Apakah Arwah bisa Gentayangan dan Mengganggu manusia?


Penampakan arwah penasaranKreator film Indonesia sudah sangat terkenal akan karya-karya filmnya yang berkaitan dengan hantu arwah gentayangan. Seringkali kehadiran kuntilanak dalam sebuah film diceritakan sebagai arwah seseorang wanita yang mati penasaran, yang menuntut balas atas kematiannya karena perbuatan jahat seseorang. Banyak lagi cerita seputar arwah penasaran lainnya, seperti manusia yang meninggal dalam kecelakaan, dan arwahnya gentayangan dan menjadi hantu. Barangkali Anda pernah mendengar cerita tragedi kecelakaan dahsyat kereta api di bintaro, dimana sering diceritakan ada banyak penampakan dari orang meninggal yang terlibat dalam tragedi tahun 1987 tsb.

Benarkah arwah manusia yang meninggal bisa bergentayangan seperti cerita dalam sebuah film horor, atau cerita yang telah lama berkembang dimasyarakat?

Dibalik tubuh manusia yang terdiri dari daging, kulit dan tulang, dan membutuhkan makanan dan minuman, ada sesuatu yang amat berharga didalamnya, yaitu roh. Roh adalah hakikat manusia, yang terletak dalam tubuh kasarnya. Artinya, exsistensi manusia memiliki jasad sebagai bentuknya, dan memiliki jiwa atau roh sebagai makna keberadaannya. Roh berasal dari alam arwah, sedangkan jasad manusia berasal dari unsur-unsur materi. Jadi bisa di jelaskan bahwa kejadian manusia itu terdiri dari bentuk luar seperti apa yang disebut sebagai jasad, dan bentuk dalam yang disebut dengan jiwa atau roh.

Dengan demikian kejadian manusia itu terdiri dari dua unsur yang sangat berbeda, yaitu unsur rohani dan unsur jasmani. Unsur rohani yaitu /roh /jiwa adalah wujud immateriil yang berasal dari nur Allah, yakni makhluk suci yang memiliki potensi dan kecenderungan asli untuk mengenal dan menyembah Tuhannya, dan ia merupakan sumber akhlak yang mulia serta senantiasa menarik jiwa dan jasad menuju keluhuran. Dan karena roh itu berasal dari Allah, maka selamanya ia akan merindukan-Nya. Sedangkan unsur jasmani atau jasad adalah wujud materiil yang memiliki sifat-sifat tabiat kebendaan yang merupakan sumber dari hawa nafsu keduniaan yang berlawanan arah dengan tabiat roh.

Lihat Juga :  Hukum dan manfaat Khitan bagi kesehatan Laki-laki

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah wahai Muhammad, Roh itu termasuk urusan Tuhanku. Kalian tidak diberikan pengetahuan tentang hal itu kecuali sedikit.(QS. Sad:72)

Meskipun hanya sedikit pengetahuan tentang ruh yang diberikan kepada manusia, namun hal itu bukanlah suatu penghalang bagi manusia untuk terus melakukan pemikiran dan perenungan tentang eksistensi roh. Dan hal itu pun tidak luput menjadi timbulnya banyak perbedaan pendapat diantara para ulama, atau mereka yang telah mengadakan kajian tentang hakikat roh. Sebab, disamping adanya pengertian roh dari sudut fisik sebagai daya hidup jasmani, tetapi secara substansial istilah roh juga mengandung pengertian sebagai wujud spiritual. Itulah sebabnya, didalam tasawwuf pun tidak sedikit tokoh-tokoh sufi yang begitu serius membicarakan masalah roh, termasuk di kalangan sufi indonesia seperti Syaikh Abdus Samad Al Palimbani.

Roh ketika manusia mati

Ibnu Qayyim Al Jauziah dalam bukunya “Ar-Ruh” membagi roh menjadi dua, yaitu roh yang disiksa, dan yang kedua adalah roh yang diberi nikmat. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa roh yang disiksa akan terkurung di alam kubur oleh malaikat sesuai dengan amalan sewaktu hidup didunia. Mereka akan kekal disana, serta tidak lepas dari siksaan malaikat satu detik pun sampai hari kiamat.

Dalam hal ini Ibnu Qayyim juga mengatakan, bahwa setelah roh dicabut saat manusia menemui ajalnya, maka ia kembali ke badan dalam kubur untuk menerima pertanyaan  oleh malaikat Munkar dan Nakir. Dan seterusnya roh akan menetap di alam barzakh untuk mengecap kebahagiaan,  atau merasakan hukuman siksa sampai hari kebangkitan nanti.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: