Apakah Endometriosis dan penyebabnya


Apakah Endometriosis dan penyebabnyaApakah Endometriosis dan penyebabnya – Pernah mendengar istilah Endometriosis?,,  Endometriosis istilah medis yang menjelaskan adalah suatu kelainan pada wanita, yaitu kelainan yang disebabkan adanya jaringan endometrium (selaput lendir dalam rahim) yang berada di luar rahim. Bisa di usus, di indung telur, di dinding luar rahim, di tuba falopii (saluran telur) dan sebagainya.
Endometriosis ini memiliki sifat-sifat yang mirip endometrium, yaitu memberikan respon terhadap naik turunnya hormon sepanjang siklus menstruasi. Bahkan saat menstruasipun akan mengeluarkan darah, layaknya terjadi endometrium pada saat menstruasi. Hal inilah yang diduga sebagai salah satu penyebab timbulnya nyeri, selain karena ekspresi prostaglandin oleh sarang-sarang endometriosis.

Bagaimanakah endometriosis bisa terjadi?

Teori penyebab endo metriosis

Banyak teori yang menjelaskannya, salah satunya yaitu teori regurgitasi. Yaitu, adanya aliran darah balik dari darah menstruasi. Selain darah menstruasi tersebut keluar lewat vagina, ada yang masuk ke rongga perut melewati saluran telur.
Akhirnya, mereka tumbuh pada organ-organ bagian dalam rongga perut. Seperti usus, indung telur, dinding luar rahim, tuba falopii (saluran telur). Meskipun demikian teori ini tidak mampu menjelaskan, bahwa  kenapa setiap wanita tidak semuanya menderita endometriosis, walaupun mereka semua mungkin terpapar adanya regurgitas darah menstruasi tersebut.

Diagnosa endometroisis

Untuk menegakkan diagnosa endometriosis, dilakukan dengan melakukan laparoskopi. Atau juga bisa menggunakan obat-obatan yang mengandung hormon. Bedasarkan statistik, 68% nyeri saat menstruasi, disebabkanoleh  endometriosis.

Pengobatan endometroisis

  1. Tumbuhya endometriosis ini bergantung dengan estrogen, hormon yang dihasilkan pertumbuhan sel telur (folikel) pada awal siklus menstruasi. Maka, pengobatannya dengan menghambat munculnya hormon estrogen tersebut. Salah satunya, yang mengandung turunan androgen yang memiliki sifat antistrogen. Yang memiliki efek samping pada bulan kedua setelah menggunakan obat tersebut tidak menstruasi.
  2. Penggunaan Hormon golongan androgen pada beberapa wanita yang sensitif bisa menimbulkan jerawat, muka berminyak, dan berat badan naik. Tetapi, tak perlu khawatir, karena ini hanya berlangsung selama minum obat tersebut. Begitu dihentikan, maka efek samping juga akan menghilang.
  3. Supaya endometriosis tidak aktif kembali, untuk wanita yang belum menikah dapat dicoba dengan penggunaan pil kontrasepsi karena dinilai cukup aman dalam penggunaan jangka panjang. Bagi wanita yang telah menikah, segeralah untuk program memiliki anak, sebab selama kehamilan, endometriosis akan inaktif.(sumber:http://akbidkerishusada.blogspot.com)
Lihat Juga :  Makanan yang harus dihindari saat haid

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: