Apakah Gejala dan Penyebab penyakit Angin duduk?


Apakah Gejala dan Penyebab penyakit Angin duduk?Angin duduk adalah kondisi yang seringkali ditujukan oleh masyarakat kepada orang yang diketemukan meninggal secara mendadak. Namun apakah Anda tahu, apakah sebenarnya angin duduk tersebut?.. Angin duduk digambarkan dengan penyakit nyeri pada dada, dengan rasa yang tidak nyaman seperti terbakar, diremas, berat, dan tertekan. Angin duduk juga bisa dirasakan di bagian bahu, punggung, lengan, leher, dan hingga tenggorokan.

Angin duduk adalah salah satu penyakit yang banyak disebut sebagai berdarah dingin, karena dikenal paling mematikan. Hal ini karena jika tidak segera diatasi dengan pertolongan pertama oleh medis, maka kematian bisa terjadi hanya dalam selang waktu kurang lebih 30 menit setelah serangan yang pertama.

Apakah penyakit angin duduk?

Serrangan Angin duduk disebabkan karena adanya masalah gangguan jantung, dimana yang disebabkan oleh kelainan atau penyempitan pada pembuluh koroner yang menyebabkan aliran darah ke area jantung menurun. Ketika aliran darah tidak lancar, maka pengiriman oksigen dan nutrisi vital ke sel otot jantung pun menjadi ikut terhambat. Angin duduk adalah salah satu gejala umum dari penyakit jantung koroner akut, atau yang disebut dengan Angina pectoris.

Jadi, sumber utaman masalah serangan angin duduk adalah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Beberapa penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah sbb:

  • Jarang berolahraga
  • Diet/gaya hidup yang tidak sehat
  • Penyumbatan oleh sel darah yang beku
  • Infeksi pada pembuluh darah
  • Sering stress
  • Timbunan lemak karena kolesterol tinggi
  • Pola tidur yang tidak sehat

Tanda-tanda serangan awal angin duduk

  • Kepala sering pusing
  • Dada terasa sesak
  • Perut terasa mual dan kembung
  • Nyeri ulu hati
  • Keluar keringat sebesar biji jagung
  • Badan terasa dingin dan menggigil

Jenis-jenis penyakit angin duduk :

1. Angina stabil. Rasa sakit ini bisa diprediksi, dan terjadi hanya saat beraktivitas berat atau tekanan emosional yang ekstrim. Rasa sakit biasanya akan menghilang jika digunakan beristirahat .

Lihat Juga :  Tips Cara alami mengobati gejala sakit asma

2. Angina tidak stabil. Nyeri angina tidak stabil akan tetap terjadi saat beristirahat. Angina jenis ini bisa terjadi lebih sering, lebih mudah terjadi saat istirahat, terasa lebih parah, lebih lama, atau datang dengan tiba-tiba,  bahkan saat tidak sedang beraktivitas yang berat. Hal ini bisa menandakan akan terjadinya serangan jantung.
3. Angina Prinzmetal. Angina jenis ini terjadi pada saat istirahat, seperti ketika tidur, atau jika terkena suhu dingin. Dalam kasus ini, gejala tersebut disebabkan karena penurunan aliran darah ke otot jantung dari arteri koroner . Sebagian besar orang dengan jenis angina juga memiliki penyakit arteri koroner.

Meskipun angin duduk sering dikaitkan dengan penyakit koroner, namun penyakit ini juga bisa terjadi tanpa adanya penyakit koroner apapun. Hampir 30 % orang yang mengalami angina adalah kartena adanya masalah katup jantung, atau yang disebut dengan stenosis aorta, yang dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke arteri koroner dari jantung. Orang dengan anemia berat kemungkinan memiliki angina, karena darah mereka tidak dapat membawa cukup oksigen. Orang dengan otot-otot jantung menebal membutuhkan lebih banyak oksigen, dan akan terjadi angina ketika tidak mendapatkan cukup oksigen.

Pencegahan:

Mengingat bahayanya penyakit ini, sebaiknya melakukan beberapa poin tadi untuk menjamin kesehatan yang lebih baik sehingga terhindar dari angin duduk.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: