Apa perbedaan dan keuntungan Protein Whey dan Casein?

Apa perbedaan dan keuntungan Protein Whey dan Casein?Apakah Anda melakukan latihan secara rutin yang solid, serta diet yang murni – atau mungkin Anda baru saja mulai dan ingin meningkatkan kemajuan Anda. lalu Apa selanjutnya ?

Yang disimpan di sebagian besar gudang para atlet, atau hampir setiap binaragawan adalah protein. Yang lerbih rumit lagi ada beberapa jenis protein yang berbeda dari protein yang umum di pasar. Jadi, apa bedanya? Apakah ada jenis protein yang “terbaik” dari protein biasanya? . Atau apa jenis Protein yang mengoptimalkan kekuatan dan komposisi tubuh ?. Mari kita bahas semuanya dalam artikel singkat ini:

Apa Perbedaan Antara protein Whey, kasein, & Soy?

Whey dan kasein adalah protein yang sama-sama ditemukan dalam produk susu – seperti keju cottage. Whey dianggap sebagai protein “cepat”, karena lebih cepat dicerna dalam waktu satu jam. Sedangkan kasein adalah protein “lambat”,  yang bisa dicerna selama beberapa jam. Sebagian besar makanan adalah sumber protein lambat (misalnya, telur, steak, ikan), terutama bila dikonsumsi bersama dengan makanan. Soy merupakan sumber protein nabati yang ditemukan secara alami dalam kedelai, edamame, tempe atau tahu.

Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab mengenai efek dari suplementasi protein pada kekuatan dan komposisi tubuh. Apakah ada perbedaan antara salah satu dari protein ini? Atau itu hanya masalah kuantitas atas kualitas?.

Kita bisa menjawab pertanyaan ini dari dua sudut :

  1. Efek jangka pendek dari protein yang berbeda untuk membangun otot dan/atau pencegahan kerusakan otot dan,
  2. Efek jangka panjang pada ukuran dan kekuatan otot .

Yang pertama dibahas dalam artikel ini : Apakah Protein terhidrolisasi lebih baik dari Whey?.  Sebagai penyegaran singkat, protein whey, (terlepas dari apakah itu dihidrolisis atau utuh), lebih unggul dari kasein dan kedelai dalam jangka pendek. Akan tetapi itu tidak selalu menjamin bahwa memilih whey lebih baik dari kasein atau soy, yang  akan membuat Anda lebih besar dan lebih kuat dengan cepat. Untuk itu, kita harus melihat studi jangka panjang .

Protein Whey, kasein, & Soy : Mana yang Lebih Baik dalam Jangka Panjang?

Dalam salah satu dari sedikit studi besar jangka panjang, yang mencakup beberapa jenis nutrisi pasca latihan, Hartman dan rekan menunjukkan bahwa susu skim(sumber kedua whey dan kasein),  tertinggi atas susu kedelai dan minuman karbohidrat isocaloric.

Dalam studi ini, 56 pemuda sehat yang belum terlatih, diberikan program latihan ketat intensitas tinggi sebanyak 5 hari dalam seminggu selama 12 minggu,  dan diberikan 2 cangkir susu bebas lemak, susu kedelai, atau karbohidrat yang 1 gelas diminum segera dan yang 1 lagi satu jam setelah latihan. Selama 12 minggu latiahan, diet secara keseluruhan diberikan relatif sama pada semua kelompok,  kecuali kelompok karbohidrat yang akhirnya mengkonsumsi lebih banyak karbohidrat sederhana.

Mengenai komposisi tubuh, mereka yang diberikan  susu mengalami penurunan lemak tubuh, serta peningkatan massa otot, dan ukuran sel otot terbesar.

Jika tujuan Anda diarahkan untuk mendapatkan kekuatan,  meningkatkan kinerja, dan kekuatan kaki secara drastis meningkat pada kelompok yang diberikan susu dibandingkan dengan kelompok yang diberi soy dan karbohidrat :

Dalam studi ini, hasil menunjukkan bahwa protein whey dan kasein lebih unggul dari soy, jika Anda bertujuan untuk mengurangi lemak dan membangun otot.

Namun, dalam penelitian lain memberikan hasil yang bervariasi : penelitian serupa oleh DeNysshen dan rekan membandingkan whey, soy, dan minuman karbohidrat pada pria dengan kolesterol darah tinggi. Hasilnya  menunjukkan perbaikan pada ketiga kelompok dengan tidak ada perbedaan. Penelitian Holm dan rekan menunjukkan bahwa minuman whey/soy yang dikonsumsi dua jam sebelum dan setelah latihan lebih unggul dari minuman karbohidrat serta plasebo, dalam hal meningkatkan ukuran dan kekuatan otot, pada pasien yang pulih dari cedera lutut.

Walaupun  kita tidak memiliki studi jangka panjang yang besar,  yang secara langsung membandingkan whey, kasein, soy, dan plasebo, namun ada beberapa kesimpulan yang masuk akal yang dapat ditarik:

(I). Dari artikel pada protein terhidrolisasi, semua indikator jangka pendek menunjukkan bahwa protein whey yang terbaik .

(II). Kesimpulan dari studi jangka panjang secara kolektif juga menunjukkan bahwa terbaik adalah whey:

  1. Susu (whey+ kasein) lebih unggul dari soy & karbohidrat pada pria muda yang sehat (studi Hartman) .
  2. Whey, soy, dan karbohidrat adalah serupa hasilnya pada pria dengan kolesterol darah tinggi (studi DeNysshen).
  3. Whey dan Soy lebih unggul dari karbohidrat pada pasien yang pulih dari cedera lutut (studi Holm) .

Jika Anda sedang mencari protein yang terbaik, whey sudah pasti sebagai pemenang dalam studi ini. Namun banyak pecinta fitness menganjurkan untuk mengkombinasikannya.

Sebuah penelitian terbaru  membandingkan efek kombinasi whey dan kasein pada anabolic otot pada selama latihan beban. Beberapa orang disuruh mengikuti program latihan selama 10 minggu program latihan, mereka mendapatkan suplemen karbohidrat dan protein yang mengandung campuran whey dan kasein masing-masiong 40gram. Separuh dari suplemen dikonsumsi satu jam sebelum latihan dan separuhnya tepat setelah latihan.
Hasilnya, kelompok yang menggunakan kombinasi protein memberikan hasil yang sangat  positif. Suplementasi dengan protein menghasilkan peningkatan anabolisme otot, peningkatan massa otot, dan kekuatan otot yang lebih besar, serta hormon anabolik.

Sementara itu seluruh makanan sumber protein seperti steak dan telur mungkin tidak merangsang pertumbuhan otot  secepat protein whey, akan tetapi makanan ini biasanya mengandung berbagai nutrisi penting lainnya, seperti, vitamin, mineral , dll. Pilihlah suplemen protein terbaik sesuaikebutuhan Anda, fikirkan tentang suplemen dan latihan yang tepat.

loading...

Mungkin Anda juga Menyukainya :

Berikan komentar Anda: