Apakah amandel harus dioperasi?


Apakah amandel harus dioperasiApakah amandel harus dioperasi? – Jika mendapati anak kecilnya yang selalu mengeluh sakit tenggorokan, pastinya akan khawatir dan membawanya segera ke dokter.Dan orang tua pasti akan khawatir jika dokter memberikan diagnosa jika anaknya menderita sakit amandel.Tentu saja khawatir, karena sudah umum dimasyarakat jika amandel itu harus dioperasi.Benarkah amandel itu harus dioperasi?,,,Dan apakah ada solusi meyembuhkan amandel tanpa operasi?

Apa penyebab penyakit amandel pada anak kita, dan perlukah amandel untuk dioperasi?.

Amandel (tonsil) adalah sistem pertahanan tubuh yang terdiri dari kumpulan jaringan limfoid pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil ini berfungsi untuk mencegah agar infeksi tidak menyebar keseluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Karena letaknya, banyak benda asing berupa makanan melewati tonsil ini,  sehingga tidak jarang bisa menimbulkan infeksi dan terjadi peradangan.

Bila terjadi infeksi , tonsil akan membesar sebagai reaksi pertahanan. Dengan demikian, pada dasarnya pembesaran tonsil adalah reaksi positif, hal ini pun bisa terjadi pada anak yang sehat. Puncak pembesaran tonsil pada usia anak 9-10 tahun, dan kemudian perlahan tonsil akan menyusut.

Karena itu, sebisa mungkin untuk menghindari tindakan operasi untuk pengangkatan tonsil. Akan tetapi, carilah faktor pemicu yang seringkali membuat tonsil membesar, kemudian sebisa mungkin untuk menghindari faktor pemicu tersebut.
Tonsil bisa membesar dan melekat pada jaringan sekitarnya, dan permukaannya menjadi keriput, tidak rata, kerut-kerut ,di permukaan tampak melebar, dan dipenuhi dengan detritus (bercak kotoran putih-putih seperti butiran beras). Pada kasus semacam ini, infeksi pada tonsil harus diperhatikan dengan serius,  karena dapat berfungsi sebagai sarang penyebar infeksi berat. Dampaknya bisa menimbulkan demam,  rheumatik yang dapat mengenai persendian dan jantung, nefritis (infeksi pada ginjal), infeksi pada mata atau radang pada selaput otak.

Lihat Juga :  Penyebab dan cara mengatasi betis menjadi besar

Ada 2 kelompok kriteria penyakit Amanadel  yakni yang bersifat absolut dan yang bersifat relatif

Berikut Kriteria yang bersifat absolut, yang mungkin harus diambil tindakan operasi (tonsillectomy):

  • Bila pembesaran sudah menimbulkan obstruksi/hambatan jalan nafas berat, gangguan menelan berat, menimbulkan gangguan tidur (sleep apnea), atau ada komplikasi kardiopulmoner (akibat penyebaran infeksi oleh bakteri streptococcus)
  • Adanya peritonsiler abses yang tidak bisa diatasi dengan medikamentosa (dengan obat) dan drainage (pengambilan cairan isi absess).
  • Tonsilitis yang sampai menimbulkan kejang demam, atau carrier difteri (sekarang sudah jarang).
  • Kondisi tonsil sedemikian rupa yang sampai memerlukan tindakan biopsi untuk penentuan kondisi jaringan menggunakan pemeriksaan patologi.

Sedang kriteria yang bersifat relatif, masih bisa dipertimbangkan untuk diambil tindakan  operasi:

  • Frekuensi serangan infeksi tonsil : 7 kali/tahun; 5 kali/tahun selama 2 tahun; 3 kali/tahun selama 3 tahun.
  • Adanya bau mulut atau nafas yang terus menerus akibat tonsilitis kronis yang tidak membaik dengan terapi obat.
  • Tonsilitis kronis atau berulang oleh bakteri streptokokus yang sudah resisten terhadap antibiotika beta-laktamase
  • Adanya pembesaran tonsil satu sisi (unilateral) dengan kecurigaan sifat neoplastik (tumor/keganasan)

Namun bila masih memungkinkan,  sebaiknya  menghindari operasi.Agar amandel terhindar dari peradangan, sebaiknya menghindari makanan yang bisa memjadi pemicunya.

Berikut  beberapa tips untuk pengobatan dan perawatan tonsil (amandel), agar tidak meradang berikut ini :

  • Menggunakan obat herbal yang berfungsi sebagai suplement.Anda bisa membuat sendiri dengan memanfaatkan ramuan daun pecut kuda.
  • Diusahakan untuk minum banyak air, atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam.
  • Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.
  • Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
  • Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
  • Diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
Lihat Juga :  Resep Agar Panjang Umur

Lakukan beberapa tips di atas, Insya Allah amandel bisa dikendalikan dan operasi amandel bisa dihindari.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: