Apakah baik sering mencuci Vagina dengan obat?

Apakah baik sering mencuci Vagina dengan obat?Menurut penelitian oleh para ahli kesehatan, para wanita yang rutin melakukan douching atau pencucian bagian privatnya (miss V) dengan bahan tertentu, disebutkan memiliki peluang lebih besar terkena masalah kesehatan, dibandingkan wanita yang tidak secara rutin melakukannya. Mengapa? Berikut dijelaskan tentang permasalahan ini,  yang semestinya diketahui oleh para wanita.

Apa itu pencucian miss V atau douching?

Kata “douche” diambil dari kosakata bahasa Prancis yang artinya mencuci atau membersihkan. Douching adalah istilah mencuci atau membersihkan miss V dengan menggunakan air atau campuran cairan yang terdiri atas air dan cuka, baking soda, atau yodium. Konsumen biasanya bis membeli produk-produk pencuci ini di toko obat atau toko kecantikan. Campuran seperti itu umumnya dikemas dalam botol, dan cara penggunannya bisa disemprotkan ke dalam bagian miss V .

Mengapa wanita melakukannya?

Wanita melakukan ini karena menganggap jika hal ini akan memberikan banyak manfaat. Namun pada faktanya, hal ini justru mempunyai efek negatif yang lebih banyak daripada positifnya. Berikut beberapa Alasan umum wanita melakukan dauching :

  • Membersihkan miss V
  • Membilas darah setelah menstruasi
  • Menghilangkan aroma tak sedap
  • Menghindari penyakit menular seksual (PMS)
  • Untuk mencegah kehamilan

Kalangan wanita di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 20 sampai 40 persen berusia 15 s/d 44 tahun mencuci miss V mereka secara teratur. Dan sekitar dari setengah dari wanita ini melakukannya setiap minggu.

Benarkah alasan alasan umum wanita diatas?, mari baca lebih banyak!

Douching mencuci vagina itu Aman?

Menurut para dokter umum dan dokter ahli kandungan di Amerika, disarankan bagi wanita untuk menghindari douching. Hal ini karena faktanya miss V yang sehat mengandung berbagai jenis bakteri dan organisme khusus, yang berguna untuk menjaga tingkat keasaman saluran penting wanita ini. Tingkat keasaman yang normal ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan jumlah bakteri yang berbahaya. Akan tetapi ketika melakukan dauching, maka akan mengubah keseimbangan asam ini. Akibatnya tentu bisa ditebak, yaitu membuat lebih rentan terhadap infeksi dibagian kewanitaan tsb. Selain itu, douching yang sering dilakukan justru bisa menyebarkan infeksi sampai ke dalam rahim, saluran tuba, dan ovarium.

Masalah karena Sering Melakukan Douching

Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang lebih sering mencuci miss V secara teratur dengan bahan tertentu lebih rentan terhadap masalah kesehatan, daripada wanita yang tidak. Berikut beberapa masalah kesehatan yang terkait douching meliputi:

  • iritasi pada miss V
  • infeksi yang disebabkan bakteri
  • penyakit menular seksual (PMS), dan
  • penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah infeksi oleh bakteri yang terjadi pada saluran tuba dan / atau ovarium yang  masuk dari miss V dan menginfeksi servik, dan selanjutnya menyerang ke organ-organ reproduksi. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesuburan (sulit hamil). Selain itu juga memungkinkan wanita mengalami kehamilan pada ektopik (kehamilan di saluran tuba bukan di rahim).

Apakah douching bisa untuk membersihkan bagian dalam miss V?

Para dokter ahli kandungan juga menyarankan, supaya douching dihindari sepenuhnya. Kebanyakan ahli juga percaya bahwa hal ini hanya akan meningkatkan kemungkinan terjadi infeksi pada saluran miss V. Wanita boleh mencuci miss V dengan cara ini, ketika hanya disarankan oleh dokter.

Cara terbaik untuk membersihkan miss V menurut para ahli kandungan adalah membiarkan vagina membersihkan dirinya sendiri secara alami dengan cara menghasilkan lendir. Para ahli juga berpendapat bahwa miss V memiliki system perlindungan alami yang bisa dipercaya. Penting juga untuk diketahui bahwa miss V yang sehat itu sebagian besar memiliki aroma yang ringan. Baca juga: Tips  merawat Vagina yang baik dan benar

Untuk menjaga kesehatan miss V(saat Anda mandi atau shower), biasakan untuk mencucinya dengan air hangat dan sabun ringan hanya pada bagian luarnya saja. Dokter menyarankan sebaiknya menghindari penggunaan tampon beraroma, bedak atau semprotan. Produk ini bisa meningkatkan kemungkinan seorang wanita mendapatkan infeksi.

Douching dan Menghilangkan Aroma Tak Sedap

Beberapa wanita secara tiba-tiba mengalami perubahan bau pada miss V mereka, misalnya berubah menjadi sangat menyengat. Namun mengobati dengan cara dauching adalah salah. Karena hal ini hanya akan menghilangkan aromanya saja. Jika miss V memiliki bau yang kurang enak, sebaiknya Anda harus menghubungi dokter segera. Hal ini kemungkinan besar bisa menjadi tanda-tanda adanya infeksi, atau masalah yang lebih serius.

Douching juga bukanlah cara untuk menghilangkan rasa sakit, gatal atau rasa seperti rasa terbakar pada miss V. Bahkan tindakan ini hanya akan membuat masalah miss V menjadi lebih buruk. Hubungi dokter bila terjadi hal-hal seperti berikut:

  • mengeluarkan aroma yang menusuk
  • terdapat cairan tebal, putih atau hijau kekuningan dengan atau tanpa bau
  • terasa panas, kemerahan, dan pembengkakan didaerah sekitarnya
  • sakit saat buang air kecil
  • rasa sakit atau ketidak nyamanan saat berhubungan intim

Douching dan Mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS)

Satu lagi tentang mitos yang banyak dipercaya wanita, yaitu mencuci miss V setelah berhubungan badan dapat mencegah penyakit menular seksual (PMS). Ini sama sekali tidak benar. Satu-satunya cara untuk benar-benar mencegah PMS adalah dengan tidak berhubungan seksual, terutama yang suka berganti-ganti baik dirinya atau pasangannya.

Mencuci miss V dan Mencegah Kehamilan

Ini juga merupakan mitos besar. Mencuci miss V sama sekali tidak akan  mencegah kehamilan,  dan juga jangan pergunakan sebagai alat kontrol kelahiran. Justru mencuci miss V / douching bisa membuat lebih mudah hamil, karena cairan akan mendorong sperma akan masuk lebih jauh ke dalam.

Meningkatkan resiko Kehamilan tidak sehat

Douching bisa mengurangi tingkat kehamilan yang sehat. Walaupun penelitian tentang ini masih terbatas, namun beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa hal ini bisa membuat wanita lebih sulit untuk bisa hamil. Ditunjukkan dari beberapa wanita yang mencuci miss V lebih dari sekali seminggu, yang mendapatkan kehamilan lebih lama.

Studi juga menunjukkan bahwa douching juga meningkatkan peluang untuk mengalami kehamilan ektopik, dimana telur yang telah dibuahi menempel pada bagian dalam saluran tuba daripada di rahim. Jika tidak diobati, kehamilan jenis ini dapat membhayakan jiwa ibu, selain itu juga bisa membuat sulit kehamilan berikutnya.

Mungkin Anda juga Menyukainya :

loading...

Berikan komentar Anda: