Apa penyebab Wanita Berkumis, normalkah?,,


Apa Penyebab tumbuh kumis pada wanita, normalkah Apa penyebab Wanita Berkumis, normalkah?,,– Bukan hanya laki-laki saja yang bis memiliki kumis, pada beberapa wanaitapun seringkali  ditemui memiliki kumis yang lumayan terlihat pekat. Di Amerika Serikat, kira-kira 10% dari seluruh populasi wanita ditemukan mengalami kondisi seperti itu. Kumisan pada wanita dalam istilah medis disebut dengan hirsutism, yakini gejala yang diakibatkan oleh adanya ketidak seimbangan hormon didalam tubuh.

Normalkah Kumis yang terlihat tumbuh lebih lebat pada Wanita?, dan Apa penyebab tumbuh kumis pada wanita?,,

Hirutism sendiri bisa diakibatkan oleh gangguan medis yang lebih serius, seperti PCOS (Polycstic Ovarian Syndrome), CAH (Congenital Adrenal Hyperplasia),  tumor pada kelenjar anak ginjal ataupun tumor indung telur. Jadi untuk mencari penyebab timbulnya kumis pada wanita perlu adanya evaluasi oleh dokter, apakah kondisi tersebut memang disebabkan oleh penyakit berbahaya atau tidak.

Gejala hirsutism yang timbul semenjak wanita masih muda dan baru memasuki usia pubertas, kemungkinan hirsutism yang terjadi akibat kondisi medis yang relatif ringan. Akan tetapi beda jika gejala tumbuh rambut yang lebih lebat pada pipi dan atas bibir pada saat wanita sudah tua, atau usia sudah 45 tahun keatas. Pada wanita tua, hirsutism bisa dipertimbangkan untuk dicari kemungkinan-kemungkinan akibat penyakit yang serius.

Mengatasi kumis yang tumbuh lebih lebat pada wanita

Untuk mengatasi gejala rambut kumis yang tumbuh berlebih pada wanita, boleh saja dilakukan wax atau pencabutan agar selalu terlihat bersih tanpa kumis. Namun yang paling penting adalah, apa hal medis yang melatar belakangi permasalahan ini. Jadi misalnya tidak ada masalah yang lebih serius, kumis yang sedikit kentara pada wanita tak ada masalah jika dibiarkan. Justru kondisi seperti ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para Pria.

Lihat Juga :  Makanan yang Menyehatkan Gigi dan Gusi

Untuk mengetahui akibat dibelakang dari kondisi ini, bisa dilakukan pemeriksaan oleh  dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) untuk diperiksa kadar hormonnya. Pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan pemeriksaan fisik serta hal lain yang diperlukan misalnya cek USG kandungan. Terutama disarankan apabila daerah pertumbuhan rambut terbanyak pada pipi dan bagian atas bibir atau kumis.

Artikel Terkait :

Berikan komentar Anda: