Bukti?????………..Coba jika ibu melahirkan dirumah bersalin, sebagian besar rumah bersalin langsung memberikan Ibu satu paket susu formula.Bahkan sang bidan tak sungkan langsung memberi bayi yang baru lahir dengan susu formula “Merk Tertentu” yang sudah “direkomendasikan”.Tahukah anda bahwa jika produsen susu formula tersebut bekerjasama afiliasi dengan rumah bersalin?. Akhirnya bayi malas untuk menyususui ASI ibunya setelah merasakan mudah nya mimik susu botol.Jadi jika IBU habis melahirkan dengan kondisi sehat walafiat, jangan boleh bayi anda diberi susu formula.Langsung berikan bayi dengan ASI eksklusive IBU, sehingga ia akan terbiasa menghisap air susu IBu.Kalau menurut medis memang ibu tak mungkin lagi memberi ASI, hanya itulah sebaiknya yang bisa menjadi alasan.Ingat!!!,  jika memang tak mungkin memberi bayi ASI, berikan ia susu formula yang tepat

Bayi kekurangan ASI?

Tak usah cemas si kecil akan kekurangan ASI berapapun jumlah ASI perah yang dikeluarkan. Memang, pada awalnya si kecil akan gelisah dengan jumlah yang mungkin lebih sedikit dari biasanya, tapi bayi akan cepat beradaptasi, kok. “Maksimal pada hari keempat, bayi akan sudah terbiasa.
Seberapa pun ASI yang ada, akan diminum. Kalau ditinggali 500 cc, akan diminum; begitu juga 300 cc, bahkan 200c. Namun ketika ibunya datang, ia akan minum habis-habisan. Jadi, bayi tak akan kekurangan ASI.

Baca Juga: Manfaat Daun Katuk untuk melancarkan ASI

Apakah karier bisa menjadi alasan untuk tidak memberi bayi ASI?

Salah satu kendala terbesar seorang ibu tidak dapat memberikan ASI adalah karena ibu harus bekerja dan meninggalkan bayinya di rumah. Kurangnya pengetahuan tentang teknik yang benar memerah ASI serta cara pemberian yang tepat menjadi alasan mengapa ibu yang bekerja tidak memberikan asinya.

Sebenarnya, memerah ASI hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila kita hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, kita harus menekan agak ke belakang. “Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik ibu salah. Mungkin cara memerah susunya seperti melakukan massage payudara. Ini tak akan mengeluarkan ASI, karena yang ditekan pada massage payudara adalah ‘pabrik’ ASI bukan ‘gudang’nya. Kan, kita tak bisa langsung mengeluarkan ASI dari ‘pabrik’ tapi harus melalui ‘gudang’ dulu.” Jadi, bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi pekerjaan biasa. Waktu yang dibutuhkan pun tak sampai setengah jam, tapi susu yang terkumpul bisa mencapi 500 cc, lo.

Setelah diperah, ASI harus di simpan dengan baik agar dapat bertahan lama. Menurut Utami, di udara terbuka, ASI perah bisa tahan 6-8 jam, tapi bila ditaruh di kantong plastik lalu dimasukan termos dan diberi es batu, akan tahan kira-kira 1X 24 jam. Lain lagi bila ASI perah dimasukan di lemari es, bisa tahan 2X24 jam. Sedangkan bila dimasukkan dalam freezer, bisa tahan 3 bulan.

Namun dari semua cara penyimpanan tadi, lebih dianjurkan untuk memasukkan ASI ke dalam termos dan lemari es. “Sudah dibuktikan, ASI perah yang dimasukkan ke termos dan lemari es tak mengalami perubahan komposisi gizi sama sekali. Hanya mungkin warna dan bentuknya saja yang berubah.” Tak demikian halnya jika dimasukkan dalam freezer, “ASI akan mengalami perubahan dalam hal jumlah imunoglobulin, yaitu protein molekul yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh, karena ada yang mati akibat kedinginan.”

Persiapan dan Cara Memerah

  • Waktu yang paling tepat untuk memerah ASI ketika payudara sedang penuh, bisa diulang kembali sekitar 3-4 jam.
  • Alat-alat yang akan digunakan untuk memerah harus dibersihkan/disetrilisasi lebih dulu. Sebaiknya selesai memerah, alat-alat tersebut langsung dibersihkan hingga tetap terjaga kebersihannya.
  • Ketika memerah, sebaiknya ibu dalam keadaan tenang dan nyaman. Pilih ruangan yang memungkinkan ibu tak terganggu apa pun. Lebih baik lagi bila si kecil ada yang menjaga hingga konsentrasi ibu tak terganggu.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air tiap kali hendak mulai memerah, sedangkan payudara cukup dicuci dengan air. Jangan gunakan sabun atau apa pun pada puting.
  • Minumlah satu gelas air/sari buah/susu/secangkir sup atau kacang ijo sebelum memerah ASI

Cara memberikan ASI perahan

Selanjutnya, ketika ingin memberikan ASI perah pada si kecil, kita harus menghangatkannya dulu. Namun jangan dipanaskan di atas api, karena mengakibatkan beberapa enzim penyerapan mati kepanasan. Beberapa buku dari luar menganjurkan untuk menyiram ASI dengan running tap water, tapi di Indonesia, kan, jarang ada keran yang berisi air hangat. Jadi cukup dengan mangkuk yang diisi air hangat (suhu airnya sama dengan suhu air yang biasa kita gunakan untuk mandi atau suhu tubuh). Adapun lama penghangatan tergantung suhu ASI, tapi prinsipnya buatlah suhu ASI seperti suhu tubuh karena akan menyerupai ASI yang dikeluarkan langsung. Nah, setelah selesai bisa langsung diberikan pada bayi.Berikan ASI hasil perahan dengan menggunakan sendok, dan jangan menggunakan dot.Menggunakan dot bisa membuat bayi bingung puting, sehingga selanjutnya ia akan kesulitan nete ibunya secara langsung.

loading...

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Berikan komentar Anda: